KALPATARU

l-01_kalpataruUntuk mendorong dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup sejak tahun 1980 memberikan penghargaan lingkungan bernama KALPATARU. Penghargaan diberikan kepada masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok yang telah memberikan sumbangsihnya pada upaya pelestarian fungsi lingkungan. Melalui pemberian insentif ini, diharapkan inisiatif masyarakat dalam melestarikan fungsi lingkungan semakin berkembang, khususnya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan di sekitarnya.

KALPATARU berasal dari kata KALPA yang berarti kehidupan dan TARU yang berarti pohon. Secara utuh dimaknai sebagai pohon kehidupan yang mencerminkan tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang. KALPATARU juga dianggap sebagai pohon penghidupan, yaitu pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan (KBBI, Balai Pustaka). Lambang KALPATARU diadopsi dari relief yang terdapat pada dinding Candi Mendut dan Candi Prambanan yang merefleksikan harmonisasi antara hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

Nilai-nilai kearifan yang terkandung pada kegiatan para penerima KALPATARU perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas. Bahkan perlu direplikasikan sebagai model pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan tradisional.

Pengharagaan KALPATARU terdiri dari empat kategori, yaitu (i) Perintis Lingkungan, (ii) Pengabdi Lingkungan, (iii) Penyelamat Lingkungan, dan (iv) Pembina Lingkungan. Kategori pertama diperuntukkan bagi seseorang bukan pegawai negeri dan bukan tokoh organisasi formal, yang secara luar biasa berhasil merintis pengembangan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup, selain itu kegiatan yang dilakukan bersifat sama sekali baru bagi daerahnya. Kategori kedua diperuntukkan bagi petugas lapangan atau pegawai negeri yang mengabdikan diri pada usaha pelestarian lingkungan dan telah jauh melampaui tugas pokok dan fungsinya (beyond the call of duty), di antaranya adalah PNS, TNI/Polri, Petugas Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll. Kategori ketiga diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang secara bersama-sama berhasil melakukan penyelamatan fungsi lingkungan hidup. Sedangkan kategori keempat diperuntukkan bagi pengusaha atau tokoh masyarakat yang mempunyai prakarsa dan pengaruh untuk membangkitkan kesadaran dan peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Calon penerima KALPATARU sekurang-kurangnya harus memenuhi persyaratan umum yang antara lain adalah (i) kegiatan yang dilakukan atas prakarsa atau inisiatif sendiri, (ii) telah menunjukkan dampak positif pada pelestarian lingkungan hidup, (iii) berdampak membangkitkan kesadaran masyarakat sekitarnya, dan (iv) minimal telah dilakukan selama 5 tahun dan telah ditiru oleh orang atau kelompok lain. Calon dapat diusulkan oleh perorangan atau kelompok, misalnya pers, organisasi swadaya masyarakat, institusi pemerintah, pejabat swasta, dan masyarakat luas. Melalui mekanisme dalam Dewan Pertimbangan yang mempunyai otoritas independen, usulan yang disampaikan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup dinilai dan kemudian perorangan atau kelompok yang layak menerima penghargaan KALPATARU ditentukan.[]

Sumber: Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Advertisements

5 thoughts on “KALPATARU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s