[Greeners] Tips Ketika Gempa: Segitiga Kehidupan

l-03_gempa

Salah satu topik yang dibahas oleh Greeners Magazine Volume 4 Edisi 3 November 2009 adalah tentang bencana alam, salah satunya adalah gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Sebagai kontibutor, saya pun menyelipkan sedikit informasi apa yang bisa sobat baraya lakukan saat terjadi gempa. Tips ini sebenarnya disarankan oleh Doug Copp, kepala penyelamat dan manajer bencana dari American Rescue Team International (ARTI). Copp telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Copp bahkan telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. Dari pengalaman itulah, Copp menemukan metode sederhana yang dinamakan segitiga kehidupan.

Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, sekaligus menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong inilah yang disebut sebagai “segitiga kehidupan”. Semakin besar bendanya maka semakin  kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya dan semakin besar kemungkinan orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang lebih memilih berlindung di bawah meja, tempat tidur, atau benda-benda lainnya. Mereka semua ternyata tewas dengan sangat mengenaskan.

Inilah beberapa tips yang bisa sobat baraya lakukan saat gempa terjadi:

  1. Hampir semua orang yang menunduk dan berlindung di bawah suatu benda pada saat bangunan runtuh akan remuk badannya karena tertimpa runtuhan. Kucing, anjing, dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itulah yang harus sobat baraya lakukan pada saat terjadi gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Sobat baraya dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, misalnya di samping sofa, lemari, atau benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
  2. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  3. Jika sobat baraya berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
  4. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika sobat baraya berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut roboh ke depan atau ke belakang, sobat baraya akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut roboh ke samping, sobat baraya akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, sobat baraya tidak akan selamat! Oleh karena itu, hindarilah pintu sebisa mungkin.
  5. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki momen frekuensi yang berbeda dimana tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama. Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu  roboh akan terpotong-potong olehnya. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan, jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
  6. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh sobat baraya dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur untuk menyelamatkan diri menjadi tertutup.
  7. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
  8. Copp juga menemukan pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas, bahwa kertas ternyata tidak memadat. Ruangan  kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.[]
Advertisements

16 thoughts on “[Greeners] Tips Ketika Gempa: Segitiga Kehidupan

  1. terima kasih sudah dishare di sini. aduh, padahal kalau di kantor-kantor besar selalu disarankan lewat tangga darurat ya kalau ada gempa. jadi khawatir. semoga kita semua terhindar dari segala bencana 🙂

  2. great post.. terima kasih atas shareingnya.. moga bermanfaat, tapi dan sayah harap tak ada gempalah di negara kita ini 😀

    tak ada gempa **mana mungkin**

  3. berarti kunci utamanya adalah tetap tenang saat gempa terjadi 🙂 sehingga bisa berpikir jernih dan mengambil langkah yg diperlukan seperti yang diuraikan bang aswi di atas. sebab yang saya alami waktu gempa jogja 2006 lalu bang, yang ada malah kayak orang blo’on. bener-bener ga tau harus berbuat apa, cuman pelukan sama ibu aja dan diam di tempat. untuk berjalan pun nggak bisa, karena tanah bergetar dan berayun-ayun seperti gelombang sehingga rasanya kayak mau jatuh..

  4. >> Qie : Yang penting sudah mempersiapkan diri….
    >> triyunis : sama, kita memang makhluk lemah. waktu gempa di ciwidey, saya pun panik langsung mencari anak2 (tapi itu kan jauh lebih penting), setelah itu lari ke lapangan terdekat….

  5. Info yang bagus sekali Bang. Terima kasih.
    Di daeerah-daerah rawan gempa seharusnya sering-sering dilakukan penyuluhan tentang penyelamatan diri dari gempa. tips ini perlu disebarluaskan.. 🙂

  6. >> fety : Thanks, Fet, tetapi memang ternyata cara ini masih dipertanyakan jadi belum tentu benar. Saya sendiri ketika menuliskan hal ini benar2 tidak tahu, tetapi perbaikan sudah dilakukan. Terima kasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s