Buku Terbaru yang Serius tapi Renyah

aswi-cmoamp1

Dosis (takaran) suatu obat adalah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang pasien baik untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar. Dosis kecuali dinyatakan lain, adalah dosis maksimum, yaitu dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutis, dan rektal.

Dosis atau dosis maksimal menurut Farmakope Indonesia IV adalah untuk orang dewasa yang berusia 20 – 60 tahun. Jika kurang dari 20 tahun atau lebih dari 60 tahun, dosis harus dihitung kembali. Untuk orang yang sudah lanjut usia, pemberian dosisnya diatur sebagai berikut:
60 – 70 tahun : 4/5 x dosis dewasa
70 – 80 tahun : 3/4 x dosis dewasa
80 – 90 tahun : 2/3 x dosis dewasa
90 tahun ke atas : 1/2 x dosis dewasa

Sedangkan untuk bayi, anak-anak, dan remaja, perhitungan dosis bisa dihitung berdasarkan usia atau berat badannya. Yang paling aman adalah dengan menghitungnya berdasarkan berat badan. Ada tiga rumus yang bisa digunakan berdasarkan berat badan, yaitu:
1. Rumus Clark (Amerika): berat badan (kg)/68 x dosis dewasa
2. Rumus Thermich (Jerman): berat badan (kg)/70 x dosis dewasa
3. Rumus Black (Belanda): berat badan (kg)/62 x dosis dewasa

Mengapa dosis untuk bayi, anak-anak, remaja, dan orang lanjut usia harus dibedakan? Hal ini dikarenakan mulai menurunnya fungsi kerja tubuh pada orang lanjut usia dan juga baru berkembangnya fungsi kerja tubuh pada bayi, anak-anak, dan remaja. Fungsi kerja tubuh yang ideal adalah ketika seseorang sudah mencapai usia 20 – 60 tahun, karena itulah pada rentang usia ini dijadikan patokan dalam menentukan dosis dewasa. Yang perlu diperhatikan, ini hanyalah cara umum untuk mempermudah perhitungan dosis.

Obat, bagaimanapun, adalah senyawa kimia yang telah diproses sedemikian rupa sehingga layak untuk dikonsumsi oleh orang yang membutuhkannya, sekali lagi oleh orang yang membutuhkannya. Sebagaimana yang kita tahu, senyawa kimia apapun akan sangat berbahaya bagi tubuh jika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Artinya, obat bisa berubah menjadi racun kalau sobat baraya tidak mengetahui seluk beluk tentang obat, termasuk cara menghitung dosis obat.

Buku “Cerdas Memilih Obat & Mengenali Penyakit” adalah buku terbaru saya, dan sebagai buku serius maka saya pun menggunakan nama asli, bukan Bang Aswi yang telah menjadi trademark. Buku yang berukuran 17,5 x 19,5 cm ini diterbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House dan telah tersedia di toko-toko buku offline maupun online dengan harga normal Rp39.000. Tidak hanya tentang dosis obat dan cara perhitungannya, buku ini juga membahas apa itu nomor registrasi obat, resep obat, perbedaan obat generik dan non-generik, antibiotika, obat tradisional, dan lain-lain dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat kebanyakan.

Makin mudahnya mendapatkan obat ternyata tidak membuat masyarakat kita memahami apa sebenarnya obat itu. Mereka tidak menyadari betapa bahayanya obat-obatan itu jika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pandangan bahwa obat sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit membuat mereka asal-asalan mengonsumsinya. Hal ini seolah-olah juga didukung oleh para ‘penjaja obat’ di beberapa apotek dengan prinsip asal barang laku, padahal beberapa obat tidak boleh diberikan kalau tidak ada resep dokter. Betapa seringnya dijumpai kasus keracunan obat (overdosis) tetapi masyarakat malah menuduh ‘seseorang’ sebagai kambing hitam, tanpa menyadari bahwa konsumsi mereka terhadap obat-obatan tertentu adalah penyebab utamanya. Sudah saatnya masyarakat kita belajar memahami tentang dunia obat.[]

Advertisements

65 thoughts on “Buku Terbaru yang Serius tapi Renyah

  1. >> Iin : saya belum dapet bukunya, baru dapet informasinya dari penerbit ^_^
    >> Dhadhang : yang bikin luar biasa adalah pelakunya sendiri. jadi, kita sudah berbuat apa untuk masyarakat?

  2. Ahai… ada buku baru nih.. selamat bang, semoga bukunya laris dan bermanfaat. insya Allah kalau ke toko buku akan saya beli

  3. * melirik pake nama asli saya bukan ban9 aswi*

    catet judul buku,liat nama asli he he.. **piisssss.. ^_^

    aku jaran9 minum obat ban9,dan dosisku adalah dosis anak2,suale klu pake dosis oran9 dewasa/tua nda kuat,lan9sun9 lemes,alhamdulilah dokternya tahu he he..

    *aku kirim email la9i,kemari n itu 9a9al ternyata,kepenuhan kali inbox nya,di cek la9i yah ban9 he he,makasii ^_^*

    have nice week end

  4. >> wi3nd : Thanks sudah mencatat. Syukurlah kalau dosisnya untuk anak kecil, emang masih kecil kayaknya ^_^
    Oke, saya cek lagi dan terima kasih ya, Wi3nd….

  5. Saya termasuk yg suka berlebihan klo mengkonsumsi obat. Krn sudah terbiasa minum pain killer jd rasanya kalau tidak minum langsung sakit. Hmmm..

