Menu Hari Ini: Telur Saus Merah

Sudah dua kali saya merasakan menu yang sama, yang dibuatkan secara istimewa oleh istri saya. Saya sendiri tidak terlalu paham apa nama masakan ini, tetapi agar enak menyebutnya, okelah kita sebut saja makanan ini bernama Telur Saus Merah. Bahan utama makanan ini memang telur, yang lebih tepatnya adalah telur mata sapi atau biasa disebut dengan telur ceplok.

Cara membuatnya mudah saja, yaitu mempersiapkan bahan dasarnya dahulu, yaitu telur ceplok. Jumlahnya terserah, tapi istri saya biasa membuat dua atau tiga saja, sesuai dengan jumlah orang yang mau memakannya. Siapkan pula bawang putih dan bawang bombay, yang setelah diiris langsung ditumis bersama dengan saos (bisa tomat atau cabe tergantung kebutuhan). Untuk menambah selera, istri saya menambahkan sosis yang juga sudah dipersiapkan matang-matang. Bumbu ini dianggap matang apabila saosnya sudah terlihat meletup atau mendidih. Nah, siramkan bumbu ini pada telur dan sosis yang telah dipersiapkan sejak awal. Jadilah Telur Saus Merah yang mmm….

Yang jadi pertanyaan, mengapa ujug-ujug hari ini saya menceritakan tentang dunia masakan? Well, dunia kepenulisan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dunia kuliner. Jika saya dibilang ‘jago’ di bidang kepenulisan, istri saya juga pantas dibilang ‘jago’ di bidang kuliner. Cara meramu kedua bidang ini tidak jauh berbeda, yaitu diperlukan keahlian yang bisa didapatkan dengan sering berlatih. Jika istri saya rajin memasak, saya pun harus rajin menulis.

Istri saya harus meramu bumbu yang mantap agar masakannya benar-benar sesuai yang diharapkan. Begitu pula dengan tulisan, saya harus meramu alur atau konflik tulisan agar tulisan yang dibuat benar-benar sesuai yang diharapkan, yaitu menghibur dan memberikan informasi kepada pembaca. Untuk menambahkan selera, istri saya bisa saja menambahkan pada masakannya berupa buah-buahan, sayur-sayuran, atau lainnya yang mengandung vitamin atau zat yang bergizi. Sedangkan di dunia kepenulisan, saya pun juga harus mengambahkan gizi tulisan yang membuat tulisan itu menjadi ‘baik’ bagi pembaca. Bukan tulisan sekedarnya yang bisa menjerumuskan pembaca. Ibarat racun atau bumbu yang kadaluarsa, tulisan kita pun bisa berakibat buruk pada pembaca. Berhati-hatilah!

Jika Telur Saus Merah di atas berbahan dasar telur ceplok, tulisan yang kita buat pun juga harus berbahan dasar yang mantap. Apa bahan dasarnya sehingga bisa membuat tulisan menjadi semakin enak dibaca? Yang paling penting adalah data dan riset. Jika kita menulis berdasarkan pengalaman sendiri, data dan risetnya sudah dijamin tepercaya karena kita sendiri yang mengalaminya. Jika tidak, tentu diperlukan data dan riset yang berkelanjutan. Selalu cek dan ricek, sehingga informasi yang kita berikan tidak missing link. Harus diperiksa sebab dan akibat sebuah cerita sehingga tidak membuang kening pembaca berkerut. Perkuat bahan dasar tadi dengan terus berlatih, bersosialisasi, cari perbandingan, cari informasi tambahan, banyak membaca, sering berkunjung ke toko buku, dan banyak cara lainnya yang bisa kita kerjakan. Yang perlu diingat, masing-masing penulis mempunyai resepnya sendiri dalam menulis: tidak bisa disamaratakan. Begitu pula dengan seorang koki, masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri.

So, jika ingin membuat tulisan yang bagus, berusahalah untuk menjadi penulis yang andal. Sama halnya dengan masakan yang enak dan bergizi, pasti dibuat oleh seorang koki yang andal, seperti halnya istri saya dalam membuat Telur Saus Merah.[]

Advertisements

26 thoughts on “Menu Hari Ini: Telur Saus Merah

  1. Malam ini aku mau masak Merah Saus Telor aaah..oh iya sausnya minta..juga telornya minta ya..(BELI DONG!) he..he..thanks.

  2. >> Enni : Sudah pasti itu….
    >> Moko Echo : Bisaaa ajaaa….
    >> boyin : hehehehehe….
    >> julie : emang, bisa buatnya?
    >> angel : nggak apa-apa, kalau begitu dinikmati saja yang bisa dinikmati hehehe … salam kenal juga!

  3. >> Indah : pasti sedapnya, Indah … mmm!
    >> elmoudy : Dicoba dulu, pasti enak. Anak saya pun tidak suka telur mata sapi, tapi ketika dihidangkan seperti ini, menjadi mau….

  4. Waaaah, resep baru patut dicoba nih, Bang 😀 secara saya penggemar telur ceplok, dan dengan ritme hidup yang deras, (keluarga kecil, dengan 2 anak yang masih piyik2) memerlukan sajian menu yang cepat namun tetap bergizi. Saya akan beritahukan menu baru ini kepada istri saya di rumah. Hehehe Maaf, titik fokus baca saya ga berubah dari paragraf2 pembukanya yang kadung kuliner abis, pun saya dah baca tentang kaitannya dengan tulmenul. Hihihi.

    Telur saus merah, kedengarannya enaaak 😀

  5. >> Mamah Aline : Sepertinya sama deh, Mah. Sama-sama merah gitu dan bisa pedes. Iya, keduanya dibutuhkan ketiga hal yang disebutkan di atas.
    >> Dani : Asyik! Semoga menunya tidak salah ya, masalahnya saya tidak memerhatikan, hanya bertanya pada istri. Pasti enak, Kang Dani.
    >> pelangisalju : Terimakasih, Lih. Menjadi seorang penulis kan memang harus jeli. Itu kuncinya….

  6. Salam kenal Bang Aswi,
    Kalau mau warungnya ramai dikunjungi orang, berarti si koki juga harus bisa bikin menu yang bervariasi ya, bang? Bukan hanya telur saus merah…

    Analogi yang pas… 🙂

  7. >> lina : Bahan dasarnya ada di mana-mana kok, tinggal kejelian kita aja menangkapnya *emang burung*
    >> anderson : salam kenal juga. insya Allah seperti itu, cuma memang punten aja, dengan telur saus merah aja sudah kerepotan nih … ^_^

  8. waduuuh…bunda jadi malu nih…jadi koki dapur nggak bisa,jadi koki tulisan yang baik juga nggak bisa..
    Nah..trus..?? bunda nulis nulis cuma ingin berbagi banyak hal yang bunda alami dalam keseharian,agar bisa menjadi inspirasi Ibu ibu /perempuan.
    Membela diri…bisa jadi koki yang lain…yaitu koki usaha ritel busana muslim,dll..he..he…

  9. jadi tambah laper nih siang-siang baca judul postingannya bang aswi 😀 .
    mmm…kuatir juga sih kalau tulisan kita sampai menjerumuskan. mungkin lebih baik menuliskan pendapat kita tentang sesuatu ya daripada menulis tentang sesuatu itu sendiri.

  10. >> dyah : itu pun sudah cukup bagus Bunda, daripada tidak ada sama sekali?
    >> morishige : thanks ….
    >> triyunis : semoga tidak lagi shaum ya … agar tidak menjerumuskan, masaklah yang enak2!
    >> nakjaDimande : thanks, Bundo. sama2….
    >> h-run : hehehe … thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s