ASWI : Bercermin

Bercermin adalah tindakan jujur bagaimana kita memahami diri sendiri tanpa ada maksud untuk menutupi sesuatu yang membuat kita ‘jatuh’. Bercermin merupakan budaya memaknai ‘siapa saya’ sehingga bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat dan juga mampu mengelola potensi diri agar bisa dikembangkan menjadi energi positif yang semakin membuat kita ‘bersinar’. Ya, sudah saatnya bagi kita untuk bercermin agar bisa terlihat mana bagian tubuh kita yang harus ditonjolkan dan mana yang harus disembunyikan. Bercermin tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain agar kita bisa menjadi pribadi yang tidak merugikan orang lain. Jadi, sudahkah sobat baraya bercermin hari ini?

ASWI memang nama saya, tetapi kata ini bermakna ganda. Ini adalah konsep yang saya tawarkan kepada sobat baraya sebagai modal untuk mengetahui siapa diri sobat baraya sendiri dan memahami apa mau sobat baraya dalam hidup ini. Inilah konsep yang membuka diri sobat baraya selebar-lebarnya hingga kemudian memutuskan apa yang harus sobat baraya lakukan. Apakah sobat baraya akan berdiam diri, berjalan seadanya, atau berlari dengan kecepatan tinggi? Konsep ini bisa saja tidak sesuai dengan sobat baraya, namun tidak ada larangan untuk belajar memahaminya dan mungkin—suatu hari nanti—sobat baraya pun akan menerapkannya. Kalaupun sudah sesuai, tinggal dipraktikkan saja. Jangan ditunda-tunda lagi. Mulailah dari sekarang.

ASWI adalah sebuah konsep tentang Ambition, Strength, Weakness, dan Innovative. Empat konsep inilah yang menentukan siapa jati diri sobat baraya sebenarnya, apa mau sobat baraya dalam hidup ini, dan usaha apa yang harus dilakukan agar maksud sobat baraya bisa tercapai. Empat konsep ini bersifat abstrak, artinya sudah seharusnya ada di diri sobat baraya dan sudah tertanam di benak sobat baraya. Jika sobat baraya sudah memahami karakter seperti apa sobat baraya, yakinlah kalau hidup sobat baraya pun akan semakin terarah dan jelas.

1. Ambition
Adalah keinginan sobat baraya yang kuat untuk mencapai sesuatu. Ambisi bermakna sama dengan niat. Sobat baraya ingin menjadi apa. Sobat baraya ingin terjun di bisnis apa. Apa yang sobat baraya harapkan dari karir yang sekarang sobat baraya jalani. Kemana sobat baraya akan melangkah, dan seterusnya. Ingatlah bahwa Allah pun selalu mengganjar niat yang baik meski kerjanya belum terlaksana. Lihatlah bagaimana seorang pembunuh yang diganjar masuk surga meski ia telah membunuh 100 orang hanya karena langkahnya lebih dekat kepada kota tujuan di mana ia akan memulai pertobatan. Pertobatan yang baru ia niatkan, belum benar-benar ia lakukan. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan niat jahat. Niat jahat belum akan dinilai sebelum kejahatan itu benar-benar dilakukan. Oleh karena itu, rancanglah niat untuk melejitkan karir ini dengan sungguh-sungguh, lalu buatlah tujuan besar yang tidak setengah-setengah, dan kerjakanlah semuanya setelah matang dengan sepenuh usaha, full energy. Sesuatu yang besar selalu diawali dengan usaha yang sungguh-sungguh. Beberapa pakar menyebutkan bahwa lelahnya mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah atau dengan sungguh-sungguh sebenarnya sama saja, tetapi hasilnya yang berbeda. Jadi, buat apa sobat baraya mengerjakan dengan setengah hati kalau sobat baraya pun bisa melakukan semua itu dengan sungguh-sungguh dan hasil jauh lebih baik? Toh kelelahan yang sobat baraya alami akan sama saja.

2. Strength
Adalah kekuatan yang sobat baraya miliki. Energi positif yang menunjukkan siapa dan mau apa sobat baraya sebenarnya. Energi positif itu bisa berbentuk sifat jujur, percaya diri, fokus, tegas, berani, efektif, berwawasan luas, dapat dipercaya, dan lain-lain. Kenalilah energi positif yang sobat baraya miliki. Sobat baraya bisa membuat daftar apa kelebihan dan kekuatan sobat baraya sebenarnya. Jika sobat baraya sudah mengenalinya, tingkatkan terus kekuatan sobat baraya yang sudah ada dan ciptakan kekuatan sobat baraya yang belum ada.

