Cropping dengan Adobe Photoshop

Cropping adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia desain grafis. Cropping bertujuan untuk mengambil bagian tertentu saja dari sebuah gambar/foto dan membuang bagian yang tidak diperlukan. Contoh yang paling sederhana adalah hanya mengambil bagian objek yang biasanya dijadikan sebagai foreground (misalnya gambar orang, hewan, atau benda) dan membuang bagian background.

Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk meng-cropping dengan menggunakan software Adobe Photoshop, dan tools yang paling sering digunakan adalah Lasso (shortcut: L). Tools ini pun terdiri dari 3 (tiga) bagian yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan atau tujuannya, yaitu Lasso, Polygonal Lasso, dan Magnetic Lasso.

d-02a_lasso

Lasso sering digunakan untuk tujuan praktis dan cepat, tetapi tidak detail karena keberhasilannya ditentukan oleh kebiasaan kita menggunakan mouse, atau yang biasa menggunakan pen drive. Bagi kebanyakan desainer, lasso jarang digunakan kecuali hanya untuk meng-crop daerah bebas tanpa memperhatikan ketelitian.

Polygonal lasso adalah tool lasso yang paling sering digunakan karena tingkat ketelitian yang dihasilkan cukup signifikan atau sangat mendekati keinginan desainernya. Dengan hanya menghubungkan dua poin saja, objek gambar yang mempunyai garis lurus bisa di-crop dengan baik. Namun, kekurangan dari polygonal lasso adalah tidak bisa meng-crop bagian yang tidak lurus/linier.

Magnetic lasso boleh dibilang tool lasso yang sistem kerjanya otomatis. Tanpa harus menggunakan kelincahan tangan, tool ini akan secara otomatis memetakan garis (baik lurus maupun yang tidak). Syarat terpenting untuk menggunakan magnetic lasso adalah objek yang ingin di-crop harus memiliki ketegasan garis dengan background-nya. Artinya, intensitas warna objek dan background harus benar-benar berbeda (misalnya hitam dengan putih). Jika tidak, cropping tidak akan sempurna seperti contoh.

d-02b_lasso

Perbandingan antara Lasso, Polygonal Lasso, dan Magnetic Lasso

Bagaimanapun, penjelasan di atas hanyalah sebatas teori belaka. Ya, teori hanyalah sekadar intermezzo saja. Selebihnya, pilihan desainer-lah yang menentukan tool apa yang akan digunakan. Manusia memang diciptakan untuk bisa memilih mana yang baik menurutnya, dan tidak ada hal saklek bahwa dia harus memilih tool yang ini atau yang itu. Sobat baraya bisa memilih tool yang benar-benar nyaman untuk diri sendiri. Mau pakai lasso, polygonal lasso, atau magnetic lasso.

Betul, tool lasso hanyalah salah satu dari berbagai cara untuk bisa meng-cropping. Teknik meng-cropping pun bisa dilakukan dengan tools lainnya. Cara yang lain adalah dengan menggunakan Brush (Shortcut: B) atau bisa juga dengan menggunakan Pen (Shortcut: P). Jadi, pada akhirnya pilihan ada di tangan masing-masing desainer. Tetap semangat![]

7 thoughts on “Cropping dengan Adobe Photoshop

  1. itu disebut shortcut atau hotkey ya? setahu saya kalo shortcut itu menggunakan ctrl atau command. kalau cuma huruf berarti hotkey, benar gak bang?

  2. >> antown : Betul, itu memang hotkey. Saya seharusnya juga nulis shortcut: Ctrl + …. hehehe. Thanks, Bro.

  3. I use Adobe Photoshop on my Webpage making business at home. Photoshop got all the features i need to make some really great graphics and banners, *

  4. Adobe Photoshop is my favorite photo editing software and also Paint Shop Pro. Adobe photoshop has more useful features compared to other photo editing softwares.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s