Label Black & White

Desain bisa jadi adalah hobi saya yang paling esensi ketimbang menulis, mengedit, atau bersepeda sekalipun. Tanpa disadari, darah seni sudah mengalir di dalam darah saya sejak kecil. Kalau dirunut, Bapak adalah pekerja seni yang kreatif. Kendati dilahirkan di desa paling ujung Wonosobo dan sehari-hari hanya mengangon kambing yang tidak seberapa, tetapi beliau berhasil menjadi orang kota dengan bekerja di PLN. Pekerjaan sehari-harinya adalah mengelas besi sehingga tak heran kalau hampir semua perabotan di rumah kami terbuat dari besi yang dilasnya sendiri, baik itu tempat tidur, meja, kursi, hingga beberapa perkakas semacam palu dan lain-lain. Menjelang pensiun, beliau tergabung dalam grup karawitan yang pernah manggung di TMII sekaligus memantapkan diri sebagai penulis kaligrafi aksara jawa yang mumpuni.

Ibu yang hanya lulusan SMP pun tak jauh berbeda. Dari beliaulah saya bisa melempar tiga bola secara harmonis layaknya pemain sirkus. Beliau juga tergabung dalam grup karawitan yang diikuti Bapak dan dipercaya memegang bonang. Aktivitas beliau cukup banyak di beberapa organisasi seperti dharma wanita, pengajian, klub olahraga, maupun arisan. Mas Heru, kakak pertama, adalah pemuda panutan di usianya yang masih muda. Selain aktif di beberapa organisasi semacam KNPI, rohis, karang taruna, dan lain-lain, beliau adalah pemain gitar yang andal. Tidak hanya itu, beliau pun pernah menyabet juara 1 dalam lomba Agustusan mirip artis (Atiek CB) yang tentu saja untuk meramaikan acara heureuy.

Mbak Eni, kakak kedua, adalah perajut ulung yang saya kenal. Dari beliaulah saya tertarik untuk belajar merajut. Kini, beliau boleh terbilang jago memasak sehingga bisa berdagang di depan rumah untuk membantu suaminya yang dinas di Angkatan Laut. Mas Tri, kakak ketiga, adalah pemain gitar yang juga jago. Dari beliaulah saya tertarik dengan dunia band yang sempat saya gandrungi bertahun-tahun, termasuk bagaimana belajar gitar secara otodidak. Gitar kopongnya, waktu saya masih belajar, adalah yang termahal dan paling unik. Kini, beliau menjadi seniman mesin otomotif hingga kemudian dikirim ke Jeddah untuk menangani pabrik mobil Jepang yang ada di sana. Mas Yoyok, kakak keempat, adalah penulis kaligrafi andal sekaligus pelukis yang selalu berada di atas saya dalam perlombaan. Kendati masa remajanya tidak bisa naik sepeda, saat ini beliau termasuk andal bersepeda motor dibandingkan saya dan menjadi seniman mesin di sebuah perusahaan baja.

Fitri, adik bungsu, adalah seorang penari saat masih remaja. Dia sering mengikuti kejuaran modern dance hingga dipercaya sebagai anggota paskibra saat masih SMA. Kecerdasannya pula yang bisa mengantarkannya berkuliah di IPB tanpa tes alias lewat jalur PMDK. Kecerdasan dan keuletannya pula hingga berhasil ke Hongkong sebagai reward atas prestasinya di tempat kerja. Saya sendiri malah belum pernah ke luar negeri, bahkan ke luar Pulau Jawa sekalipun. Ya, saya memang berasal dari keluarga seniman dan saya bangga dengan itu. Hampir semua kemampuan yang saya miliki belajar dengan cara otodidak. Dari skala ilustrasi manual hingga ke skala software tertentu, termasuk belajar fotografi yang saya gandrungi waktu menjadi mahasiswa.

d-05_blackwhite

Logo di atas adalah label yang saya buat pada tahun 2008. Waktu itu saya bermimpi memiliki label kaos sendiri dengan merek “Black & White”. Ya, saya bermimpi memilik label kaos yang hanya memproduksi kaos putih dan hitam saja dengan gambar-gambar yang juga hanya hitam dan putih. Artinya, kaos putih hanya bergambar hitam dan kaos hitam hanya bergambar putih. Masalahnya, apakah mimpi saya itu bisa menjadi kenyataan di masa yang akan datang? Kita lihat saja nanti ya….[]

Advertisements

17 thoughts on “Label Black & White

  1. Sebuah keluarga yang sangat luar biasa.

    Panjenengan pasti sangat bahagia, dan saya yakin pasti mewujudkan mimpinya. Amin.

    Selamat berjuang.

  2. bang, sebaiknya ide harus sesegera mungkin diwujudkan.
    sekarang banyak yg suka nyuri ide….

    sukses selalu ya…. semoga tercapai keinginannya.

  3. Mas ini orang Jember ya… q pernah liat Distro yang pke nama Black or White..di Jember…mungkin salah lat aj diriku…semngat mas……lo q pngen lulus kuliah dulu….

  4. >> yangputri : Sama2, thanks juga sudah mampir….
    >> Puspita : Terima kasih, sampai sekarang pun saya berusaha untuk membahagiakan keluarga.
    >> BO : Sukses juga buat Anda.
    >> zee : Betul, tapi yakin juga bahwa yang murni pasti akan menang ^_^ Terima kasih….
    >> popo : Bukan, dan lagian saya belum buka. Mungkin kebetulan sama aja idenya….
    >> AeArc : Hehehehe … bisa saja!

  5. waaaa enak ya kalo udah berdarah seni…
    gambar apa aja yang dikerjain… jatuhnya pasti berseniii deee…

    kalo aku…. kok jatuhnya malah norak yaaa… hehehe….

  6. >> mela : Saya kira orang yang terjun ke dunia seni tidak harus mempunyai darah seni karena seni–sama halnya dengan menulis–bukanlah sebuah bakat, tetapi sesuatu yang dilatih secara terus menerus.
    >> aditya : Idem. Terima kasih sudah berkunjung, tetapi blog ini tidak punya fasilitas link. Yang penting, siapa pun yang berkunjung ke blog ini dapat mengetahui link Adit ^_^
    >> paranormal : Bukan hanya itu, ada panas dan dingin juga. Semuanya selalu mempunyai ‘opposite’.

  7. Wah.. mantap Mas.. Aku juga pernah ngebayangin mau bikin kaos merek “Blue & White”.. beneran nih.. soalnya aku suka warna biru..

    Salam Sukses Mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s