My First Online Experience

<jane> a/s/l
<aswi> a/s/l?
<jane> age, sex, location
<aswi> oh, i’m sorry. i’m new on this…
<jane> its ok!
<aswi> I’m 20 years, male, Indonesia.
<aswi> what about u?
<jane> 22, f, usa
<aswi> wow!
<jane> where is indonesia?
<aswi> sout east asia
<aswi> mmm … do u know BALI?
<jane> i know that!
<jane> bali is the beautiful island, isn’t it?
<jane> i want to go there…
<aswi> well … BALI is the part of Indonesia
<jane> oic …
<aswi> ???

Kurang lebih, begitulah hasil chatting pertama saya dengan seseorang di dunia maya yang bernama Jane (sebut saja begitu karena saya sendiri sudah lupa dengan siapa saya chatting pertama kali). Peristiwa itu terjadi pada akhir tahun 1996, di pojokan ruang Himpunan Mahasiswa Farmasi, kampus ITB. Beruntung sekali saya menjadi bagian dari mahasiswa ITB yang dapat menikmati fasilitas internet gratis (mungkin yang pertama kali di Indonesia untuk kategori universitas).

Bersama dengan rekan-rekan himpunan yang takjub dengan dunia baru bernama internet, saya pun menelusurinya berhari-hari setelah kuliah atau praktikum menggunakan Netscape sebagai browser-nya. Situs-situs yang terkenal saat itu hanya sebatas Amazone, America Online (AOL), dan search engine semacam AltaVista atau Excite. Yahoo! sudah ada (karena diluncurkan pada tahun 1996) tetapi belum saya kenal, sedangkan Google belum ada karena baru ditemukan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1998. Fasilitas email gratis juga baru dipegang oleh Eudoramail dan Lycos.

Fasilitas online yang pertama saya gunakan adalah chatting melalui situs AOL. Sangat berbeda dengan M-Irc yang saat itu belum ada (apalagi YM), untuk bisa chatting maka kita harus mengakses situs yang bersangkutan, lalu mencari siapa saja yang online dan selanjutnya terserah sobat baraya akan chatting dengan siapa. Yang jelas, saya begitu menikmati fasilitas chatting ini sebagai bahan pembelajaran bahasa Inggris, termasuk beberapa istilah ‘aneh’ yang baru saya dengar semacam ‘a/s/l’, oic (oh i see), gtg (got to go), brb (be right back), asap (as soon as possible), dan lain-lain. Saya pun pernah melacak apakah ada orang Indonesia yang chatting di AOL, ternyata tidak ada (atau bisa dikatakan sangat jarang). Ya, mungkin juga kenapa dinamakan America Online bukan Indonesia Online ^_^.

Setelah jenuh dengan dunia chatting, saya pun mulai beralih pada dunia email setengah tahun kemudian. Saya pun mendaftarnya di Eudoramail, Lycos, dan beberapa situs penyedia email gratis yang saya lupa lagi nama-namanya karena begitu asyiknya surat-suratan yang tidak mengenal dunia perangko dan tentu saja ‘nggak pake lama’. Dari dunia internet itu pula saya mengetahui betapa negara Indonesia belum begitu dikenal oleh masyarakat Barat. Hanya Bali yang namanya sudah melanglangbuana sebagai salah satu ‘pulau surga’ setelah Hawaii. Padahal, Bali adalah salah satu pulau dari beribu-ribu pulau yang ada di negara yang kemerdekaannya diperjuangkan sendiri (tanpa bantuan siapa pun termasuk PBB) melalui proses diplomatis yang rumit dan negara yang sudah memiliki satu bahasa nasional sendiri (tanpa diiringi oleh bahasa nasional kedua). Negara yang bernama Indonesia. Siapa juga yang tidak kesal kalau nama negaranya tidak dikenal?!