3. Weakness
Adalah kelemahan yang ada pada diri sobat baraya. Bercerminlah dan jangan pernah membohongi diri sendiri alias jujurlah, sehingga sobat baraya bisa mengubah kelemahan ini menjadi kekuatan. Bertanyalah pada kerabat atau rekan sobat baraya karena mereka jauh lebih mengetahui apa kelemahan sobat baraya sebenarnya. Berpikirlah positif agar energi negatif sobat baraya akan semakin tiada kendati tidak pernah sampai nol. Energi negatif memang selalu melemahkan energi positif yang telah ada pada diri sobat baraya, namun bagaimana sobat baraya bisa mengubah energi negatif itu menjadi energi positif adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Temukanlah formulanya bagaimana mengubah energi negatif menjadi energi positif?

4. Innovative
Adalah berpikir cerdas, bahwa sobat baraya harus bisa merancang strategi berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang ada dengan membuat karya yang unik dan spesial. Berpikirlah secara kreatif semenjak awal hingga akhir, dan jangan pernah berpikir untuk istirahat. Teruslah berkreatif dan berinovasi dalam setiap langkah, sehingga tiap detik haruslah selalu bermakna. Tidak ada yang salah untuk menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. Yang salah adalah jika sobat baraya tidak melakukan apa-apa atau hanya sekadar menjalankan sesuatu apa adanya. Ingatlah bahwa kemonotonan itu membosankan dan tidak ada manusia yang menyukai kebosanan. Anak kecil yang mengalami kebosanan pada satu permainan pun akan segera mencari permainan lainnya yang lebih menantang. Dengan menjadi manusia yang inovatif, sobat baraya berarti telah siap menghadapi tantangan berikutnya yang tentu saja lebih sulit dan menguras banyak tenaga. Kini, tanyakan pada diri sendiri: Sudah siapkah sobat baraya?[]

Advertisements

14 thoughts on “ASWI : Bercermin

  1. aih… mantap juga makna di balik nama bang aswi itu ya…

    kata orang bijak, orang-orang yang ada di sekitar kita adalah cermin bagi kita. ibarat sebuah pepatah “buruk rupa jangan kaca dipecah”, tapi perbaiki diri, agar pantulan yang terlihat di cermin itu menjadi bagus. bila sekeliling kita bersikap buruk kepada kita, jangan salahkan mereka, tapi koreksi diri sendiri, siapa tahu ada yang salah pada diri kita… 🙂

    selamat tahun baru bang!

  2. >> vizon : Hehehe… Menambahkan juga bahwa Rasulullah saw. juga pernah bersabda bahwa jika ingin melihat siapa diri kita maka lihatlah siapa teman atau sahabat kita. Insya Allah, kalau teman kita baik, kita pun adalah ikut baik. Selamat tahun baru juga….
    >> rolly : Pasti ada maknanya kalau mau diulik-ulik. Salam kenal juga….

  3. setuju. artikel bagus.
    bercermin untuk melihat setiap aspek dalam diri kita. nah, sepertinya saya harus bisa lebih inovatif deh

  4. Tks..Bang Aswi……:-) Ada pertanyaan sedikit :’….. ia telah membunuh 100 orang…..?’ What kind of reason?

  5. Mas kamu bisa aja bikin pemaknaan ASWI hehee…
    Memang harus begitu ya mas, harus punya ambisi dan innovativ, serta mengenal kekuatan dan kelemahan kita… 🙂

  6. >> Moko Echo : Itu kan kisah seorang pembunuh yang sangat melegenda. bahkan, diantaranya dan yang terakhir adalah seorang pendeta yang menjawab bahwa dosanya tidak akan diampuni, langsung ditebaslah pendeta itu….
    >> Indah Hairani : Kadang suka bingung kalau mau ngobrol sama kamu … hihihihi, Adoi juga deh!
    >> Indah Ratnaningsih : Kan dulu sudah dibahas hehe, itulah hebatnya sebuah cermin….
    >> zee : Iseng-iseng aja ngotak-ngatik kendati dah lama banged. Seharusnya … ^_^

  7. jadi sin9katannya ituh ban9..

    kereeen..hebaaattt.. cool 🙂

    emm..kreatif ban9ed,klu aku apa ban9 sin9katannya heheh
    **9aruk9arukpala**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s