Mengemas Ide

“Untuk jadi pengarang, Anda harus mulai menulis.” Begitulah kira-kira perkataan J.K. Applegate, sang penulis buku seri Animorpheus. Tidak ada jalan lain bagi seorang penulis selain menulis. Ya, menulis adalah harga mati bagi seorang penulis sehingga sangatlah aneh kalau ada penulis yang tidak menjadikan menulis sebagai kegiatan kesehariannya.

Menulis setiap hari? Ya, apakah ada hal yang aneh dengan pernyataan tersebut? Saya kira tidak. Jika sobat baraya bekerja sebagai seorang akuntan, tentu akan bekerja setiap hari tentang dunia akuntansi yang otomatis akan bergulat dengan masalah angka-angka. Begitu pula jika sobat baraya adalah seorang ahli komputer, tentu akan berkutat dengan istilah-istilah hi-tech dunia komputer dan teknologinya, setiap hari. Dan menulis setiap hari bagi seorang penulis, adalah bentuk kewajaran dari dunianya yang memang dituntut profesional.

Lalu, bagaimana bisa menulis setiap hari jika kapasitas ide kita terbatas. Belum lagi dengan masalah mood yang kadang-kadang terbit dan kadang-kadang terbenam. Memangnya matahari? Mungkin lain waktu akan kita bahas tentang masalah mood ini, kendati sebelumnya pernah juga saya bahas sekilas tentang masalah ini yang seharusnya tidak menjadi halangan sobat baraya untuk menulis. Saya katakan dengan tegas: tidak ada istilah mood bagi seorang penulis profesional! Mood bisa dipertahankan dan tidak akan hilang atau menurun.

Applegate kembali mengatakan, “Aku betul-betul cinta mengarang, tapi aku gampang sekali terusik: tiba-tiba dua kucingku bertengkar, ada pelangi di langit, atau ada acara TV yang menarik. Aku harus berusaha keras agar tetap duduk di depan komputer.” Lihatlah bagaimana seorang penulis pada setiap waktu sebenarnya selalu dikelilingi dengan ide-ide yang jumlahnya mungkin tak terhingga. Saya yakin sobat baraya juga seperti itu saat sedang menunggu bus, membaca koran, nongkrong di kamar mandi, berbincang dengan sahabat, menunggu lampu merah berubah menjadi hijau, atau bahkan ekstremnya adalah saat sedang shalat yang seharusnya khusyuk.

Asma Nadia, salah seorang pendiri FLP, pernah mengatakan, “Kendala penulis pemula adalah terlalu banyaknya ide sehingga menjadi tidak fokus. Bingung saat memulai dan bagaimana menyelesaikan cerita. Bingung memberikan porsi yang tepat bagi lead, klimaks, anti klimaks, dan ending. Sering mengalami writer’s block (mentok tidak bisa terus, dan tidak diatasi), dan semangat menulis yang naik turun.” Applegate pun mengatakan bahwa yang paling susah adalah menuangkan ide-ide yang ada dalam kepala menjadi tulisan. Tapi itu juga jadi bagian paling asyik dalam mengarang. Nah!

Ada salah satu teknik bagaimana sobat baraya dapat menangkap ide-ide itu agar tidak lepas lagi. Selain menggunakan cara klasik dengan cepat-cepat menuliskannya (bisa menggunakan buku notes, ponsel, rekaman, atau apapun yang bisa sobat baraya temukan pada dunia yang sudah canggih ini), tetapi juga memetakannya sehingga tulisan sobat baraya bisa lebih fokus lagi. Ya, petakan ide sobat baraya sehingga cakupannya jelas: apa saja yang mau ditulis dan apa saja yang harus dibuang jauh-jauh.

Contoh sederhana adalah kata ‘pisau’ di bawah ini yang kemudian dipetakan menjadi beberapa kata yang akan menjadi sangat banyak jika diteruskan.

pemetaan

Begitu pula jika sobat baraya ingin memetakan kata pasar, terminal, kamar, olahraga, komputer, game, angkot, ramadhan, lebaran, dan lain-lain. Lihatlah: betapa kayanya sobat baraya nantinya akan menemukan banyak kata-kata baru–apalagi jika ditunjang oleh adanya buku-buku wajib semacam KBBI dan Kamus Tesaurus–sehingga tidak ada istilah akan kehabisan ide. Sebagai penutup, hasil pemetaan contoh di atas bisa menjadi beberapa kalimat ajaib: Kisah seorang pande besi miskin yang terluka hatinya karena disakiti oleh orang kaya yang memang selalu berpenampilan rapi. Rasa marah yang membakar membuat sang pande besi berusaha keras membuat bom untuk meledakkan rumah orang kaya tersebut.[]

Advertisements

17 thoughts on “Mengemas Ide

  1. Salam kenal..
    Tips yang menarik…, Saya coba untuk memulai lagi (nggak ada kata terlambat khan..??), aktivitas menulis ini dulu pernah aku senangi (walaupun hanya sekedar buat puisi dan buku harian), begitu kenal dengan blog, saya jadi tertarik untuk memulai, mohon pengajarannya…Terima kasih.

  2. petuah Applegate memang sangat pantas untuk didengarkan.. Animorphs kan salahsatu novel petualangan remaja yang banyak dibaca, idenya pun orisinil..

    tips untuk memetakan idenya itu keren dan bermanfaat, bro..
    :mrgreen:

  3. haddiirr…

    siang siang gini mengunjungi sahabat… berharap ada yang berkenan memberi sebungkus nasi buat bekal berbuka nanti….

    tips menarik… boleh.. boleh… thx a lot yach..
    ditunggu tips2 selanjutnya…

    cu..

  4. Salam kenal bang aswi, saya seorang yang cinta menulis dan bergairah menjadi penulis suatu saat nanti. (saya gak tau apa sekarang saya bisa disebut sbg penulis atau blm) hehe

    Saya suka sekali tulisan2 Bang Aswi. apa ada saran bgmn menciptakan2 adegan-adegan dalam cerita panjang/novel/skenario?

    Saya suka menulis cepren dan skenario serial tv. tapi terkadang sulit sekali mencari2 adegan selanjutnya. apa memang ada penulis yang hanya bs menulis cerpen tapi tidak bisa menulis novel? atau itu hanya masalah jam terbang saja untuk bisa menulis panjang?

    Oya apakah bang aswi ada facebook?

    Kalau tdk keberatan, bisa tolong Bang lihat blog saya di http://www.fayeyolody.blogspot.com dan saya senang sekali kl Bangbisa mengkritik dan mengomentari.

    Sebelumnya terima kasih sekali 🙂

  5. >> faye : salam kenal juga, insya Allah kalau mau belajar terus faye akan menjadi seorang penulis juga. seorang penulis memang harus terus menulis sehingga menjadi terbiasa, dan bisa jadi jam terbang adalah kuncinya. semangat menulis dan kalau mau cari saya di facebook, ketik saja alamat email atau nama saya di search.

  6. saya mau ikutaan lomba noveel yg di adain sama Indiva dan Lingkar Pena, tapi saya bingung mau ngangkat tentang apa, soal ny saya bener-bener pengeen bikin sebuah novel yang beda daripada yang lain. Tapi saya bingung.. ada yang bisaa bantu ??

  7. >> pipip : Jauh lebih baik kalau membuat novel yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Sesederhana apapun, kalau dikemas dengan baik pasti akan menjadi luar biasa. Selamat berlomba….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s