Fakta-Fakta Bike to School

  1. 73% orangtua tidak pernah berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki cukup latihan fisik selama di sekolah.
  2. Anak-anak yang diantar ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan waktunya di atas kendaraan tersebut rata-rata 2 jam 35 menit dalam satu minggu, yang setara dengan 8% dari waktu sekolah mereka. Bandingkan dengan 5% dari waktu sekolah untuk kegiatan fisiknya (olahraga resmi).
  3. 67% orangtua melihat adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran saat anak-anak mereka bersepeda ke sekolah.
  4. 59% orangtua yang anak-anaknya bersepeda ke sekolah secara teratur mengatakan bahwa ada perkembangan fisik mereka yang lebih sehat dan bugar. Seperempatnya mengatakan juga ada perkembangan yang positif pada mental mereka.
  5. Lebih banyak ayah (28%) daripada ibu (20%) yang melihat kalau bersepeda telah meningkatkan rasa percaya diri anak-anak mereka.
  6. 36% orangtua yang menyadari bahwa anak-anak mereka yang bersepeda ke sekolah telah mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi.
  7. Kurang lebih 81% anak-anak menempuh perjalanan kurang dari lima mil (8 km) untuk ke sekolah, jarak yang bisa ditempuh dengan bersepeda, tetapi hanya 2% yang melakukannya. Jika ada fasilitas seperti bikelane, 37% orangtua akan mengijinkan anak-anak mereka untuk bersepeda ke sekolah.
  8. Di Inggris, 8,3 juta anak-anak pergi ke sekolah setiap hari, tetapi hanya sebagian kecil saja yang bersepeda ke sekolah (di bawah 2%), meskipun fakta di sana menunjukkan bahwa satu dari tiga anak ingin sekali bersepeda ke sekolah.
  9. Penelitian di Amerika pun menunjukkan bahwa ada hubungan yang selaras antara aktivitas fisik dengan hasil tes di sekolah. Artinya, makin banyak aktivitas fisik yang dijalani oleh seorang murid, makin baik pula hasil tesnya.
  10. Para orangtua yang memiliki anak 11-18 tahun dapat menghemat uang sampai 520 juta poundsterling (1 poundsterling = 6.000 rupiah) setahun bagi mereka yang anak-anaknya bersepeda ke sekolah daripada menggunakan kendaraan bermotor.
  11. Mobil mengeluarkan 21% dari emisi CO di Inggris (salah satu penyebab terjadinya efek global warming), akibatnya satu dari tujuh anak-anak di Inggris mempunyai penyakit asma yang diakibatkan oleh polusi kendaraan bermotor.
  12. 90% anak-anak mendapatkan sepeda dari orangtuanya dan lebih dari 30% ingin bersepeda ke sekolah, tetapi hanya 1% yang melakukannya.
  13. Satu dari empat perjalanan mobil memang bike-friendly tetapi hanya mereka yang menempuh perjalanan 2 mil (3,2 km) atau kurang.
  14. Jumlah anak-anak yang diantar ke sekolah dengan kendaraan bermotor bertambah dua kali lipat (tahun 2006) sejak 1985.
  15. Dengan bersepeda, kita dapat melakukan perjalanan empat kali lebih cepat daripada berjalan dengan energi yang sama.[]
Advertisements

32 thoughts on “Fakta-Fakta Bike to School

  1. Yang sulit sekarang ini, bagaimana membuat kita, orang- tua/ anak2 dengan mudahnya menganjurkan hal2 ini.
    jalan raya sudah semakin tidak aman. Karena ulah kita2( manusia dewasa) juga, yg entah kenapa suka, sukaaa sekali ngebut. Padahal didalam kota. Jadi jelas amat sangat tidak layak untuk bersepeda. Jalur khusus sepeda? Boro2. Trotoar? Coba lihat, sepeda- motorpun sudah tidak sungkan2 merampasnya.Lagi2 banyak orang- tua2 yang lakukan. Belum lagi dari bahaya kejahatan. Baik sepedanya maupun jiwa anak2nya sendiri.
    Jadi sudah selayaknya juga dibarengi dengan gerakan aman dijalan. Ajakan untuk mematuhi batas kecepatan maksimal didalam- kota. Sudah saatnya juga tuntutan kepada penguasa kota untuk dibuatkan jalur khusus sepeda

  2. >> Kalis : Mangga….
    >> Ade : Nuhun pula perkedel jagungnya ^_^
    >> AkiNiaki : Makanya kita harus bersinergi dengan pihak-pihak terkait agar proses ini bisa berjalan dengan lancar. Tapi, tak ada salahnya untuk memulai dari diri kita sendiri dan keluarga meski kita pun harus ekstra hati2 membimbing anak2 kita.

