Keajaiban Angka 0 dan 1

Lambang bilangan yang kita kenal pada masa kini berasal dari tulisan Hindu dan lambang bilangan Arab orang Mor di Spanyol, dengan perbaikan berturut-turut di Eropa. Titik bulat pada ujung beberapa deretan menunjukkan lambang nol. Pentingnya nol ini diakui oleh orang Arab pada salah satu dari kalimatnya yang paling tajam dalam sejarah matematika: “Bila (dalam pengurangan) tidak ada sisanya, tulislah lingkaran kecil agar supaya tempatnya tidak menjadi kosong”. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya kalau angka 0 tidak diciptakan!

Continue reading “Keajaiban Angka 0 dan 1”

Penyesalan Dita

Sepasang suami isteri yang sama-sama berkarier terlihat meninggalkan rumahnya dengan sepeda motor yang terlihat masih gres. Karier sang suami boleh dibilang sedang menanjak, dan sebagai buktinya mobil keluaran terbaru sudah terpajang di garasi rumah mereka sejak sebulan yang lalu. Kebetulan saja hari itu mereka memang tidak berniat untuk memakai mobil. Mereka telah memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan imut, namanya Dita dan baru berusia tiga setengah tahun. Di rumah, ada seorang pembantu yang berusia sekira 30 tahunan, Dita sering memanggilnya dengan sebutan Mbok Minah.

Apabila Mbok Minah sedang sibuk di dapur atau menyelesaikan pekerjaan lainnya di dalam rumah, Dita sudah terbiasa bermain sendiri di sekeliling rumah. Dia bisa bermain boneka di kamarnya, di ruang tamu, di teras, bermain ayunan di halaman, atau hanya sekadar memetik bunga maupun dedaunan di taman kecil di samping dan depan rumahnya. Mbok Minah tidak terlalu khawatir karena Dita tergolong anak yang penurut dan tidak macam-macam. Ya, dia bisa beranggapan seperti itu karena Mbok Minah yang memegang dan mengasuh Dita sejak masih bayi.

Continue reading “Penyesalan Dita”

Issue #001

cov-issue01Alhamdulillah, akhirnya E-Magz perdana bisa hadir di sini. Sobat baraya dapat men-download Issue #001/April 2009 secara gratis dan dipersilakan untuk menyebarkannya pada siapa pun dan di mana pun. Issue pertama ini akan mengetengahkan pertanyaan, “Kapan sobat baraya pertama kali nge-blog?” pada rubrik Another Words. Ya, kendati sederhana, nge-blog pada akhirnya adalah aktivitas yang sudah mulai banyak memberikan manfaat, tidak hanya untuk pelakunya tetapi juga terhadap orang-orang yang ada di sekelilingnya. Di luar itu, masih ada rubrik lainnya seperti Berhenti Sejenak, Cycling World, dan Dunia Hitungan. Sementara untuk rubrik lainnya yang belum sempat masuk, tunggu saja issue berikutnya. Tertarik?[]

Silakan DOWNLOAD!

Pengumuman Seram

Echa, murid privat saya yang sekolah di salah satu SMU Negeri Bandung curhat saat kali pertama masuk setelah libur lebaran. Kata Echa, gurunya memberikan pengumuman kalau UAN diselenggarakan pada April 2009. Bagi kita yang sudah mengalami hal itu atau bahkan belum dan masih jauh banget, mungkin bukan sesuatu yang besar, tetapi tidak bagi Echa!

Itu adalah “pengumuman seram” baginya, sehingga momen lebaran yang seharusnya penuh suka cita menjadi terasa menegangkan. Setidaknya sesaat. Oleh karena itu, Echa pun melepas ketegangan itu dengan menonton “Laskar Pelangi” bersama kawan-kawannya. Mata pelajaran yang diujikan pun sebenarnya berkurang, dari yang tadinya enam pelajaran jadi tiga pelajaran, yaitu tinggal Matematika, Fisika, dan Kimia (Echa kebetulan ‘ngambil’ IPA).

Continue reading “Pengumuman Seram”

Buletin Pilwalkot Bandung

Pada musim kampanye seperti sekarang ini memang enaknya membicarakan sesuatu yang berkaitan. Kebetulan, awal Agustus 2008 saya mendapatkan order berupa pembuatan buletin salah satu calon walikota Bandung dari partai tertentu. Kendati saya tidak menceritakan di sini, pasti sobat baraya tahu partai apa itu dilihat dari gambar-gambar yang ada. Hehehe … biar saya saja yang tahu apakah saya mendukungnya atau tidak. Namanya juga rahasia!

Continue reading “Buletin Pilwalkot Bandung”

Menciptakan Kota Hijau

Suatu kenyataan terpampang di hadapan mata. Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan telah mencapai 18% di atmosfer. Selama 310 hari atau 85% dari 365 hari dalam setahun, kualitas udara di Kota Bandung tergolong buruk karena berada di atas baku mutu. Artinya, 55 hari di sepanjang tahun masyarakat Kota Bandung mengisap udara yang membahayakan kesehatannya. Suhu Kota Bandung pun bertambah 0,30 setiap tahun. (Pikiran Rakyat, 27 Oktober 2008)

Tidak usah diceritakan bagaimana indahnya Kota Bandung tempo doeloe, letaknya yang strategis dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan menawarkan keindahan lingkungan alam lebih dari kebanyakan kota lainnya di Indonesia, sebuah kota yang udaranya relatif sejuk karena terletak pada dataran cukup tinggi (sekitar 630m di atas permukaan air laut), banyaknya taman-taman kota, dan pohon-pohon yang tinggi nan besar di sepanjang jalan-jalan kota.

Continue reading “Menciptakan Kota Hijau”

Empat Lambang Matematika Kuno

Matematika lebih merupakan semacam bahasa khas daripada suatu badan pengetahuan. Bahasa ini sedemikian sempurna dan abstrak sehingga—mudah-mudahan—dapat dipahami oleh makhluk cerdas di seluruh alam semesta, betapa pun berbedanya organ indra maupun pencerapannya. Tata bahasanya—penggunaannya yang tepat—ditentukan oleh aturan logika. Kosa katanya terdiri dari lambang seperti: angka untuk menyatakan bilangan, huruf untuk menyatakan bilangan yang tak diketahui, persamaan untuk menyatakan hubungan antar bilangan, pi untuk menyatakan perbandingan antara keliling dan garis tengah lingkaran, sin-cos-tan (sinus-cosinus-tangen) untuk menyatakan perbandingan antara sisi-sisi suatu segitiga siku, dan beberapa lambang lainnya untuk menyatakan konsep lain dalam matematika tinggi.

Continue reading “Empat Lambang Matematika Kuno”