Menulis Lebih Cepat, Lebih Baik, dan Lebih Mudah [10 Tips Sederhana]

Menulis, bagaimanapun akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan, apalagi di era teknologi yang semakin maju ini. Sobat baraya bisa mensurvei sendiri pekerjaan apa (dari tingkat manapun) di dunia ini yang tidak lepas dari praktik menulis. Orang-orang yang bekerja di perkantoran, mayoritas akan berkomunikasi dengan fasilitas yang menyediakan perangkat teks seperti email, internet messenger (IM), dan termasuk jejaring sosial yang lagi ngetren saat ini. Suka atau tidak, kemampuan kita untuk saling bertukar ide, berkolaborasi dengan sesama, hingga kemudian berhasil atau sukses, ditentukan oleh faktor kepenulisan secara efektif.

Mungkin bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dengan sedikit metode yang berbeda, tulisan Andrew K. Stone yang diambil dari situs Pick the Brain kali ini bisa membuat sobat baraya belajar menulis lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah. Ada sepuluh tips sederhana bagaimana caranya sobat baraya memperbaiki gaya dan karakter penulisan, langsung dari pengarang yang dikenal lekat dengan sisi humanisnya (K. Stone adalah pengarang novel All Flowers Die dan Disappearing Into View yang cerdas menciptakan karakter unik dan ketajaman deskripsi, sehingga layak disejajarkan dengan John Irving, F. Scott Fitzgerald, dan Charles Dickens)

Kesepuluh tips sederhana itu adalah:

  1. Buang bagian yang membosankan. Meskipun sobat baraya menulis untuk diri sendiri, tetap perhatikan bahwa sebagai penulis, kita juga adalah pembacanya.
  2. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.
  3. Menulislah dengan semangat dan dengan penuh perasaan. Anggap tulisan sobat baraya itu adalah harta yang paling berharga.
  4. Menulislah seperti halnya sobat baraya melukis. “Don’t tell me the moon is shining; show me the glint of light on broken glass,” kata Anton Chekhov.
  5. Ciptakan tulisan sesederhana mungkin. Belajarlah untuk menulis beberapa halaman singkat daripada menulis berpuluh-puluh halaman yang tidak berarti. William Strunk Jr. mengatakan, “Vigorous writing is concise.”
  6. Lakukan dengan cinta. Sobat baraya bisa memulai menulis pada buku diari, blog, atau catatan kecil di situs jejaring sosial. Lupakan bahwa tulisan itu akan diterbitkan atau ingin dibeli. Yang terpenting adalah tanggapan dari orang lain (baik positif maupun negatif).
  7. Belajarlah siap untuk selalu menerima kritikan. Dunia menulis selalu tidak lepas dari tanggapan orang-orang yang membaca karya kita. “You have to know how to accept rejection and reject acceptance,” kata Ray Bradbury.
  8. Menulislah setiap saat. Jika sobat baraya telah siap menjadi seorang penulis, menulislah setiap ada kesempatan. Biasakanlah, atau kita tidak pernah jadi apa-apa. Ray Bradbury kembali menegaskan, “Quantity produces quality. If you only write a few things, you’re doomed.”
  9. Tulislah apa yang diketahui atau … menulislah apa yang ingin diketahui. Menulislah sebanyak kita membaca. Menulis dan membaca adalah dua aktivitas yang berbeda. Jika kita bosan menulis maka membacalah, dan jika kita bosan membaca maka menulislah. Perulangan kedua aktivitas ini akan membuat otak kita terus bekerja dan bisa menghasilkan ide-ide yang cemerlang.
  10. Jadilah pribadi yang unik dan sulit ditebak. Sulit memang, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba dan terus mencoba. Minimal, karya kita akan lebih menarik jika kita mampu membuat cerita yang unik dan sulit ditebak. “Consistency is the last refuge of the unimaginative,” kata Oscar WildeZest.

Memang kesepuluh hal di atas adalah teori belaka dan banyak orang … sudah terjejali oleh teori-teori yang membuat kepala kita ‘mumet’. Intinya, kerjakan dan praktikkan. Menulislah langsung. Bergeraklah. Jika sobat baraya tidak berjalan dari sekarang, percayalah bahwa suatu saat nanti (bahkan sekarang) sobat baraya akan segera tertinggal … jauh di belakang.[]

Advertisements

30 thoughts on “Menulis Lebih Cepat, Lebih Baik, dan Lebih Mudah [10 Tips Sederhana]

  1. alhamdulillah… jazakalloh Bang… malam minggu kali ini full banget dapet ridzki… setelah ridzki makan malam, silaturrahim dan sebagainya… eh, ternyata masih ada ridzki ilmu untuk saya….

  2. Alhamdulillah..segala puja puji bagi Sang Maha Pencipta..aku masih sempat baca tulisan ini meski Abang tak sempat tag ke aku..thanks ya..dan ada juga penulis wanita kaliber dunia seperti Kay Hooper, Linda Howard dan Tess Gerritsen The Sinner.

  3. >> Joko : Sama2, brad Joko. Gimana nih dengan proyekan animasinya? Semoga lancar ya….
    >> Abang Eddy : Sama-sama, Bang Eddy. Kita sama-sama mengingatkan saja….
    >> Moko Echo : Mohon maaf karena harus dibagi rata bagi ilmunya, semoga bisa terus membaca dan membagi informasi. Terima kasih juga atas tambahannya….
    >> antown : Mangga, Kang Usman. Sukses juga buat IS-nya. Diatur-atur aja, nanti kita sendiri yang menemukan momennya….

