Hadiah Istimewa

“Masih ingatkah kau dengan gambar itu?”
Mataku memaku. Aku tidak tahu apa yang sedang
kamu bicarakan. Sungguh …
“Gambar yang kau goreskan dengan begitu indah
dan ….” Kamu menghela napas panjang, “romantis.”
Aku diam. Aku malu untuk menggeleng, karena
aku benar-benar lupa dengan kejadian itu. Sungguh.
“Aku masih menyimpannya.”

Mataku membulat.
“Kamu memiliki tangan ajaib. Dengan tanganmu,
kamu telah menciptakan satu dua karya ajaib.”
Aku? Tangan ajaib?
“Memang tidak banyak, tetapi karya yang kau
ciptakan telah membuatku terhipnotis …
untuk tak bisa menyukaimu.” Kamu menunduk.
Betul! Mulutku menganga memandang kamu yang lain.
“Aku masih menyimpannya dengan rapi.”

“Tahukah kamu kalau dulu aku menyukaimu?”
“Aku tahu,” jawabmu yang lain lagi.
“Kamu tahu?” Kerongkonganku menjadi kering.
“Kamu pasti lupa kalau dulu bapakku melarang
kamu untuk menemuiku, lalu kamu hanya
memberikanku sebuah kaligrafi.”
Aku? Memberikanmu sebuah kaligrafi?
“Aku tahu karena aku memiliki insting seorang wanita.”
Jujur, tubuhku memang kaku.

“Aku masih menyimpannya. Betul.
Namun aku menyimpan Al-Quran itu di sekolah
dekat rumahku. Kalau kamu mau, aku bisa
menunjukkannya padamu. Belum lagi gambar-gambar
buatanmu yang spesial ditujukan buatku.
Termasuk kata-kata romantis yang tersurat pada
tiap-tiap kertas yang tersimpan rapi di dalam peti.”

Aku memang pelupa. Sungguh bodoh!
Telah banyak hadiah yang kusebar, pada kamu-kamu
yang bertebaran melingkupi hatiku saat itu.
Hadiah teristimewa yang kubuat dengan sangat spesial.
Dengan kreativitas yang sungguh-sungguh
dan bernilai sangat mahal hingga tak akan mau kujual.
Namun aku memang tidak ingat. Sungguh!
Apakah aku begitu gombal?

Andai saja….

Kamarkecil 16.12.09

Advertisements

23 thoughts on “Hadiah Istimewa

  1. Menafsirkan karya gambar ( lukisan, kaligrafi ) lbh sulit daripada karya tulis ( Novel, cerpen, puisi ).
    Suasana hati seseorang bisa mempengaruhi halus dan kasarnya arsiran pada gambar.
    Melalui gambar juga kenangan bisa bangkit lwt objek yang terlihat.
    Hadiah tsb sungguh bagian dari kenangan.
    Keren bang Aswi!

  2. >> Yuli : Sssst … hehehehe. Biarlah hal itu semua menjadi pelajaran. Buat saya … dan orang lain.
    >> Dian : Thanks buat tambahannya. Thanks juga buat kritikannya….

  3. >> Novi : Hebat ya dia….
    >> Shanty : karena semuanya begitu istimewa, shan, hehehe…
    >> Abang Eddy : wah, pitnah baru nih, nanti ada komunitasnya lagi?
    >> Indah : dinikmati saja, Ndah, jangan didalami ^_^
    >> Fina : Nggak usah di-tag juga dah dateng sendiri kok hehehe, lagian udah limited edisi tag-nya….

  4. jadi ban9 aswi suda melupakannya..??
    hikss..

    tapi akdo untukku nda lupa kan ban9,bentar la9i ultah neeh hehehhe

    **kasih 9inko 9iloba buat ban9 aswi biar nda lupa hihihi

  5. >> wi3nd : Eh, emang ngomongin siapa nih? Huehehehe … duh apa ya hadiahnya, masalahnya saya belum … nanti deh dipikir2 dulu. Beneran mau dikasih ginseng?

  6. >> Hesti : Amiiin….
    >> morishige : Alhamdulillah….
    >> q11901 : Thanks….
    >> boyin : So sweet … berarti waktu itu memang tidak cinta ya, atau karena tertelan oleh rasa cinta yang sekarang hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s