YUK, MENULIS! SIAP?

Bisa jadi ini konsep tersederhana yang pernah dibuat, tetapi mudah-mudahan hal ini tetap bisa menjadi penyemangat buat sobat baraya yang akan/sudah menisbahkan diri sebagai penulis. Dan bukan kebetulan kalau konsep ini ditulis berdasarkan pengalaman saya.

Pre-Writing adalah konsep pertama sebelum sobat baraya terjun menjadi seorang penulis profesional.
Y : akinkan Diri
U : bah Paradigma
K : enali Diri

Ya, sebelum sobat baraya terjun bebas menjadi seorang penulis profesional, sudah selayaknya untuk meyakinkan diri bahwa sobat baraya mempunyai keinginan yang kuat dan mampu. Tanpa adanya keyakinan diri yang kuat, sulit untuk menjadi seorang penulis (apalagi profesional). Banyak sekali rintangan yang menghadang dan semua itu terus menyerang sobat baraya dari segala penjuru.

Apabila sudah yakin, ubahlah paradigma sobat baraya tentang dunia menulis. Ubah paradigma bahwa seorang penulis itu gampang kaya, tidak capai, lumayan santai, terkenal, bayarannya tinggi, dan segala tetek-bengek yang membuat angan-angan sobat baraya terbuai. Tidak salah kalau sobat baraya menganganinya, tetapi belum waktunya. J.K. Rowling, Habiburrahman El-Shirozy, dan Andrea Hirata mungkin sudah membuka peluang itu, tetapi mereka hanyalah 1% (bahkan kurang) dari jumlah penulis di dunia yang berhasil. Selebihnya, tak jarang yang berputus asa dan mengambil jalan pintas yang tidak diharapkan oleh semua orang. So, semangatlah dalam belajar menulis. Bekerja keraslah dan pantang menyerah.

Setelah meyakinkan diri dan mengubah paradigma, kenali diri sobat baraya. Siapa sobat baraya sebenarnya, apa kekuatan sobat baraya, apa kelemahan sobat baraya, dan apa keinginan sobat baraya yang sebenarnya. Dengan konsep pengenalan diri, akan membuat sobat baraya lebih mudah membuat strategi-strategi matang akan menulis apa dan akan terjun dalam dunia menulis yang mana. Lebih baik menguasai konsep tulisan pada satu bidang tertentu yang sobat baraya kuasai daripada mencoba menulis yang tidak berdasarkan siapa diri sobat baraya, sehingga bisa membuat sobat baraya lelah dan bahkan tumbang di tengah jalan). Apakah nantinya sobat baraya ingin terkenal sebagai seorang cerpenis, novelis, penulis skrip, penulis how to, dan lain-lain, sobat baraya sendirilah yang mengonsep ingin menjadi penulis yang bagaimana.

Writing adalah konsep kedua setelah sobat baraya yakin untuk terjun bebas sebagai seorang penulis profesional. (Silakan lihat juga di sini)
M : embaca
E : tika
N : aluri
U : njuk Diri
L : atihan
I : de
S : udah?

Sepertinya tidak perlu dijelaskan secara mendetail pentingnya membaca bagi seorang penulis. Membaca adalah modal awal seorang penulis. Bagaimana mungkin seorang penulis bisa dikenal kalau dia sendiri tidak mau membaca? Bagaimana mungkin tulisannya bisa dibaca orang lain kalau dia sendiri tidak mau membaca karya orang lain?

Etika adalah dasar pemahaman bagaimana menjadi penulis yang baik di mata semua orang, yang tidak hanya selalu berhubungan dengan gaya tulisan. Bagaimana sobat baraya berhadapan dengan penerbit, bagaimana sobat baraya berhadapan dengan editor, bagaimana sobat baraya berhadapan dengan rekan-rekan di penerbitan maupun percetakan, bagaimana sobat baraya berhadapan dengan audiens saat diundang sebagai pembicara, bagaimana sobat baraya berhadapan dengan fans nantinya, bagaimana sobat baraya berhadapan dengan para kritikus yang baik atau bahkan yang jahat sekalipun, dan bagaimana-bagaimana nantinya yang mungkin tidak pernah sobat baraya bayangkan sebelumnya. Semua itu berbaur menjadi dunia sobat baraya yang entah. Sanggupkah sobat baraya?

