Dukung Angka 350 demi Planet Bumi!

350-org-bill-mckibben1Angka berapakah yang menurut sobat baraya paling penting? Apakah angka 1 yang menunjukkan nomor urut pertama sehingga dianggap terbaik dan menjadi simbol kemenangan? Apakah angka 99 yang menunjukkan jumlah nama Allah Swt. yang patut diketahui oleh semua Muslim? Ataukah angka 4 dan 55 yang tidak lain adalah nomor rumah orangtua saya yang dahulu dan saat ini? Semuanya pasti mempunyai alasan mengapa memilih angka tertentu sebagai angka yang paling penting dalam hidupnya. Lalu, angka berapakah yang sangat penting bagi planet Bumi?

Perlu diketahui bersama bahwa sampai 200 tahun yang lalu, atmosfer kita mengandung karbondioksida (CO2) sebanyak 275 parts per million (ppm), yang berarti ada 275 molekul CO2 dari sejuta molekul gas yang tersebar di atmosfer. Dari penelitian para ilmuwan, jumlah ini adalah jumlah minimal yang harus dimiliki planet Bumi karena tanpa adanya CO2 yang dapat menangkap panas, planet kita akan terasa (bahkan terlalu) dingin bagi kehidupan manusia. Jelas bahwa kita membutuhkan adanya karbon bagi keberlangsungan hidup manusia, tetapi pertanyaan terpenting yang harus dijawab adalah sebanyak apa karbon yang kita butuhkan?

Dimulai pada abad ke-18, manusia mulai membakar batu bara, gas, dan minyak bumi untuk memproduksi energi dan berbagai perangkat. Secara otomatis, jumlah karbon di atmosfer pun meningkat. Banyak kegiatan yang kita lakukan tiap hari seperti menyalakan lampu, memasak, memanaskan atau mendinginkan ruangan, bepergian dengan kendaraan, dan lain-lain tentu membutuhkan sumber energi seperti batu bara dan minyak bumi, yang pada akhirnya juga menghasilkan banyak CO2. Tanpa disadari, aktivitas manusia telah mempergunakan banyak fosil di dalam bumi dan mengeluarkannya dalam bentuk gas karbon ke atmosfer. Dan sekarang, kandungan CO2 yang ada di atmosfer planet Bumi telah mencapai angka 390 ppm. Angka ini akan terus bertambah 2 ppm setiap tahunnya.

Para ilmuwan mengatakan kalau angka itu terlalu besar–bahkan itulah angka tertinggi dalam sejarah planet kita–dan akibatnya kita mulai melihat beberapa gejala tidak sehat pada para penghuninya maupun tempat tinggalnya di seluruh dunia. Es-es (glacier) sudah banyak yang mencair dan lenyap dengan sangat cepat, padahal mereka adalah sumber air minum bagi ratusan juta orang. Nyamuk, hewan yang senang dengan tempat hangat, sudah mulai menyebar ke seluruh dunia sambil membawa malaria dan demam berdarah. Kekeringan sudah terlihat di mana-mana, sehingga membuat tanaman sebagai sumber makanan sulit untuk tumbuh dan berkembang. Ketinggian air laut makin meningkat sehingga tak aneh kalau daratan juga makin berkurang: pulau-pulau banyak yang hilang dan kota-kota pun (terpaksa) dibangun di bawah permukaan air laut. Samudera-samudera sudah makin mengasam karena CO2 yang mereka serap, membuat beberapa makhluk hidup seperti terumbu karang dan plankton sulit hidup. Mereka semua akan punah jika CO2 sudah mencapai konsentrasi 450-500 ppm.

Kenyataan mengerikan sudah ada di depan mata. Pada musim panas 2007, tercatat ada 39% daratan es di benua Antartika yang mencair. Jumlah itu sama dengan lima kali luas negara Inggris! Banyak para ilmuwan yang mempercayai bahwa benua Antartika akan habis pada musim panas antara 2011 dan 2015. Oleh karena itulah, melihat perubahan iklim yang begitu drastis dan membuat bulu kuduk kita berdiri, para ilmuwan kemudian menetapkan batas maksimal jumlah CO2 yang ada di atmosfer adalah 350 ppm. Inilah angka terpenting bagi planet Bumi. Inilah batas wilayah teraman bagi tempat tinggal kita bersama. James Hansen, ilmuwan pertama dari NASA yang sudah memperingatkan akan adanya dampak global warming lebih dari 20 tahun lalu, pernah menuliskan, “If humanity wishes to preserve a planet similar to that on which civilization developed and to which life on Earth is adapted, paleoclimate evidence and ongoing climate change suggest that CO2 will need to be reduced from its current 385 ppm to at most 350 ppm.”

