Power of Balance

Kalau kedua anak saya sedang ingin menu telur buat makan, otomatis yang dimintanya pasti telur ceplok. Selain praktis cara membuatnya, tanpa dikocok terlebih dahulu seperti halnya telur dadar, hasilnya pun terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kuning yang terletak di tengah dan bagian putih yang mengelilingi kuningnya. Bagian unik dan menarik yang akan saya ceritakan di sini bukan pada telurnya, tetapi pada bagaimana kedua anak saya itu memakan telurnya.

Bibin, anak pertama, lebih menyukai bagian putihnya. Katanya, sih, bagian putih ada ‘kriuk-kriuk’nya, yaitu pada tepinya. Entah mengapa ia tidak begitu suka dengan bagian kuningnya. Berkebalikan dengan anak kedua, Ninin lebih suka bagian kuningnya daripada putihnya. Alhamdulillah, karena keunikan itulah saya atau istri sering menyuapi keduanya secara bersamaan, artinya cukup satu piring, satu porsi, dan hanya satu telur. Tidak ada yang mubazir. Semuanya berlangsung seimbang.

Berbicara soal keseimbangan, semua elemen kehidupan ini pasti saling berpasangan. Ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada jahat ada baik, ada kemarau ada hujan, ada surga ada neraka, ada aktivitas ada istirahat, ada waktunya kita memikirkan dunia ada waktunya kita memikirkan akhirat, ada jasmani ada rohani, ada pria ada wanita, dan seterusnya. Agar keluarga kita bahagia pun tergantung dari nafkahnya tercukupi atau tidak, yaitu nafkah lahir dan nafkah batin. Inilah dasar dari kekuatan keseimbangan yang luar biasa, power of balance.

Dalam menekuni profesi saya sebagai penulis, juga harus seimbang. Menulis adalah pekerjaan statis. Duduk nyaman, lalu menghadapi layar monitor selama beberapa jam sampai pikiran menjadi butek, badan pegal-pegal, atau mata yang tidak bisa diajak kerjasama lagi alias lelah. Itulah mengapa saya menyukai aktivitas olahraga seperti bersepeda. Mata yang sudah lelah dengan radiasi monitor dan hanya melihat teks-teks yang sedang menari plus tubuh yang posisinya begitu-begitu saja pada akhirnya membutuhkan relaksasi. Dengan bersepeda, saya bisa menyeimbangkan mata untuk melihat hal yang lebih segar, kehijauan, kesejukan, atau bersosialisasi dengan berbagai macam keberagaman bentuk yang bisa saja kembali membangkitkan ide-ide baru. Tidak hanya sekadar bermotor ria yang cenderung ingin cepat sampai dan beradu cepat siapa yang bisa mengeluarkan polusi terbanyak.

Jika hidup sobat baraya terlalu begitu sibuk hingga merasa monoton dan begitu-begitu saja, cobalah untuk berisitirahat atau mencoba sesuatu hal yang baru. Seimbangkan hidup dengan sesuatu yang balance. Jika sobat baraya terlalu banyak menganggur, cobalah untuk beraktivitas. Jangan banyak-banyak, bertahap dan pelan-pelan saja. Biarkan semuanya berjalan dengan mengalir dan apa adanya. Semuanya membutuhkan proses dan pasti membutuhkah banyak waktu. Yuk, hidup dengan menjaga keseimbangan dalam hal apapun. Termasuk menjaga keharmonisan hidup kita dengan alam yang sudah semakin sakit-sakitan agar kita tidak lagi dicekam oleh rasa takut akan gempa atau bencana alam lainnya. Dijamin, hidup sobat baraya akan menjadi lebih BALANCE alias lebih BAhagia, lebih LANcar, dan lebih CErah.[]

Advertisements

12 thoughts on “Power of Balance

  1. memang tugas kita sebagai manusia harus menyeimbangkan keadaan karena jika tidak alamlah yang menyeimbangkannya yang dimana kadangkala alam melakukannya dengan ekstrim.

  2. >> vicky : inilah perjuangan kita, yaitu membuat kehidupan menjadi seimbang ^_^
    >> boyin : setuju dan manggut2….
    >> the bunglon : yuk, kita buat hidup ini menjadi seimbang kembali.
    >> morishige : kalau bicarain masalah mono, nanti pro-kontra lagi hehehe….
    >> shidiq : seimbang kan bisa berarti adil.

  3. hihi… sama kayak saya dan adek saya. saya kuningnya, adek saya putihnya =D

    ehm, setuju lah, bang. hidup ini memang harus seimbang. kalo suatu waktu kita gak bisa jaga keseimbangan tubuh, misalnya, si tubuh ini kan langsung protes. kena flu-lah, masuk angin lah… *lagibatukgaksembuhsembuh*

  4. hidup seimbang memang menyenangkan karena ada suatu hari dimana otak di paksa bekerja dan ada waktunya juga otak di istirahatkan…klo aku suka jogging mas…menyenangkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s