Setelah itu, saya pun mulai belajar HTML (Hypertext Markup Language) dari Netscape yang memang menyediakan fasilitas bagaimana membuat website. Oleh karena saat itu belum ada situs yang menyediakan membuat website gratis, ilmu saya pun hanya selesai sampai di situ saja. Pada saat Microsoft mengeluarkan FrontPage, saya pun mulai lagi belajar HTML sampai akhirnya berhasil mengeluarkan situs sendiri karena adanya fasilitas website gratis yang disediakan oleh Geocities (yang waktu itu belum diakuisisi oleh Yahoo!). Sungguh beruntung bahwa pada saat ini kita sudah diperkenalkan dengan sistem CSS yang tidak perlu rumit-rumit meng-update tampilan situs saat memasukkan entri terbaru seperti pada HTML.

Pada saat hampir semua masyakarat tergila-gila dengan internet (yang didukung oleh menjamurnya warnet) melalui chatting via M-Irc, situs porno, google, dan game online, saya malah mengalami kebosanan berinternet kecuali fasilitas email yang masih saya anggap penting. Begitu pula termasuk dengan wacana blog yang diperkenalkan oleh Peter Merholz pada tahun 1999 dan mulai menjamur pada tahun 2004-2006 (Technorati bahkan mencatat pada tahun 2006 bahwa pembuatan blog dilakukan tiap detik setiap hari sehingga wajar saja kalau majalah Time memilih “You” sebagai Person of The Year pada tahun yang sama). Saya sendiri baru memulai membuat blog pada Oktober 2006 di Friendster, namun tidak dilanjutkan lagi. Saya baru aktif kembali bermain blog pada Juli 2007 di Multiply hingga sekarang melalui domain sendiri yang tidak gratis.

Nah, bagaimana dengan pengalaman online sobat baraya yang pertama kalinya?[]

Advertisements

8 thoughts on “My First Online Experience

  1. Sama saya beruntung jd mahasiswa Poltek Malang..Saya sama sekali gk tw html…..dan ap itu blog…blog pertama saya yg dlu ada adsense nya dan sekarang udah di banned..untung earn lum bnyak krg lebih sekitar $5r..dan saya bermain di blogspot dlu nih alamatnya http://www.todaynews-popo.blogspot.com. sy ngeblog dari 2008. ampe skrg saya punya domain sendiri……
    sya lo chat ampe skrg gk bs pke MIRC… biasanya pke YM or FB
    Hebat mas nih bkin web harus berjuang dlu…Jadi emg dr dlu Bali terkenal…

    >> semuanya memang berproses.

  2. kalo gak salah saat itu saya kenal internet tahun 98-2000an. lupa tepatnya kapan tapi yang jadi pingin ketawa karena ongkos sewa internet saat itu mahal jadi kita dengan beberapa orang hanya sewa satu kompie wkwkwk….

    yang dibuka pertama kayaknya webny rcti

    >> betapa untungnya saya bisa online tanpa warnet.

  3. Saya kenal internet tahun 99 gt deh……..
    Krn udah tamat kuliah dan malas ngeband lg, mulai deh kenal internet. Dan terus jadi pecandunya sampe skrg 😉

    >> saya juga dulu nge-band….

  4. aku juga pernah kursus frontpage 600ribu 6 pertemuan doank..haaa..karena bukan backgroundnya aku malah gak mudeng sama sekali…

    >> insya Allah ada manfaatnya….

  5. Wah… 1996. Kalo dulu aku baru 1998 kayaknya. Pas kelas 2 SMA. 2 taun lebih lama daripada bang aswi. Telat bgd yak… Taun 1996 itu masih make wordstar dan lotus 123. Mwakakakaka…

    >> Yang penting bisa dimanfaatkan.

  6. Kalo saya dulu karena diajakin sama temen yang anak kuliahan, pertama sih hanya liat-liat aja. Trus diajarin buat email n fs dan akhirnya bisa ngenet sendiri tanpa ditemanin lagi sama teman saya itu.

    >> ihwan : semuanya selalu ada proses ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s