Don’t Forget: Pemanasan Sebelum Bersepeda

Apapun niat sobat baraya bersepeda, baik olahraga maupun transportasi, bersepeda tetap saja merupakan aktivitas yang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, jika kita bersepeda untuk jangka waktu yang cukup lama akan mengakibatkan rasa pegal-pegal pada bagian leher, kepala, dan punggung. Begitu pula rasa sakit pada bagian sikut dan maaf … pantat. Termasuk juga jika bersepeda pada medan-medan yang lebih berat dari biasanya seperti kegiatan cross country. Pada beberapa kasus, rasa pegal dan sakit itu dapat mengakibatkan kejadian fatal yang sangat berbahaya. Saya pernah menonton pertandingan sepeda kategori downhill yang salah satu pesertanya mengalami patah di bagian sikut karena tidak kuat menahan goncangan hebat saat melewati jalan yang tidak rata. Belum lagi dengan cidera otot akibat kram yang tentu sangat membahayakan pesepeda.

Ya, untuk mengurangi beberapa efek merugikan di atas saat bersepeda, kita dianjurkan untuk melakukan pemanasan. Pemanasan menurut KBBI adalah proses, cara, perbuatan memanasi atau memanaskan. Pada saat akan berolahraga–baik ringan maupun berat–sangat dianjurkan menyediakan waktu untuk warm-up dan cooldown yang dapat mencegah tertariknya otot secara tiba-tiba dan kemungkinan terjadinya cidera. Warm-up atau pemanasan dilakukan sebelum aktivitas sesungguhnya sedangkan cooldown atau pendinginan dilakukan setelahnya. Pemanasan bisa dilakukan dengan gerakan-gerakan ringan yang bertujuan menaikkan detak jantung secara bertahap dan menyiapkan otot agar tidak terlalu kaku terhadap gerakan tiba-tiba saat berolahraga yang dapat mengakibatkan cidera otot. Sedangkan pendinginan yang juga dengan gerakan-gerakan ringan berfungsi untuk menurunkan detak jantung secara bertahap dan juga menurunkan kinerja otot agar tidak terlalu tiba-tiba berhenti. Stretching adalah salah satu cara dari pemanasan yang akan meningkatkan fleksibilitas tubuh, terutama pada otot. Saat ini, juga sudah ada salah satu produk balsem yang bisa digunakan sebagai alternatif pengganti pemanasan.

Gerakan-gerakan ringan seperti yang pernah diajarkan saat Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) ’88 bisa dijadikan patokan untuk pemanasan. Pertama, sobat baraya bisa menggerakkan kepala ke atas-bawah, ke kanan-kiri, miring ke kanan-kiri, berputar ke kanan-kiri dengan jumlah tertentu. Kibaskan kedua telapak tangan secara tak beraturan untuk memberikan relaksasi pada jari. Lalu pusatkan gerakan pada kedua tangan seperti berenang dengan gaya dada. Tarik tangan kanan dengan tangan kiri, begitu pula sebaliknya. Sobat baraya bisa mengkreasi sendiri gerakan ini sesuai kebutuhkan. Ketiga, pusatkan pada kedua kaki. Sobat baraya bisa memulai dengan memutar salah satu telapak kaki dengan bertumpu pada jemari baik ke kanan maupun ke kiri. Lalu, tekuk kaki kanan sementara kaki kiri tetap lurus, kedua tangan bisa ditumpukan pada lutut kaki kanan. Lakukan juga sebaliknya. Sobat baraya juga bisa menarik lutut kedua kaki secara bergantian ke arah dada, sambil berdiri. Terakhir, gerakkan badan dengan memusatkan pada bagian pinggang dan punggung, sekaligus percampuran antara gerakan tangan dan kaki. Sobat baraya juga bisa melakukan sit up atau push up ringan.

Sekali lagi, dalam pemanasan tidak diharuskan memakai gerakan tertentu karena tujuannya memang merangsang kerja otot dan kerja jantung. Yang mungkin harus diperhatikan adalah fungsi beberapa tubuh yang lebih membutuhkan energi maksimal saat bersepeda, misalnya pergelangan tangan, sikut, leher, kepala, pinggang, punggung, lutut, betis, dan lain-lain. Ya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tidak ada salahnya bersiap-siap sedini mungkin dari kemungkinan terkena cidera yang lebih parah. Sebagai penutup, pemanasan juga ditujukan kepada kesigapan tubuh kita saat menghadapi situasi yang tak terduga. Misalnya saja penyalipan kendaraan bermotor di jalan raya, belokan tajam saat menurun tajam, atau bahkan lobang yang tiba-tiba terlihat sudah sangat dekat. Sebenarnya, selain pemanasan juga harus diperhatikan juga skill kita saat bersepeda seperti trackstand, hopping, rocking, rolling balance, straight endo, dll. Namun, hal ini bisa dipelajari secara bertahap setelah sobat baraya telah memulai bersepeda. Semoga bermanfaat.[]

Advertisements

14 thoughts on “Don’t Forget: Pemanasan Sebelum Bersepeda

  1. memang perlu kang …
    biar badan jadi anget2 dikit … (gak nyambung yak 😀 )
    sejatinya pemansan kan melenturkan otot2, spy lemas dan gak kaku 🙂

  2. setiap aktivitas memang harus dimulai dengan pemanasan…
    agar otot2 kita tidak kaget saat kita memulai aktivitas tersebut…

    so pemanasan sangat kita butuhkan ketika kita akan memulai aktivitas…
    baik aktivitas olahraga maupun pekerjaan rumah…

    nice info…
    keep smile…

  3. >> Cara… : Terima kasih juga atas kunjungannya … keep smile too
    >> senny : Ya harus dong, Sen, karena kalau pendinginannya tidak sempurna juga berbahaya. Misalnya, minumnya jangan pakai air es tapi yang sedikit hangat, atau … kalau habis berlari usahakan jalan sebentar/berdiri, jangan langsung duduk apalagi tiduran.

  4. >> zee : Nah, apalagi itu karena bahaya kalau kram pas di tengah kolam/laut. Saya sendiri harus menyiapkan pemanasan 5 menit sebelum nyebur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s