  4. Point yang cocok buat saya : kalau bosan menulis maka membaca. Kalau bosan membaca maka menulis. Kalau bosan kedua2nya masih banyak aktivitas lain : memasak, mencuci, beres-beres rumah, berantem sama anak2, rebutan laptop, mengkliping….;-) makasih bang Aswi!

  5. >> Sinta : Iya, Mbak. Banyak aktivitas lain yang bisa mengalihkan dunia kebosanan kita saat menulis atau membaca. Fungsinya untuk merefresh semangat menulis dan membaca buku itu. Sama-sama ya, Mbak.
    >> FLP Jakarta : Wah, langsung diborong sama grup Betawi nih. Mangga ….

  6. insya Allah ..

    pen ban9ed menulis den9an hatid an den9an cinta .

    *tanya la9i,menurut aban9 tulisan aku da ba9usan belum?

    makasi da berba9i tips ban9,aku berusaha untuk belajar nulis lebih baik la9i,seman9addd!

    hehe

  7. Assalamu’alaikum, Subhanallah, terima kasih tips menulisnya yang sangat bagus ini Bang Aswi. Ohya, kalau boleh sedikit menambahkan, agar tidak menemukan kesulitan dalam menulis, sebainya kita menulis sesuatu yang kita senangi dan kita kuasai dgn baik. (Dewi Yana)

  8. Tapi kadang2 kita kan ingin menulis untuk diri sendiri bang, jadi kalau sudah judulnya untuk diri sendiri susah bicara sesuai teori :).

  9. >> wi3nd : Sudah bagus, dan kalau diasah lebih dalam lagi juga akan semakin bagus. Sama2….
    >> Dewi Yana : Waalaikumsalam dan sama2. Ya betul, terima kasih sudah menambahkan.
    >> zee : Teori itu kan memang muncul setelah adanya aktivitas. Jadi, jika memang tujuannya untuk diri sendiri, teori dari luar tentu tidak akan masuk, kecuali jika teori itu bersinggungan dengan karakter kita.

  10. Pasti lebih baik kalau banyak dokter yang menulis, psikolog yang menulis, pengacara yang menulis, guru yang menulis, bahkan pejabat yang menulis. yoyow ^___^

  11. >> lia : Pasti lebih baik karena dengan begitu ilmu yang disampaikan bisa lebih dipertanggungjawabkan. Syaratnya mudah saja, bahwa setiap penulis harus bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya.

  12. ho.ho.. dapet ilmu banyak neh.. thanks yaaa… btw, di blogku yg satunya (ceritainspirasi.net) juga sedang ada kompetisi menulis niih.. ikutan yah.. ^^ tak tunggu

  13. Apa khabar bang Aswi?
    Lama sudah tidak saling jumpa.
    Tak sengaja sy lihat kunjungan nya ke salah satu blog
    hingga menuntun sy kemari.
    Salam hangat.

  14. >> sauskecap : semoga memang bermanfaat dan sama2….
    >> gravisware : sama-sama … nanti saya cek ya.
    >> dinda27 : Kabar baik, meski baru keluar RS. Salam hangat kembali. Mengapa termangu karena poin ke-10?
    >> ade : Alhamdulillah berkat doa kawan2 semua, saya bisa kembali menyapa kalian semua… ^_^
    >> adi : sama-sama….

  15. yang masih kurng buat ku itu ya di point 6 coz slama ne yang lakuin dg cnta itu ya baca hhe.. pengen nulis tapi masih terlalu memakai ego dan ambisi hanya buat pengen ‘nulis’ kadang terlalu lebay kadang terlalu over formal makanya suka jadi tumpukan doang tulisanku .. masih malu sama kalimat seorng penulis novel indo -orang bodoh yg mengaku ngaku pintar selalu menggunakan istilah asing di kalimatnya biar kelihatan pintar padahal di dalam otaknya hanya O besar itulah maslah negara ini- hhe

  16. Menulislah langsung. Bergeraklah, ika…segera susul penulis2 hebat dan produktif ini…bang aswi, numpang baca nih, sambil ambil ilmunya..:-)

  17. Pagi bang Aswi (01:10am)
    Semoga sudah pulih ya.

    Poin ke 10.
    Cerita yg unik dan sulit ditebak.
    Jadi … pembaca dibawa berkeliling, seolah mampu menebak jalan cerita, ternyata hasil akhirnya tak seperti yg diduga?
    Atau jalan cerita nya demikian unik hingga tetap tak mampu ditebak di-akhir-nya?
    Hehe … sy kok jadi bingung menafsirkan kalimat sendiri.
    Makasih ya bang atas kunjungan dan masukkannya
    Salamku.

  18. >> Indah : Mari lakukan apapun dengan cinta.
    >> E’el : Dicoba aja, tidak ada ruginya. Ya, penulis yang baik adalah bagaimana menempatkan kata dengan tepat, bukan sekadar menempelkan kata yang keren tapi malah dangkal.
    >> Ika : Mangga … ^_^
    >> dinda27 : Alhamdulillah, sedikit2 pulih kembali. Ya, kurang lebih seperti itu. Bisa pakai cara pertama atau kedua tergantung ciri khas kita. Salam kembali.

  19. Wah, setuju sekali… Tulisannya memberi semangat… terima kasih… Lagi belajar nulis nih dalam blog… 🙂 Doakan semoga makin hari makin baik hasilnya. tx.salam

  20. Terima kasih Bang Aswi. Ilmu yang bermanfaat. Semoga jadi orientasi aplikasi bagi saya yang sedang belajar menulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s