Sudah, Merokok Itu Haram!

Ada rasa yang menggelitik setelah membaca salah satu bab buku “Fikih Kontroversi” karangan KH. Saiful Islam Mubarak Lc. yang diterbitkan Syaamil. Bab itu berjudul Siapa Berani Menghalalkan Rokok? Pada akhirnya, rasa itu menimbulkan satu pernyataan yang mungkin selama ini saya cari-cari: Ini dia dalilnya, kenapa baru sekarang saya menemukannya? Beberapa waktu ke belakang, saya pernah membaca salah satu tulisan sahabat saya, Azimah Rahayu, tentang merokok. Intinya, jika kita sebagai pihak yang Non Perokok dan merasa terganggu dengan kehadiran seorang Perokok, maka tindakan kita harus tegas terhadap mereka. Tegas di sini adalah tindakan nyata seperti pura-pura batuk dan terus mengibas-ibaskan tangan, atau langsung menegur, “Maaf, Bung. Kalau bisa Anda tahan dulu, terus terang saya tidak kuat dengan asap rokok!” atau “Maaf, Mas, ada anak-anak!” Saya rasa, itu salah satu sikap nyata yang patut disosialisasikan sebagai bagian dari kampanye anti merokok.

Ilustrasi menarik yang saya dapatkan dari tulisan Ust. Saiful Islam adalah, benarkah rokok itu murah? Menurut beliau, jika sehari kita menghabiskan 5.000 rupiah untuk merokok, maka kita sudah membuang Rp150.000 selama sebulan, yang berarti kita sudah menyia-nyiakan uang sebesar Rp1.800.000 selama setahun. Hitunglah berapa uang yang sudah ‘dibakar’ jika kita sudah merokok selama 10 tahun? Hitung pula jika sehari kita menghabiskan uang Rp10.000 hanya untuk merokok! Kemudian, adakah iklan di media massa yang isinya selalu menjelek-jelekkan sendiri produk yang diiklankan? Semua pasti sepakat kalau iklan yang seperti itu memang hanya satu, yaitu iklan rokok, tetapi mengapa masih banyak orang yang membelinya? Bagaimana sikap perokok ketika membaca peringatan tersebut yang tentunya sudah mereka hapal karena dibaca setiap saat? Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Jadi, apakah mereka yang perokok itu masih dianggap wajar akalnya? Manusia mana yang akalnya masih sehat, mau mencelakakan dirinya sendiri (dan juga orang lain)?

Perlu diketahui bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan National Health Education Departement Ministry of Health di Singapura, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit seperti kanker paru-paru, mulut, tekak, kerongkongan, esofagus perut, pankreas, ginjal, saluran kencing, pangkal rahim, serangan jantung, masuk angin, tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah, penyakit paru-paru yang meradang, batuk dan flu, bisul peptik, osteoporosis, impotensi, dan ketidaksuburan (mandul). Setiap batang rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis bahan kimia, 400 di antaranya beracun dan kira-kira 40 jenis bisa menyebabkan kanker.

Sebagian ulama sudah mengharamkan merokok, dan sebagian yang lain ‘hanya’ memakruhkan. Tetapi, adakah ulama yang memubahkan merokok? Tidak ada. Jika kita membuat skala halal-haram dari 0 sampai 10 (halal pada angka 0 dan haram pada angka 10), maka mubah kira-kira akan terletak pada angka 3,5 dan makruh kira-kira pada angka 7. Tahukah Anda bahwa ulama yang memakruhkan merokok itu meletakkan perbuatan merokok pada angka yang mendekati 10, bukan mendekati 7? Yang berarti, ulama yang memakruhkan merokok, pun meletakkan hukum merokok pada yang mendekati haram. Inilah yang tidak diketahui oleh banyak orang bagaimana hukum merokok yang sebenarnya.

Jika merokok itu bersih, maka buat apa istri saya langsung ‘membuang’ baju saya ke tempat cucian karena berbau rokok setelah berinteraksi dengan para perokok? Jika rokok itu tidak boros dan bahkan bermanfaat karena besarnya pemasukan saat bekerja sambil merokok dibandingkan dengan harga rokok, tahukah sobat baraya bahwa harta yang tidak seberapa itu adalah ‘hanya’ sekadar titipan Allah yang sewaktu-waktu bisa dicabutnya kembali? Sudah siapkah kita untuk mempertanggungjawabkannya? Jika sobat baraya yang perokok juga suka berinfak, apakah infak itu dapat menghapus kesalahan sobat baraya terhadap sesama manusia akibat rokok? Jika rokok tidak mengganggu kesehatan karena sampai saat ini sobat baraya masih merasa segar bugar, tahukah sobat baraya bahwa sehat juga merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia sebagai salah satu bahan ujian? Apakah nikmat sehat itu digunakan untuk berbangga diri dan terus membuat sebagian orang menderita karena asap rokok atau untuk amal lainnya? Jika sobat baraya menjaga aktivitas merokok agar jangan sampai mengganggu orang lain, dari mana kita tahu kalau hal itu tidak mengganggu mereka? Tidakkah kita ingin menjadi orang yang bebas merdeka tanpa harus berusaha mati-matian mencari tempat yang tidak mengganggu orang lain? Bebas tanpa harus menjadi BUDAK rokok?

