JAGOAN [Part 1 of 3]

—-CRIK – CRIK – CRIK!
—-Aku menyodorkan recehan uang seratus kepada sang kenek, lalu menyandarkan kepalaku ke dinding kaca kopaja. Huffh! Tampaknya hari ini terlalu panas untuk dilewati dan menit-menit pun juga lamban bergerak. Entahlah, hatiku juga terasa lelah merasakan beban monoton setiap harinya. Akhirnya mataku sudah sangat berat untuk diajak kompromi dan secara perlahan kelopak mataku pun mulai turun.
—-“Asyiiik, kosong woi!”
—-“Akhirnya dapet juga boil yang rada kosong nih.”
—-“Gitu dong, Bang! Kite-kite kan juga berhak menikmati jasa angkutan umum ini, ya nggak, Coy?”
—-“YOI….”
—-“Hahahahaha….”
—-“Eh, Jack! Anak mana tuh yang lagi ngorok!”
—-“Woi, bangun! Jangan pura-pura tidur lu!”

—-Aku merasakan ada yang menyentuh pundakku. Dan sentuhan itu semakin nyata bersamaan dengan kesadaranku yang mulai pulih. Mataku masih terasa berat, namun segera kupaksakan agar butir-butir kabut yang menutupi pandanganku cepat menghilang, dan sesuatu yang menyentuh pundakku bisa kuketahui.
—-“Nah, gitu dong! Jangan tidur melulu, udah siang nih!”
—-Aku memicingkan mata. Sekumpulan pelajar tampaknya telah memenuhi kapasitas kopaja ini. Dan sepertinya anak-anak STM Relief!
—-“Anak mana lu?” tanya salah satu dari mereka yang berada tepat di dekatku. Tampaknya jagoan mereka, dan sekaligus orang yang telah membangunkanku.
—-Aku melirik sekilas. “Garuda,” jawabku singkat.
—-“Hahahaha…, rupanya anak banci lu,“ ejeknya tertawa. Dan yang lain pun terlihat mengikutinya. Menertawai asal sekolahku.
—-“Lu punya doku nggak?” tanyanya lagi.
—-Aku menegakkan dudukanku dan kembali melirik padanya.
—-“Heh, lu liat apa? Lu punya doku nggak?”
—-Aku mencoba terus menatapnya, “Buat apa?”
—-Tiba-tiba saja dia sudah merenggut kerahku dan memojokkanku, “Lu ngelawan ama gue! Jangan sok jago deh, lu belum tau kan siapa gue?”
—-Aku menyengir dan menggelengkan kepala. “Emang lu siapa?” tanyaku melawan.
—-“Bangsat! Lu emang udah bosen hidup ya!” teriaknya. Dan tangannya pun sudah siap dilayangkan ke wajahku, namun….
—-“JAAACK! Cepat keluar! Ada musuh banyak tuh!” teriak salah seorang dari mereka yang terlihat panik. Dan orang yang dipanggil Jack ini pun terpancing untuk menoleh ke kiri dan kanan. Kemudian ia melepaskan kerahku dan bergerak keluar.
—-“Awas lu ya! Lain kali kalau ketemu gue lagi, bakal bonyok lu!” ancamnya sesaat dan segera meloncat keluar kopaja ikut berlari bersama teman-temannya yang sudah mendahului.
—-Aku memperhatikan mereka yang berhamburan. Dari arah Jalan Soeprapto kulihat ada rombongan pelajar lain yang datang dengan berjalan kaki, membawa beberapa macam senjata tajam. Anak-anak STM Arcade! Anak Relief dan Arcade memang merupakan musuh bebuyutan sejak lama. Aku pun tadinya juga hendak meloncat keluar, namun segera kuurungkan karena sadar kalau aku ikut berlari bersama mereka, pasti aku juga akan dianggap anak STM Relief. Aku duduk kembali dan berharap kopaja U-27 ini bisa berjalan cepat menjauhi lokasi rawan tawuran di perempatan Senen itu. Dan asaku akhirnya terkabulkan.

bersambung….

Advertisements

7 thoughts on “JAGOAN [Part 1 of 3]

  1. ditunggu lanjutannya bang…

    dulu pernah nyoba nulis cerita di blog, tapi baru 1 part udah males nerusin. akhirnya ceritanya nggantung gitu 😀

  2. haddiirrrrrrrrrr lagee……

    Akhirnya setelah sekian lama kita kembali dapat bersua, apa kabar sahabat???

    mantappp bang…! hehehhe… jagoan kok kabur hehehhe…

    cu…

  3. >> dkazuma : Insya Allah akan dilanjutkan….
    >> perigitua : Alhamdulillah, kabar baik. Kan belum selesai….
    >> zee : Begitulah, pengalaman pribadi nih. Baca lanjutannya ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s