  6. wiihhh.. bukunya bang aswi toohh… sukses deh yaahh… tapi aku paling susah kalo disuruh minum obat euy!! hehehe… :p

  7. wah ilmu yang bermanfaat,,
    makasih bang,,
    kemaren ulangan resep ditanya rumus black,,
    padahal yang ada dibuku cuma thermich sama clarck,,
    makasih iia bang,,

  8. >> peri : salam kenal kembali, peri.
    >> orange float : memang harusnya seperti itu, saya sebagai pelaku kesehatan sangat tidak menganjurkan untuk mengonsumsi obat kecuali terdesak.
    >> yolis : makasih, yolis. yang penting sehat terus deh, jangan sakit.
    >> ulfah : nah, tinggal nyontek deh ke sini ^_^
    >> achoey : hehehehe, insya Allah akan ada. bismillah aja ….

  9. >> Desy : Kata penerbitnya sih sudah. Tadi bukunya juga baru datang ^_^ Just check it out!
    >> Sinta : Yaaaaa, begitulah. Orang tenar mah jarang dikenal nama aslinya *kaboooor, bisi dilempar sendal* Jadi, kapan sinta bikin buku sendiri?
    >> Wianti : Sok atuh beli, lalu baca sepuasnya. Sepupu saya seneng banget karena ada rumus dosisnya di sana. Prosesnya ada 2 tahunan. Seneng ya dah tahu nama sebenarnya?

  10. >> Wianti: Lama pengendapannya sama cari penerbitnya. Iya, referensinya banyak banget. Kayaknya nanti jadi buku wajib para farmasis hehehehehe….

  11. ternyata ada dosis obat juga ya sesuai umur..
    saya kira, semakin banyak dosis ketika usia lanjut..ternyata harusnya berkurang..
    kpan2 saya baca tuh bukunya 😀

  12. >> Sinta : Jangan kelamaan nulisin buku orang lain, jadi idenya ketutupan ^_^
    >> annosmile : Baru tahu, kan? Jangan kapan2, sekarang juga cari di toko buku ^_^

  13. Barakallah, Bang Aswi. Tadi pas rapat wilayah FLP Jatim, kami membahas buku ini, memberikan semangat ke teman2 ttg bang Aswi yh produktif yg bisa memotret apapun utk jadi bahan tulisn 🙂

  14. >> Sinta: Waduh2, jadi malu diomongin banyak orang hebat. Matur nuwun, Mbak, semoga ceritanya bisa menginspirasi banyak orang untuk menulis lebih baik lagi dari saya.
    >> Wianti: Hehehehehehehe, slogannya kereeen….

  15. uupss… baru tau klo bang aswi ini penulis… sukses atas bukunya ya…

    jujur, obat2an kimia baru saya gunakan jika benar2 kepepet… saya berusaha untuk hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan berimbang… jika sakitpun berusaha untuk mengkonsumsi obat2an tradisional dulu… termasuk buat anak2…

    * sepertinya saya harus punya buku itu, pengetahuan ttg ‘dosis’ sangat penting karena banyak orang yang salah kaprah tentang itu…

  16. >> ceuceu : Hehehe, salam kenal dari penulis … blog. Ya, saya setuju. Memang harus seperti itu, jangan dulu minum obat kimia kalau memang tidak perlu. Mangga kalau mau dicari, insya Allah bermanfaat untuk keluarga dan tetangga.

  17. wah…kyk-nya gw hrs pny ni buku neh, selain tuk koleksi pribadi prlu jg tuk ponakan gw yg kuliah d farmasi. D grmdia dah ada blm gus?

  18. hoaaaaa.. penulis ya bang? *baru tau, hehehe.. maklum baru mampir 😀 😀 😀

    hmm, iya yah.. tiap usia itu beda2 yah kerja metabolisme-nya..

  19. >> jangkrik : Ya, siapapun akan alergi terhadap benda2 yang disebutkan itu. Kita semua pasti memilih sehat, amiiin.
    >> wi3nd : Oke, begitu lebih baik. Thanks….
    >> deeedeee : Iya, salam kenal antar-sesama penulis ^_^

  20. itu un9u 🙂

    aku tauu sekaran9 ASwi itu sin9katan dari :agus Wibowokan?

    kok namana nda ada betawi betawinya acan yah he he

    *kabuuuurrrrrrr*

  21. >> wi3nd : Ya, itu ungu *kata kamu* Lho?! Ngarang dari mana kalau ASWI itu …. heheheheh. Ada yang mengatakan seperti itu, tapi ada juga yang mengartikan lain. Coba tebak?

  22. membaca postingan ini, jadi ingat bacaan di reader digest bulan lalu. tentang traditional china medicines (TCM). bukan untuk menjadi pertentangan, sih, tapi ternyata penggunaan TCM juga sudah membumi bahkan dipadupadankan dengan western medicines 🙂

  23. @ aban9 :

    emmm..men9aran9 bebas,meski pelajaran bahasa indonesia selalu buruk 😀

    waiih aban9 malah n9ajakin tebak tebak buah man99is,uda pada tau ban9 klu aku maniiieess kwkwkkw…

    klu aku bisa nebak dapet hadiah nda
    *dasaar wieend!!,dijitak ban9 aswi..*

  24. >> kyaine : Hehehehe, iya, Mas. Jadi beli nggak?
    >> fety : Ada penjelasan juga tentang obat tradisional di buku ini, termasuk penomoran registrasi yang jelas berbeda dengan obat modern ^_^
    >> wi3nd : Hehehehehehe, sok aja ditebak dan dikirimkan via email. Mumpung masih ada stok buku lebih, siapa tahu dikirimkan ke alamat kamu ^_^

  25. uda uda dicari tahunya..

    katanya ada di warte9 he he..

    *uda ada edisi barunya di email aban9 *

    aku da beli buku ini,tadinya pen minta ditandatan9inin ama penulisnya,trus dikasih kata kata,buat wiend bla..bla..bla… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s