Situ: Alami atau Buatan?

Kejadian jebolnya Situ Gintung beberapa waktu yang lalu cukup mengejutkan kita semua. Tidak hanya korban materi yang nilainya tidak sedikit, tetapi juga korban jiwa yang membuat kita harus merenung dalam-dalam betapa hidup ini tidak selamanya adem ayem saja. Betapa hanya kejadian yang beberapa menit saja, segalanya menjadi tak berarti apa-apa. Bahkan, rumah Kak Seto pun tidak luput dari bencana itu.

Situ merupakan salah satu sumberdaya perairan umum yang mempunyai potensi strategis dan manfaatnya bersifat serbaguna baik secara ekologis maupun ekonomis. Perlu diketahui bahwa situ telah menjadi kawasan lindung setempat berdasarkan Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990.

Situ adalah genangan air dalam suatu cekungan di permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya bersumber dari air permukaan dan atau air tanah. Ukuran situ relatif lebih kecil dibanding danau, serta tergolong ke dalam ekosistem perairan air tawar terbuka dan dinamis. Kuantitas dan kualitas airnya berhubungan dengan tata air dan drainase wilayah serta dipengaruhi oleh tipe pemanfaatan badan air situ dan pemanfaatan lahan di dalam wilayah tangkapannya.

Ditinjau dari morfologi dan hidrologinya, situ merupakan salah satu bentang alam berupa cekungan yang berisi air. Bentukan seperti ini, menurut Hidore (1974) merupakan bentuk morfologi terdepresi yang terisi air dengan material kedap air atau karena dasar situ lebih rendah dari permukaan air tanah. Hal tersebut terjadi karena jumlah air yang masuk lebih besar dari jumlah yang keluar (Sandy, 1985: 88), sehingga air yang masuk pada sebuah cekungan di permukaan bumi/depresi permukaan tertampung sebagai situ dengan sumber airnya relatif stabil.

Situ merupakan salah satu perairan yang berada di daratan (inland water). Secara alamiah situ mempunyai kawasan tandon air yang dibatasi oleh tanggul yang merupakan daerah peralihan (ekoton) antara ekosistem perairan dan daratan. Secara fisik, komponen pembentukan tipologinya dibagi dalam tiga bagian, yaitu medium tampungan sumber daya, daerah peralihan atau penyangga (buffer zone), dan daerah tangkapan air (catchment area).

Karakteristik perairan menggenang seperti situ, volume perairannya dipengaruhi oleh musim. Selain itu volume air situ relatif lebih stabil dibandingkan dengan perairan mengalir, serta tingkat aliran airnya relatif kecil sehingga substrat dasarnya dapat berupa lumpur halus. Tingkat kesuburan perairan situ cenderung lebih tinggi dibandingkan perairan mengalir. Ekosistem perairan situ merupakan daratan sistem terbuka, menggenang (Bayli, 1981) yang terdiri dari zona littoral dan limnetik.

Situ memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai tempat parkir air dan sekaligus sebagai kawasan resapan. Fungsi lainnya adalah untuk mengurangi volume air permukaan (run off) yang tak tertampung dan menjadi penyebab banjir atau genangan. Pada kondisi tertentu, situ dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik, pengimbuh (recharge) air pada cekungan air tanah, serta penahan intrusi air asin. Fungsi situ-situ di Jabodetabek antara lain sebagai irigasi (44%), tandan air/reservoir (31%), pengendali banjir (10%), perikanan (8%), wisata alam (3%), dan lain-lain (4%).

Manfaat badan air situ secara ekologis adalah sebagai sistem penyerapan air dan tandon air serta keberlangsungan proses ekologis di dalamnya. Sedangkan manfaat sosio-ekonomis sudah dijelaskan di atas, yaitu antara lain sebagai cadangan sumber air bersih, pengendali banjir, irigasi, sumber penyedia protein dari sektor perikanan darat, sebagai sarana rekreasi, dan lain sebagainya.

Jadi, apa (dan siapa) yang salah sehingga Situ Gintung malah menjadi penyebab bencana yang sangat mengenaskan?[]

Advertisements

4 thoughts on “Situ: Alami atau Buatan?

  1. Tidak peduli alami atau buatan yang penting apabila berguna situ seharusnya dijaga. Bukan hanya dari pemerintah saja namun dari rakyatnya juga. Betul kan Sob?

  2. Sintetis….Alami…Pokoknya…memang semua tergantung pemanfaatan. jadi semua harus di irit dalam pemanfaatannya…

  3. >> Ade : Itu juga betul, De, mengingat ada Situ Bagendit yang merupakan legenda Sunda. Tetapi kalau bahasa Sunda yang benar adalah TASIK.
    >> Q11901 : Begitulah, semua pihak harus merasa bertanggung jawab menjaganya.
    >> popo : Yuk, kita jaga bersama….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s