  3. tapi jalan di indonesia belum aman untuk sepeda apalagi dinaiki anak-anak. saya tidak akan mengijinkan anak-anak bersepeda lebih dari luar gang. di sekitar gang saja, banyak motor ngebut 😦 mau nyari sehat aja susah kan? ntar malah celaka… (kangen deh naik sepeda, sejak pulang ke ina belum pernah sekalipun)

    peace ^-^,
    Tethy Ezokanzo

  4. Salah satu faktor kenapa anak2 dikemput oleh orang tua adalah faktor keamanan. Dengan kondisi jalan di kota-kota perlu ekstra kehati-hatian.

  5. >> Ezokanzo & Utsman : Saatnya harus mengkampanyekan hal-hal seperti di http://www.walktoschool.org/
    Jika bisa disinergikan dengan pemerintahan daerah, insya Allah bisa, minimal dengan pihak sekolah dan pihak keamanan. “Semuanya pasti bisa …,” kata pelatih Guntur di film ‘KING’ ^_^
    >> Adei : Mangga….

  6. Ide yang bagus. Sistem clustering sekolah menurut saya mengakomodasi dampak sampingan bersekolah dengan berjalan kaki atau bersepedah.

    Tetapi permasalahannya kualitas sekolah tidak merata sehingga orang tua berupaya mencari sekolah yang relatif jauh dari tempat tinggal dengan harapan dapat sekolah kualitas lebih baik. Bahkan untuk pekerja yang “urbanov” atau “pjka” w2w lebih bisa diaplikasikan secara tempat tinggal ngekos dan dekat dengan tempat kerja.

    Beberpa waktu sebelum bergiat dengan b2w, saya coba W2W perjalana kalibata-tebet. Lumayan ngesang:) Jadi teringat dengan kartunya Benny&Mice di koran Kompas….

  7. >> Utsman : Ya, insya Allah. Jika dimulai dari satu sekolah dan itu berdampak baik, mudah2an juga akan diikuti oleh sekolah2 lain. Jika kita hanya mengharapkan sistem yang baik tanpa dimulai dari hal2 kecil, semuanya akan percuma dan saling menunggu. So, bergerak dan beraksilah. Dan kita bisa memulainya dari diri kita sendiri, lingkungan keluarga, dan syukur2 bisa berimbas pada lingkungan kerja maupun lingkungan sekolah anak2 kita.

  8. >> boyin : Memang dilema, Mas. Tapi mau gimana lagi. Kalau kita terus2an hidup dalam ketakutan, apalagi yang bisa dinikmati dalam hidup ini?

  9. >> Abang Eddy & Haroko : Begitulah, jadi solusinya harus dikerjakan bersama2. Kemaren ngelihat yang sepeda gembira dari kacamata motor, ngeri juga karena beberapa yang bersepeda juga tidak peduli dengan rambu lalu lintas T_T

  10. yup.. bersepeda memang banyak manfaatnya, btw.. waktu di bali dan kerja ama orang asing, saya juga sempet heran saat melihat bosku kemana2 cuman naik sepeda.. padahal kaya-nya minta ampun euy.. –> patut ditiru nih..

  11. >> joddie : kadang … yang sudah menyadari betapa pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan hidup adalah mereka yang perekenomiannya sudah maju, tapi kita jangan sampai tertinggal ….

  12. emmmm..dijakarta ini untuk naek sepeda kes ekolah masih belum bisa ban9,jarak tempuh lumayan,belum la9i amsuk ap9i2.
    klu rumahnya deket nda masalah,klu dari ujun9 keujun9 ituh yan9 repot..

    belum la9i kendaraan yan9 berjubel,kasihan ban9 ponakanku amsih piyik piyik,jadi lebih kuatir,klu da 9ede smp ato sma mah nda masalah hehe

    eman9 seeh sebenernya ter9antun9 niat,tapi 9imana??

    aku ajah anter ponakan ke sekolah TK pake motor,soalnya sepedanya nda ada boncen9annya hehe..

    nda maksud membela diri ban9,tapi ini kenyataan yan9 dihadapi…

    *weeks ne komen9 terpanjan9ku ^_^

  13. udaaah dibacaaaaaaaaaa..
    he he..
    dan udah di balessssssssss.
    hi hi…

    maaap maaf terlambaaaatttttt san9addd yah ban9 ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s