Power of Blind

Saat bersepeda,  saya pernah melihat sesuatu yang mendebarkan di jalan raya, tepatnya di dekat perempatan Jl. Ahmad Yani – Jl. Supratman, pada pagi hari. Seorang tuna netra dengan langkah pasti menyeberangi Jl. Ahmad Yani yang padat tanpa bantuan seorang pun. Otomatis, kendaraan yang lalu-lalang, baik beroda dua maupun beroda empat pun berjalan perlahan-lahan agar orang buta itu minimal tidak terserempet. Luar biasa!

Apa yang bisa ditangkap dari kejadian itu?

Sesuatu yang ada di dunia memiliki dua sisi yang saling berseberangan, seperti halnya ada hitam dan putih. Orang yang tuna netra pun bisa seperti itu. Kekurangannya sudah jelas, yaitu tidak dapat melihat. Namun di balik itu, masih tersimpan kelebihan yang mungkin tidak terkirakan oleh akal manusia. Kalau kita menilik sejarah superhero Indonesia ke belakang, kita mengenal Si Buta dari Goa Hantu. Kendati buta, tetapi dia memiliki pendengaran yang sangat tajam, bahkan melebihi pendengaran orang normal. Begitu pula dengan Dare Devil yang merupakan superhero Barat. Atau dalam dunia nyata, kita lihat penyanyi seperti Stevie Wonder yang suaranya begitu merdu, termasuk pedangdut Ona Sutra jika sobat baraya senang dengan musik dangdut.

Sobat baraya bisa memakai ilmu kebutaan untuk menapak hidup yang jauh lebih baik lagi. Saat kita takut, secara otomatis mayoritas dari kita akan segera menutup mata. Paling tidak, beberapa orang saat menonton film horor tanpa sadar akan memejamkan mata atau menutup matanya pada adegan yang menegangkan. Menutup mata atau membutakan diri, secara tidak langsung memberikan kenyamanan untuk tidak melihat hal-hal yang membuatnya takut. Sama dengan orang yang menutup telinga saat mendengar sesuatu yang tidak mengenakkan atau menyakitkan. Begitu pula dengan orang yang menyeberang jembatan yang sangat tinggi, keberaniannya akan muncul saat dirinya tidak perlu melihat ke bawah, tetapi cukuplah dengan melihat ke depan atau membayangkan sesuatu yang sangat menyenangkan.

Jadi, sudah saatnya kita membutakan diri sesaat untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Butakanlah penglihatan kita, pendengaran kita, perasaan kita, atau ketidaknyamanan kita. Seseorang yang baru lulus sarjana dan belum mendapatkan pekerjaan yang cocok bisa membutakan rasa malunya untuk, misalnya, berdagang kupat tahu di pinggir jalan atau menjadi sales keliling menawarkan barang-barang elektronik. Bagaimana mungkin kita men-judge pekerjaan itu hina jika kita belum pernah menjalaninya? Mungkin saja itu jalan hidupnya yang harus dilewati sebelum meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Butakanlah diri kita dengan cara membuang keegoisan kita yang mungkin terlalu tinggi demi sesuatu yang luar biasa di depan sana, sesuatu yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Pandangan orang buta yang pertama diceritakan sudah jelas-jelas gelap. Yang ada hanyalah suara kendaraan yang lalu-lalang di sekitarnya. Jadi, apa lagi yang ditakutkannya selain berjalan secara konstan dengan harapan para pengendara mau bertenggang rasa terhadap dirinya. Saya yakin orang buta itu mempunyai rasa takut saat menyeberang. Akan tetapi, rasa takut itu dibutakan demi tujuan yang lebih berarti, yaitu dia bisa menyeberang jalan dan bisa melanjutkan perjalanannya yang belum usai.

Jadi, sudah siapkah sobat baraya untuk membutakan diri?[]

Advertisements

10 thoughts on “Power of Blind

  1. bener2 memberikan inspirasi neh ..
    dengan memahami itu, secara naluri, diri kita akan dibuat tenang tanpa memikirkan sesuatu yang akan menghambatnya 🙂

  2. Postingan yang bermanfaat untuk pagi hari bang aswi.

    Saya ini termasuk penggemar sinetron si buta dari goa hantu lho… yg dulu suka putar di tv. 😀

  3. eh sama donk. pagi2 tadi saya juga ketemu orang buta yang buka panti pijat di deket kos. dia bawa anaknya yg masih kecil. walaupun anaknya jalan kemana-mana, tapi tetep diarahkan oleh dia. padahal dia ga bawa tongkat.

    kayaknya emang deh, walaupun dicabut salah satu inderanya, tapi 4 indra lain nambah tajam.

  4. >> afwan : Ya, ini memang naluriah.
    >> suwung : Itu diserahkan sepenuhnya kepada si penabrak, si buta, dan polisi ^_^
    >> antown : Ya, menarik tapi basic saya otodidak. Kolaborasi yuk, Town.
    >> zee : Kalau saya kurang suka dengan sinetronnya, tapi penggemar berat komiknya hehehe….
    >> dKazuma : Dulu juga saya kos di daerah Cisitu, bertetanggaan dengan seorang tuna netra yang ahli pijat. Saya sangat mengaguminya, sampai ingin tahu bagaimana dia mendapatkan istri yang sangat cantik (normal) ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s