Mari Berdoa dan Berusaha

Sampai kapan pun permasalahan hidup tidak akan pernah selesai. Entah itu sakit, kehilangan, masalah rumah tangga, ekonomi, termasuk dengan masalah cinta. Ya, permasalahan itu selalu menghantui kita. Layaknya perampok yang siap menghadang di tengah jalan sepi. Betul-betul mengerikan!

Sudah saatnya (dan harusnya sudah sedari dulu) kita terus berdoa dan berusaha, kemudian memberikan stimulus agar lingkungan yang ada di sekitar kita (terutama keluarga, syukur-syukur bisa sampai ke tetangga dan masyarakat luas) bisa ikut berdoa dan berusaha.

Mengapa saya meletakkan kata ‘berdoa’ lebih dahulu daripada ‘berusaha’? Banyak yang tidak tahu, atau mungkin sudah terpengaruh dengan budaya masyarakat yang ada. Kebanyakan dari kita (saya sendiri pun sering) selalu memulai sesuatu dengan berusaha. Jika sudah berusaha, barulah kita berdoa. Pasrah adalah nama lainnya. Tidak salah, tetapi hasil akhirnya sudah pasti berbeda.

Silakan buka Al-Quran Surat Al-An’âm [6] ayat 17-18 yang isinya saya yakin kalau semua yang muslim mengakuinya, bahwa hanya Allah-lah Yang Maha Penolong. Tidak ada selain-Nya yang bisa menolong kita di dunia ini. Kalaupun ada orang lain atau bentuk lain (entah instansi tempat kita bernaung maupun asuransi), itu hanyalah sarana dari Allah saja. Jadi, berdoalah kepada Allah tentang masalah yang kita hadapi seperti harga-harga yang naik, penyakit, hutang, dan lain sebagainya.

Bermuhasabahlah! Kita telusuri apa penyebabnya. Pemerintahkah? Orang lainkah? Atau jangan-jangan diri kita sendiri? Jika kita yang salah, segeralah bertaubat. Selama ruh belum sampai ke tenggorokan, pintu taubat masih terbuka lebar. Dan muhasabah yang paling baik adalah di tengah malam, dengan berwudhu dan di atas sajadah. Kita shalat Tahajud, kita shalat Hajat, kita shalat Istikharah.

Jika kita sudah dekat sama Allah, insya Allah akan ada petunjuk mana yang terbaik buat kita. Besoknya kita bisa berikhtiar atau berusaha. Selama berusaha, dijamin Allah selalu ada untuk menunjukkan mana yang baik dan mana yang berkah. Jika tujuan kita tercapai, alhamdulillah. Tapi jika tidak dan masalah masih saja ada, minimal kita sudah ‘merasa’ tenang karena jalan yang kita tempuh sudah benar. Jangan pernah berputus asa!

Bangunlah iman di hati, iman di dada, iman di alam pikiran. Iman akan kuasa dan pertolongan Allah. Bolehlah putus asa disebut sebagai bagian kecil tanda menghilangnya iman. Tidak ada masalah yang lebih besar dari kebesaran dan kuasa Allah. Tidak ada. Semua permasalahan manusia masih terlalu kecil bila disandingkan dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Yang harus dikhawatirkan adalah bukan pada tidak ketemunya jalan keluar bagi setiap kesulitan dan kesusahan kita dan bukan pada ada tidaknya penawar bagi kedukaan dan penderitaan kita. Bukan! Itu terlalu kecil kalau kita mau menyadari dan membuka hati buat-Nya. Dan itu juga masih terlalu kecil karena segala permasalahan yang ada ‘cuma’ urusan dunia. Bukankah urusan negeri akhirat yang harus kita khawatirkan?

Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa yang harus kita khawatirkan adalah (1) Hilangnya iman, hilangnya kesabaran, dan hilangnya kebersyukuran gara-gara Allah hidangkan kesulitan di depan mata kita; (2) Kita tidak mampu menyadari pesan yang Allah kirimkan melalui serangkaian kesusahan hidup; (3) Bahwa di dunia ini hidup kita hanya sebentar alias sesaat saja; (4) Permasalahan dan kesusahan yang kita terima mungkin karena kita kurang sabar, kurang bersyukur, kurang ridha, dan kurang ikhlas menjalani kehidupan yang buram.

Marilah kita mulai berdoa: untuk diri kita sendiri, untuk keluarga kita, untuk saudara kita, untuk tetangga kita, untuk negeri kita, untuk pemimpin kita, untuk ulama kita, tanpa mengecualikan Rasulullah saw., keluarganya, dan para sahabatnya. Jika sudah berdoa, berikhtiarlah dengan sempurna. Insya Allah jalan kita akan semakin dimantapkan dan dimudahkan. Amin. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak enak dibaca dan menyinggung perasaan. Tulisan ini dibuat untuk mencambuk diri saya pribadi yang terlalu sering khilaf terhadap diri, keluarga, saudara, dan masyarakat di sekitar.[]

Advertisements

7 thoughts on “Mari Berdoa dan Berusaha

  1. >> afwan : Mari berdoa sebelum berusaha.
    >> bamzz : Syukron, saya tinggal di Bandung.
    >> Ade : Yukkk!
    >> rizal : Amiiin….
    >> suwung : Hehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s