Allah telah menghalalkan bagi mereka yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk-buruk (QS. Al A’râf, 7: 157). Al khabaits (yang buruk-buruk) adalah segala sesuatu yang dipandang kotor oleh tabiat dan jiwa manusia dan segala sesuatu yang apabila dikonsumsi akan menimbulkan bahaya dan penyakit. Allah pun telah mengingatkan kita agar tidak menjerumuskan diri ke jurang kehancuran (QS Al Baqarah, 2: 195) atau membunuh diri sendiri secara perlahan (QS. An Nisâ’, 4: 29) dan tidak menghambur-hamburkan harta secara boros karena hal itu adalah perbuatan syaithan (QS. Al Isrâ’, 17: 26-27) yang bisa menyeret kita masuk ke dalam neraka di Hari Kiamat nanti (Shahih Bukhari).

Ingatlah para sahabat Rasulullah saw. yang dahulunya suka meminum minuman memabukkan, ketika turun ayat yang mengharamkannya maka mereka pun langsung berhenti spontan. Tidak berangsur-angsur. Jika sobat baraya sulit untuk menghentikannya, ingatlah anak-anak sobat baraya. Apakah kita menginginkan mereka juga menjadi perokok? Ingat pula dengan anak saya dan beberapa keponakan saya yang saat masih balita harus mengonsumsi obat-obatan selama 6 bulan tanpa henti yang salah satu penyebabnya adalah karena menghirup asap rokok. Jadi, siapa bilang kalau rokok itu tidak haram?[]

Advertisements

14 thoughts on “Sudah, Merokok Itu Haram!

  1. artikel yang menarik mas, saya termasuk yang tidak suka dengan rokok, penyakit kok dibeli, he seandainya uangnya untuk sedekah pasti amalnya pasti banyak untuk bekal kelak tapi bagi yang merokok malah menjemput kematian biar segera menghampiri…

    -matikan rokok sekarang!!!-

    >> insya Allah harusnya memang seperti itu. bukan hanya mematikan, tapi buang dan jangan beli lagi ^_^

  2. Hmmm, jadi dilematis juga sih, kalo merokok haram, trus semua pabrik roko di tutup, kira kira jutaan pekerja indonesia bakal kerja jadi apa ya ? hmmmm

    >> Sama aja kalau pertanyaan itu ditujukan pada PSK. Makanya proses ini harus melibatkan pemerintah yang bersangkutan….

  3. mantab mas kampanye untuk merokok itu haram, tapi kalau di pesantren salaf itu sudah menjadi tradisi mas . . . .

    >> Nah, kalau masalah itu tinggal dikembalikan pada diri pribadi masing2 … ^_^

  4. Saya perokok…tapi saya tidak bisa bilang tidak setuju dengan artikel mas..
    Kenapa orang masih membeli rokok padahal jahat..mungkin sama dengan napa orang masih makan jeroan padahal punya penyakit kolesterol…

    Tapi satu hal gua tetap tidak suka dengan orang-orang yang merokok di kendaraan umum…..dddduhhhh ky ga ada tempat aja

    ^_^

    >> ya, memang untuk berhenti adalah masalah proses, dan semoga proses itu dimudahkan, mir. saya pun juga salut pada bapak saya yang anti merokok di tempat umum dan kendaraan umum, padahal beliau termasuk perokok berat.

  5. rokok itu termasuk persoalan maskut anhu (nash mendiamkan), makanya timbul perbedaan pendapat dalam menyelesaikan kasus rokok. ini lumrah terjadi pada persoalan maskut anhu…

    >> insya Allah Mila lebih paham. Thanks atas sharingnya….

  6. sepakat bang saya………..tapi perlu dikaji lebih jauh lagi bang. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. ini kerugian bagi para perokok.

    >> dengan adanya peringatan itu, berarti memang sudah ada penelitian….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s