Kembali pada Alam

Dua hari terakhir ini, saya mencoba mengembalikan kehidupan yang lebih alami lagi, khususnya pada asupan yang akan mengisi tubuh saya. Jujur, saya pun ‘ngeri’ melihat perkembangan tubuh yang luar biasa. Terakhir menimbang, yaitu seminggu yang lalu, berat badan saya telah mencapai 76 kg. Bandingkan dengan ketinggian tubuh saya yang hanya 170 cm. Idealnya, tubuh saya memiliki berat maksimal 70 kg.

Bersepeda ke kantor sudah saya lakoni sejak 2005, bahkan bersepedanya sendiri sudah dilakukan jauh sebelum itu. Hanya saja, mungkin saya kurang ‘ngotot’ bersepeda agar lemak yang ada di tubuh bisa terbakar. Mungkin faktor keluarga yang membuat saya merasa tenang dan tentram sehingga makan pun menjadi tak bermasalah dan nikmat-nikmat saja. Mungkin juga faktor usia yang membuat tubuh begitu mudahnya mencipta lemak yang pada akhirnya enggan untuk pergi. Mungkin juga faktor kesibukan sehingga saya tidak begitu memperhatikan kondisi tubuh. Wallahu’alam. Tampaknya saya harus berolahraga lebih giat lagi. Mungkin harus ditambah dengan renang tiap minggu agar pernafasan saya makin membaik.

Faktor pertumbuhan badan ini pun juga diikuti oleh beberapa keluhan seperti penyakit bawaan (asma) yang sering kambuh. Belum penyakit-penyakit lainnya yang muncul silih berganti tergantung cuaca. Entah itu demam berdarah atau gejala sakit perut yang bisa mengimbas ke mana-mana. Yang jelas, saya merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Sampai pada akhirnya, saya harus mengubah gaya hidup meski harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

Foto di atas diambil tadi pagi, saat pengajian mingguan di kantor.

Dua hari lalu, saya memulai program detoksifikasi, yaitu metode pengeluaran racun dari dalam tubuh dengan mengonsumsi produk herbal. Alhamdulillah, selama dua hari ini pup atau BAB bertambah 2-3 kali lipat dan nafas pun lumayan agak lega (sudah jarang sesak lagi). Tiap pagi, saya sedang mengusahakan minum larutan herbal yang diekstrak dari sayur-sayuran, yaitu klorofil. Di kantor, disediakan madu yang biasa saya konsumsi dua sendok per hari. Bahkan, saya pun mencoba obat tetes mata madu yang lumayan perih, tapi bisa mengeluarkan ‘belek’ yang lumayan banyak (prosesnya hampir mirip dengan sistem gurah).

Semua itu, tentu saja juga harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat pula, jika sumbernya adalah alam. Tiap pagi, saya usahakan untuk berolahraga maksimal 1 jam, entah itu dengan senam-senam kecil, berlari, atau bersepeda seperti yang saya lakukan tadi pagi (menempuh jarak 25-30 km dalam waktu 1 jam). Bismillah saja, namanya juga ingin hidup sehat. Selama ada proses dan kemauan, insya Allah akan ada kesehatan. Sama halnya dengan menulis, semakin rajin kita menulis, semakin bagus juga tulisan yang kita buat. Hayu![]

Advertisements

12 thoughts on “Kembali pada Alam

  1. Siipp..! harus ada kemauan untuk menjaga kesehatan ya bang.

    banyak bahan alami disekeliling kita yang bisa konsumsi, tapi biasanya banyak unsur malesnya. Bundo berusaha rutin minum seduhan rosela, kebetulan banyak dihalaman rumah. dan perlu usaha keras juga biar ngga males menyeduhnya 😀

    Hayu.. hayu.. jaga kesehatan!

  2. Dulu, habis di phk berat badan saya selama 4 bulan langsung turun 12 kg. Yang penting pola hidup seimbang. Sukses dengan programnya, amin.

  3. abang yang mana, difoto ituh:roll:

    yapz,harus ada kein9inan dan keseriusan untuk memulainya bang

    semangaad!

    aku mah lagi berusaha menggemukkan badan 😀

    dan detox aku cuma shaum 😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s