Seberapa tajam naluri sobat baraya sebagai seorang penulis? Apakah insting sobat baraya seorang penulis sudah terasah tajam? Inilah pentingnya dan bagaimana menjaga naluri atau kepekaan sobat baraya terhadap dunia ini. Ketajaman naluri sobat baraya terhadap lingkungan akan semakin mempertajam dan memantapkan sobat baraya sebagai penulis yang profesional. Sobat baraya ingin menulis di media massa tentu harus jeli melihat situasi terkini agar tulisan sobat baraya up-to-date. Naluri sobat baraya melihat peristiwa yang bisa jadi sama bagi beberapa orang tentu akan bernilai lebih kalau sobat baraya bisa mengolahnya dengan cara yang berbeda, unik, atau tak biasa. Asahlah naluri ini agar ketajamannya terus terjaga.

Apabila sobat baraya ingin menjadi penulis profesional yang salah satu syaratnya adalah dikenal, tidak ada jalan lain selain menunjukkan diri bahwa sobat baraya memang seorang penulis. Bagaimana mungkin seorang penulis merasa malu kalau karya tulisnya dibacakan atau dimuat pada media cetak? Bagaimana mungkin sobat baraya menjadi seorang penulis kalau sobat baraya sudah segan menunjukkan karya sendiri pada orang lain untuk dikritik? Ya, tidak ada jalan lain selain menunjukkan diri bahwa sobat baraya memang seorang penulis profesional dan siap dengan segala konsekuensinya. Mulailah dengan menunjukkan karya sobat baraya pada saudara atau teman terdekat agar karya itu semakin matang dan semakin berisi. Jangan merasa malu!

Latihan adalah segalanya dan tanpa latihan, seseorang bukanlah siapa-siapa. Sobat baraya ingin menjadi perenang maka berenanglah (kalau perlu setiap hari) agar sobat baraya memang benar-benar ingin menjadi seorang perenang. Berlatihlah menulis kalau sobat baraya ingin menjadi penulis. Tidak ada alasan kuat untuk tidak menulis setiap hari kalau sobat baraya sudah terjun bebas menjadi penulis profesional. Latihan tidak hanya membuat ketajaman tulisan sobat baraya semakin mantap, tetapi juga membuat sobat baraya semakin dikenal sebagai seorang penulis yang terus menjaga konsistensi atau ritme menulisnya.

Banyak yang mengatakan kalau ide kadang-kadang susah dicari atau sempat mengalami kementokan ide alias buntu. Beberapa juga mengatakan ide itu sudah tersebar di mana-mana. Kalau saya sendiri, ide itu sama seperti rezeki, sudah tersebar di mana-mana. Tinggal bagaimana kita memungutnya dan mengelolanya dengan baik dan bijak. Kehilangan mood atau kehilangan ide bukanlah sebuah alasan. Semakin kita memprogram menulis tiap hari, ritme menulis kita akan terbentuk dan pada akhirnya menyadari bahwa banyak sekali ide di luar sana yang bisa dijadikan (hanya) satu tulisan. Carpe diem! Raihlah sebelum kesempatan itu lewat dan hangus begitu saja.

Sudah cukupkah itu semua? Belum. Masih banyak yang bisa dan terus dilakukan. Menulis adalah pekerjaan seumur hidup sehingga kita tidak perlu mengetahui (dan buang jauh-jauh) adanya istilah mantan penulis. Menulislah selama nyawa masih bersemayam dalam jasad dan menulislah sesuatu yang bermanfaat agar manfaatnya terus masuk dalam ladang amalan kita kendati sudah tiada. Amiiin. Masih banyak cara lain agar sobat baraya bisa menjadi penulis profesional dan bisa jadi sobat baraya menemukan konsep tersendiri yang bisa jadi berbeda dengan konsep saya. Pengalaman adalah guru sejati dan proses sobat baraya dari permulaan hingga menjadi penulis yang profesional adalah pengalaman luar biasa yang hanya bisa sobat baraya nikmati sendiri dan bisa dibagi kepada masyarakat luas.

