Mencari Ide dengan Metode Bisosiasi

Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang bagaimana proses mencari ide dengan pemetaan atau pengemasan. Dari ide yang hanya berupa kata tunggal itu, sobat baraya ternyata bisa mengembangbiakkannya menjadi banyak kata, sehinggal lahirlah sebuah ide yang bernas untuk dijadikan bahan penulisan berikutnya.

Dalam diri setiap penulis, dalam diri setiap manusia, terdapat kekayaan ide dan inspirasi. Ide-ide baru senantiasa ditambahkan ke gudang ini, dan si penulis masuk ke dalamnya serta memutuskan mana yang dipilih. Akan tetapi, bagaimana cara memutuskannya? Sebagian ide berkeras agar digunakan. Namun, kadang penulis yang sudah profesional pun sukar memilih. Bahkan, tak jarang memunculkan polemik atau dilema saat ada dua atau lebih ide yang paling menonjol untuk dipilih.

Bisosiasi adalah cara yang paling umum digunakan dalam olah kreativitas. Bisosiasi adalah memadukan dua hal yang berbeda menjadi satu dengan menghilangkan beberapa hal yang ‘kuno’ sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Contoh yang paling mudah diterapkan adalah pada bidang pertanian, yaitu dengan cara kawin silang yang biasa disebut dengan proses mencangkok, okulasi, atau stek batang. Pada proses ini, buah mangga yang bentuknya besar namun masam bisa disilangkan dengan buah mangga yang kecil tapi manis sehingga menghasilkan buah mangga yang besar dan manis. Begitu pula dengan pohon apel yang berbuah sedikit tapi manis disilangkan dengan pohon apel yang berbuah banyak tapi kecut akan menghasilkan pohon apel yang berbuah banyak dan manis.

Pada konteks tulisan, hal ini pun sah-sah saja. Misalnya saja legenda Lutung Kasarung disilangkan dengan cerita Cinderella. Jika dua cerita itu kurang maksimal, bisa digabungkan lagi dengan cerita Beauty and The Beast dan Pangeran Kodok. Hasil akhirnya bisa saja menjadi unik: Cinderella menghadiri pesta di kerajaan dan pada pukul 12 malam, sepatu kacanya tertinggal. Sepatu tersebut kemudian ditemukan oleh Lutung Kasarung, sang putra mahkota yang mencintai Cinderella. Terjalinlah cinta laksana cerita Beauty and The Beast, dimana pada bagian akhirnya, Cinderella mencium Lutung Kasarung yang kemudian berubah menjadi pangeran tampan.

“Orang gagal bukan karena mereka tolol, tapi karena mereka kurang ngotot,” kata Burt Struthers. Gagasan atau ide bisa menjadi salah satu faktor yang menakutkan bagi seorang penulis. Buntu menulis!? Kehabisan ide? Bingung bagaimana memulainya? Jangan jadikan alasan. Jangan menunggu ide! Ide sudah tersebar di mana-mana, tinggal kita sendiri yang harus rajin mencari dan mengumpulkannya. Yuk, mulai (kembali) menulis….[]

Advertisements

13 thoughts on “Mencari Ide dengan Metode Bisosiasi

  1. Tenkyu nih Bang atas informasinya. Jadi punya ide lagi nih buat menulis. Sepertinya pada tulisan saya terakhir di blog, saya sudah melakukan metode ini, yakni menggabungkan antara cerita berbuka bersama keluarga dan informasi serba sedikit soal tempat-tempat yang dilewati. Apakah memang seperti itu yang dimaksud?

  2. Tfs bang, salam kenal.
    Memang ide tersebar dimana-mana, tapi menangkap ide tak semua orang bisa. Terkadang saya jd mencari & mengumpulkan ide, tapi ketika sudah proses penggarapannya selalu stuck. Apa karena mind mappingnya kurang baik ya?

  3. >> vizon : Yah, itu pun sudah termasuk. Intinya adalah bagaimana membuat sebuah tulisan menjadi menarik untuk dibaca.
    >> Elas : kalau mau beli, ikut saja pelatihan yang berbayar ^_^
    >> mimin : salam kenal juga. bisa jadi, karena faktor mencari ide memang subjektif, tiap orang berbeda-beda. dicoba saja lagi, semoga berhasil ….
    >> newbieidika : mari….

  4. Sip! Memang kadang kita selalu memikirkan ide dalam artian murni dari pikiran kita. Tapi orisinalitas muncul dalam berbagai bentuk, termasuk dengan cara di atas.

    Salam Hangat

    Popop

  5. terima kasih..
    Selalu mengingatkan..
    Kadang-kadang karena terlalu banyak ide malah bingung, mana yg mau dituliskan, sudah mencoba untuk fokus, begitu berjalan, melebar lagi, gimana tips-nya untuk selalu bisa fokus ya…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s