Bersepeda Sambil Donor Darah

Manfaat bersepeda tidak hanya dirasakan oleh pesepeda itu sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang yang ada di sekitarnya. Sepeda tidak menimbulkan polusi sehingga udara yang ada di sekitarnya akan selalu bersih, berbeda dengan kendaraan bermotor–yang meski memberikan kenyamanan dan cepat sampai bagi pelakunya tetapi malah memberikan udara buruk dan kemacetan. Bersepeda memberikan kesegaran bagi lebih banyak orang.

s-015_donor1

Dari sisi fashion, bersepeda bahkan bisa memberikan porsi lebih dibanding bermotor atau bermobil ria. Siapa yang tidak membuat iri saat ada seorang fashionita (laki-laki maupun perempuan) bersepeda di tengah hiruk-pikuk kendaraan bermotor di jalan raya. Bahkan, fashion dari bentuk sepeda itu sendiri menjadi ciri khas beberapa komunitas sepeda yang ada. Yang jelas, bersepeda telah memberikan kenyamanan tidak hanya bagi pelaku pesepeda itu sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Mungkin inilah yang coba disampaikan oleh beberapa pesepeda Bandung pada Minggu pagi, 11 April 2010. B2W Bandung mencoba berbagi dalam bentuk yang lebih nyata terhadap sesamanya, yaitu bersepeda sambil mendonorkan darahnya di PMI. Langkah awal yang berani dan layak untuk diberi acungan jempol mengingat baru sekira 30-an orang yang terlibat di dalamnya. Setelah berkumpul di Taman Cikapayang Dago pada pukul 08.00, rombongan bergerak dengan tertib melalui Jl. Ir. H. Djuanda sampai depan BIP, lalu berbelok memasuki Jl. Aceh hingga sampai di markas PMI.

Bagi yang belum pernah mendonorkan darahnya, langkah awal yang bisa dilakukan setelah memarkirkan kendaraannya pada tempat yang disediakan [^_^] adalah mengisi formulir tentang biodata kesehatan kita, baik data pribadi pada umumnya pada halaman depan maupun data kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan obat-obatan, perawatan, merokok atau tidak, dan lain-lain pada halaman belakang. Setelah diisi, formulir itu diserahkan pada petugas untuk dicatat, dan kita pun diminta untuk menunggu di ruang tunggu.

Tak lama, nama kita pun dipanggil untuk pemeriksaan tekanan darah oleh dokter yang bertugas, termasuk beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan riwayat kesehatan kita. Bagi yang berniat donor darah, sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan tiga hari sebelumnya, baik itu obat flu maupun obat-obat warung. Hal ini demi menjaga kualitas darah kita maupun demi kepentingan diri kita sendiri. Setelah itu, kita pun akan diperiksa kadar Hb dan golongan darah (bagi yang belum mengetahuinya) melalui ujung jemari. Jika kadar Hb-nya normal, yaitu di atas angka 12, kita pun telah siap untuk mendonorkan darah.

Sebelum diambil darahnya, kita diminta untuk membersihkan tangan sebersih-bersihnya. Dan … inilah saatnya yang mendebarkan, terutama bagi yang belum pernah donor darah. Meski ukuran jarumnya lebih besar dari ukuran jarum suntik biasa, namun tidak menyakitkan. Hal ini disebabkan oleh darah yang dibiarkan otomatis keluar sehingga prosesnya pun alami. Sangat berbeda dengan pengambilan darah untuk pemeriksaan lab yang darahnya disedot paksa.

s-015_donor2

Setelah selesai, yaitu sekira 5-10 menit (bahkan kalau mau lebih cepat lagi, tangan kita sebaiknya dikepal dan dibuka berulang-ulang), darah yang hanya 350 cc atau 350 mL per labu pun siap untuk disimpan. Nah, kita pun siap untuk menyantap makanan yang telah disiapkan, yaitu mi rebus instan, susu, dan telur rebus. Oleh karena rombongan sudah menyiapkan bekal yang lebih, kita pun menyantap makanannya begitu nikmat karena sambil berdiskusi riuh-rendah dengan senyum dan tawa. O iya, tentang manfaat donor darah itu sendiri, yang terutama adalah saling berbagi sekaligus menjaga kesehatan kita juga. Darah yang keluar akan tergantikan oleh darah baru yang lebih segar dan bersih sehingga tubuh kita pun menjadi  jauh lebih segar.

Nah, jika para pesepeda Bandung mau berbagi dengan darahnya, bagaimana dengan sobat baraya sendiri?[]

Advertisements

8 thoughts on “Bersepeda Sambil Donor Darah

  1. koreksi bang aswi…..
    bukan hanya b2w bandung tapi atas nama komunitas pesepeda bandung (gabungan dari beberapa komunitas di dalamnya ada b2w Bandung) gituuu

  2. Bg Aswi, saya sudah updated tuh hahaa… jadi malu dibilang updated 2 mgg sekali.
    Saya belum pernah donor darah lho bang, masih serem… 🙂

  3. aku selalu ditolak ketika mau mendonorkan darah,uda 3x ditolak ama dokternya bang 😦

    katanya darah aku hanya cukup untuk diri sendiri..

    padahal pengen banged,da dibela belain meski takut ama darah dan jarum suntik,tapi ternyata tak bisa 😦

    salut to bikers bandung.. berbagi tak pernah merugi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s