Memang ini bukan pekerjaan mudah, tetapi bukan berarti bahwa hal itu tidak mungkin untuk dilakukan. Kita semua harus mengambil aksi mengurangi penggunaan karbon yang banyak menghasilkan CO2. Itu artinya, kita semua harus bekerja sama untuk mengurangi pembakaran banyak batu bara dan minyak bumi, dan mulai menggunakan energi matahari, energi angin, atau energi lainnya yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya, sobat baraya bisa mengganti moda transportasi untuk beraktivitas dengan sepeda minimal satu kali dalam seminggu. Jangan lupa juga untuk mencegah pembabatan dan pembakaran hutan karena pohon-pohon itulah yang bisa mengubah CO2 menjadi O2. Jelas ini bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan agar generasi manusia berikutnya masih tetap ada. Ya, angka 350 adalah harga mati bagi keberlangsungan kita semua di planet Bumi.[]

Advertisements

22 thoughts on “Dukung Angka 350 demi Planet Bumi!

  1. baiknya memang gerakan ini dimulai dari diri pribadi, bang. namun meskipun begitu perlu sebuah kekuatan untuk menggerakkan semua orang agar sadar akan ambang batas 350 ini… agar efeknya benar-benar terlihat nyata.

  2. iyah dan panasnya bumi makin berasa san9ad sekaran9 ban9..sun99uh san9ad panas..

    sayan9na kesadaran pen9huni bumi masih san9ad minim.. 😦

    **nda kebayan9 klu kuub ju9a meleleh esnya..

  3. Bundo baru tahu ttg pentingnya angka 350 ini.. terimasih infonya bang Aswi, semoga kita punya kesadaran untuk menjaga Bumi, karunia indah yang dihadiahkan Allah bagi kita dan anak cucu..

  4. Dampak pemanasan global ini memang sungguh mengerikan, bang. Pada 2 Oktober lalu Menteri Kelautan dan Perikanan RI mengatakan, 24 pulau kecil di nusantara telah lenyap, ditambah lagi 2000 lainnya yang terancam tenggelam. Bahkan 2 negara di Pasifik yakni Kiribati dan Tuvalu sudah tenggelam.

  5. postingan yang bagus dan sangat perlu diketahui
    berikutnya mestinya ditulis …bagaimana menjadikan bumi ini nyaman,hijau…dan aman..Agar kita semua ikut memulai merawat bumi

  6. hahahaa… thnx ya sharing infonya…
    tadinya sempet bertanya2… itu angka mistik bukan sih ehhehe.. tapi lupakan, kan dah terjawab lewat tulisan itu

  7. >> morishige : ya, salah satunya gerakan tanggal 24 kemarin yang diikuti oleh aktivis di seluruh dunia.
    >> wi3nd : ngeri, kan?
    >> ayamcinta : thanks….
    >> nakjaDimande : sama-sama, Bundo.
    >> indra kh : itu sudah tanda-tandanya, yuk, kita jaga planet Bumi tercinta ini.
    >> dyah suminar : insya Allah akan dicari data-datanya lagi, Bunda. Atau ada yang mau membantu menyebarkannya?
    >> zee : itulah pentingnya kebersamaan. harus saling mengingatkan….
    >> wandi thok : sudah jelas, bahwa kita harus menjaga Bumi berada pada kisaran 350 ppm untuk CO2, misalnya dengan hemat listrik dan hemat BBM.
    >> dhedhi : hehehe, the power of caption….

  8. Ya memang benar, kondisi musim di Indonesia sudah tidak menentu ditambah musim penyakit yang parah. Seharusnya manusia lebih sadar lagi untuk menjaga buminya.

  9. >> indra1082 : ya, biar adem.
    >> kodil : harus, segar kok. di kantor saya dah banyak yang teracuni untuk bersepeda ke kantor. minimal seminggu sekali.
    >> mbah gendeng : ya, sudah tercatat. insya Allah akan main ke sana….
    >> shidiq : yuk, kita mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s