Post-Writing adalah konsep ketiga setelah sobat baraya melakukan aksi menulis dan telah menjadi penulis profesional.
S : abar
I : stiqamah
A : nalisis Diri
P : ercayalah

Mau apa lagi kalau sobat baraya sudah menulis dan bahkan telah menjadi penulis profesional? Berhenti sampai di situ saja? Tentu tidak. Bersabarlah sebagai kunci utama yang dianjurkan dalam Islam. Sabar bisa membuka peluang yang jauh lebih besar lagi. Tidak hanya membuka wawasan sobat baraya sebagai seorang penulis tetapi juga membuka pintu rezeki yang mungkin lebih besar lagi dari segi materi. Bisa jadi kemarin sobat baraya bukan siapa-siapa sehingga hari ini sobat baraya telah menjadi orang yang dikenal atau terkenal. Namun sebaliknya, bisa jadi kemarin sobat baraya orang yang dikenal atau terkenal, tetapi hari ini telah menjadi orang yang sama sekali tidak dikenal. Sabar adalah kuncinya untuk mengatasi semua hal tersebut.

Istiqamah adalah kunci kedua setelah sobat baraya memaknai sabar. Konsistensi pada jalur kepenulisan sobat baraya adalah segalanya agar karir sobat baraya sebagai seorang penulis profesional selalu baik di mata masyarakat luas. Konsistensi pula yang membuat banyak orang menjadi dikenal dan disegani. Tanpa adanya konsistensi, bisa jadi apa yang sudah kita rencanakan matang jauh-jauh hari menjadi hilang dan tidak berarti. Istiqamahkan diri sobat baraya sebagai seorang penulis.

Rasul dan para sahabat telah mencontohkan betapa manusia sebagai makhluk yang sering lalai membutuhkan waktu untuk mengevaluasi diri. Muhasabah adalah nama lainnya. Analisis diri sobat baraya sesering mungkin yang bisa dilakukan. Evaluasi kembali perjalanan hidup sobat baraya sebagai seorang penulis. Apa kelebihan dan kekurangan sobat baraya sekarang? Sunyikan diri sobat baraya pada tempat dan waktu yang paling sunyi. Evaluasi diri sobat baraya sehingga tetap memancarkan cahaya kepenulisan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Terakhir, percayalah dengan apa yang telah sobat baraya lakukan semua itu. Selama sobat baraya masih berada pada jalur yang telah ditetapkan Allah Swt. kepada setiap makhluk-Nya, selama itu pula sobat baraya harus percaya. Percaya bahwa Sang Maha akan memberikan kehidupan terbaik pada sobat baraya dan keluarga. Materi bukan segalanya. Menjadi penulis terkenal bukan muara akhirnya karena kalau itu adalah muara akhirnya, ke mana lagi sobat baraya kalau telah menjadi terkenal? Pada akhirnya, keridhaan Allah-lah tujuan akhir kita. Tentu saja, Jannah adalah tempat tujuan akhir kita nantinya. Percayalah bahwa sobat baraya bisa sukses di dunia dan bisa juga sukses di akhirat nanti. Amin….[]

Advertisements

16 thoughts on “YUK, MENULIS! SIAP?

  1. bang aku menulis sesuai hati nurani aja tuh…
    dan lagi jujur aku gak bisa nulis yang berbobot

    btw postingan ini nice inpo lho bang.. 😉

  2. >> yangputri : Memang yang terpenting adalah menulis dengan hati nurani. Pertahankan itu! Soal bobot mah urusan nati, yang menilai orang lain, bukan kita. Thanks….
    >> anny : Sama-sama.
    >> julie : Kalau sudah menulis di blog berarti kan sudah pede tuh….
    >> afwan : Betul, blog adalah salah satu sarana untuk belajar menulis dan mempublikasikannya.

  3. haddiirrr…
    menulis hanyalah sebuah media sebagai penyampai pesan. melakukan apa yang kita itulah yang utama. Biarpun cuma satu kalimat selama itu bermanfaat Insya Alloh, pahala akan berpulang pada kita
    cu…

  4. >> faza : Ya, seperti itulah tepatnya.
    >> zee : Konsepnya belum matang, Mbak, tapi buktinya blog-nya rame terus tuh ^_^
    >> Q11901 : Harus ada transformasi yang positif, ya, Q….

  5. Entah kenapa saya jadi tertarik menugasi diri saya dan siswa menulis, menuliskan apa saja, dan ternyata ada hasilnya. Meskipun tulisan di blog saya masih belepotan, mampu menyemangati siswa berkarya, minimal belajar ngeblog. Dan yang lebih membahagiakan lagi, beberapa buku yang tadinya sepi pembaca semakin diminati siswa. Ternyata menulis mampu menumbuhkan minat baca siswa.

    Terima kasih ilmunya. Selamat berjuang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s