Sebuah Catatan: Finding Forrester

Saat dirawat karena DBD kemarin, saya menyempatkan diri menonton film ‘Finding Forrester’, selain ‘Miss Potter’ yang diperankan oleh Renee Zellweger (kisah tentang Beatrix Potter, penulis buku anak ‘The Tale of Peter Rabbit’ yang melegenda karena best-seller).

Film ‘Finding Forrester’ (2000) bercerita tentang Jamal Wallace (Rob Brown) yang mendapatkan beasiswa ke sekolah yang lebih prestisius. Di sekolah barunya ini, ia mendapatkan pelajaran menulis yang cukup serius dari Prof. Robert Crawford (F. Murray Abraham), yaitu menelaah buku karangan William Forrester. Tanpa disengaja, Jamal berkenalan secara unik dengan seorang tetangga misterius yang ternyata adalah William Forrester (Sean Connery). Di sinilah jalinan persahabatan mulai terbentuk antara keduanya termasuk transfer ilmu kepenulisan.

Film yang ditulis oleh Mike Rich dan disutradarai oleh Gus Van Sant ini layak diapresiasi oleh siapapun yang ingin belajar menulis. Selain persahabatan yang dijalin begitu indah dari seorang penulis ternama yang pernah mendapatkan hadiah Pullitzer dengan seorang pemuda kulit hitam yang miskin, banyak dialog-dialog bernas tentang dunia kepenulisan yang patut diserap. Termasuk yang paling terkenal adalah adegan Forrester meminta Jamal untuk mengetik langsung, tanpa harus berpikir lebih dahulu (poin nomor 7).

Sebagai apresiasi untuk sobat baraya yang ‘haus’ ilmu kepenulisan, saya catatkan di bawah ini beberapa kalimat William Forrester yang bisa dijadikan bahan renungan. Saya sengaja tidak menerjemahkannya agar sobat baraya bisa menyerap lebih dalam makna kata-kata tersebut.

  1. An expression is worth a thousand words.
  2. The object of a question is to obtain information that matters only to us. Theres a question in your writing about what you wish to do with your life. That is a question your present school cannot answer for you.
  3. Show a little respect for the author.
  4. You could learn a little something about holding back.
  5. Socks are badly designed. The seams are on the inside. They hurt the toes. In some cultures, it’s good luck to wear something inside out. I don’t beleive it, but it’s like praying. What do you risk?
  6. Why is it the words we write for ourselves are always so much better than the words we write for others?
  7. Go ahead! Write! No thinking. That comes later. You write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is to write. Not to think.
  8. Start typing that (mencontoh tulisan yang sudah ada). Sometimes the simple rhythm of typing gets us from page one to page two. When you begin to feel your own words, start typing them.
  9. There’s something you should know about Robert Crawford. He wrote a book a few years after mine. All the publishers rejected it, which was the right decision. Instead of writing another one he took a job teaching others how to write. A lot of writers know the rules about writing but they don’t know how to write.
  10. Paragraph three starts with a conjunction, “and.” You should never start a sentence with a conjunction. It’s a firm rule. Jamal said: It was a firm rule. Sometimes using a conjunction at the start of a sentence makes it stand out. And that may be what the writer’s trying to do. It’s a distraction and could give your piece a run-on feeling. But the rule on using “and” or “but” at the start of a sentence is pretty shaky. Even though it’s still taught by too many professors. Some of the best writers have ignored that rule for years, including you.
  11. What the hell’s that got to do with writing? Writers write so that readers can read. Let someone else read it.
  12. Do you know what the absolute best moment is? When you’ve finished your first draft and you read it by yourself.
  13. The rest of those who have gone before us cannot steady the unrest of those to follow.[]
Advertisements

8 thoughts on “Sebuah Catatan: Finding Forrester

  1. Bang Aswi yang baik…

    Sebelumnya lekas sembuh aja dan bisa kembali beraktifitas seperti semula. Film ini memang begitu menginspirasi penonton khususnya mereka yang ingin terjun ke dunia kepenulisan. Semacam film motivasi. Tapi, rasa-rasanya memang perlu diikuti dengan aksi.

    Tapi, kalau melihat lebih jauh, ada hal yang mungkin terlewat. Ini khusus bagi mereka yang sedang menjalin “persahabatan”. Saya ingat benar sebuah “rumus” bagaimana memikat perempuan dalam film itu. Katanya “Berikan perempuan yang kau sayangi, sesuatu tak terduga disaat tak terduga” Hasilnya, mmm..memang dahsyat 🙂

    >> Terima kasih atas doanya. Ya, saya pun ingat adegan itu: Unexpected gift at unexpected time! ^_^

  2. Inalilahi aban9 sakit?
    syafakillah yah ban9..

    suka maen ama nyamuk seehhh 😀

    uda sembuhkan?

    alhamdulilah..

    itu tipsnya ka9ak ada yan9 pake bahasa indonesia ajah n9apa ban9?
    anekan ka9ak n9arti :mrgreen:

    >> Iya, tapi alhamdulillah sekarang dah baekan dan dah kembali ngantor. Belajar, ngapa? Mana yang mau diterjemahkan? Yang no. 7 aja ya (paling bagus sih) … Menulislah! Jangan berpikir. Menulislah pertama kali dengan hati, lalu kemudian tulis ulang dengan pikiran. Kunci pertama dalam kepenulisan adalah menulis, bukan berpikir. Gimana?

  3. ah saya lebih suka diterjemahkan, karena saya cinta bahasa indonesia (padahalmah teu ngarti bhs inggris xixixixi)

    >> Makanya kalau nonton suka serius ya, Mad, alias bengong karena teu ngarti lamun teu aya subtitlenya hehehe….

  4. @ bang aswi :

    hihi..anekan cuma becanda ban9 ^_^
    tapi makasi da diterjemahin.. heheh
    [aban9 man9 baeee dacch ]

    stujaa..
    lah klu berfikir terus kapan nulisnya..?
    yan9 pentin9 nulis,dan nulis lama lama ju9a bisa ,pake hati,ini aku masih berproses

    makasi ban9a
    *jabat tan9an*

    >> Tahu kok kalau lagi bercanda, tapi biar yang nggak ngerti jadi tambah ngerti hehehehe. Semoga bermanfaat ya … *menangkupkan tangan*

  5. pertama.., Alhamdulillah bang Aswi dah sembuh…!
    kedua…, ternyata sakit DBD tidak menghalangi bang Aswi tuk tetap berkarya..
    terakhir.., trims sudah ngatagg Idew di notesnya Insya Allah bade diapalkeun sugan we Idew juga jadi penulis kayak Bang Aswi, kalo menulis diary mah dah jagoan he..he

    >> Hatur nuhun atas segala doanya, Ceu *sungkem*

  6. kayanya menarik, entar cari ah filemnya. thanks infonya. ^^

    >> Insya Allah menarik kok, El. Sangat-sangat menarik. Semoga ketemua ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s