Perjalanan Membelah Malam

Telah menjadi kebiasaan bagi keluarga kecil kami, untuk berjalan-jalan menikmati Kota Bandung sebagai bagian untuk mempererat hubungan. Berjalan-jalan di sini adalah makna yang sebenarnya, yaitu berkeliling Kota Bandung tanpa harus mampir ke suatu tempat seperti toko buku, toko pakaian, supermarket, atau tempat strategis yang memfasilitasi itu semua. Fasilitas kendaraan yang kami pakai pun sederhana, yaitu hanya sepeda motor dengan kapasitas empat penumpang (berhimpit-himpitan dengan posisi dari depan ke belakang adalah Bintan-saya-Anin-Umi).

Selepas maghrib, kami pun berangkat. Dari perempatan Binong, perjalanan langsung ke arah kanan, yaitu menuju jalan layang Kiaracondong. Di atas jalan ini, kami disuguhi oleh lampu-lampu yang cemerlang, menempel pada kaki-kaki pegunungan yang ada di wilayah barat, utara, dan timur. Bintan dan Anin pun merasa senang, apalagi saat melewati rel kereta di bawahnya dan pemandangan bulan di atas. Di perempatan Antapani, kami berbelok ke kanan, menembus lalu lintas yang lumayan padat. Lalu kami berbelok kiri memasuki Jl. Ars International yang sudah jelek. Lubang besar menganga di mana-mana, sehingga harus memaksa saya berhati-hati. Apalagi, jalur ini termasuk padat sekali sampai memasuki Jl. Ahmad Yani yang langsung diteruskan ke Jl. Cimuncang.

Jl. Suci yang kami lalui tidak terlalu padat. Sudah lama tidak melewati jalan ini, beberapa bangunan di kanan kiri jalan sudah tampak berubah. Saat kami sampai di Gasibu, arus lalu-lintas kembali memadat. Anin pun tampaknya sudah asyik terlelap karena seharian main tanpa tidur siang. Perjalanan kami teruskan sampai di perempatan Cikapayang, rencanaya memang akan berbelok ke kanan memasuki Jl. Ir. H. Djuanda arah utara, menuju Jl. Dayang Sumbi untuk kemudian berbelok ke arah Jl. Siliwangi yang rada gelap. Sepanjang perjalanan, tak lupa saya menceritakan tentang hal-hal yang dilihat pada Bintan sebagai bekal pengetahuan. Juga, sambil mengobrol dengan ‘my honey’ yang asyik memegang Anin.

Kecepatan saya naik dan turunkan sesuai keadaan. Dua-tiga-dua-satu-dua-tiga. Selalu begitu. Setelah Jl. Cihampelas, kami berbelok ke Jl. Lamping sampai kemudian memasuki POM Bensin Cipaganti untuk menutupi rasa haus pada motor yang tampak tua ini. Sebelum melanjutkan, Umi berkesempatan untuk membeli makanan kecil berupa cireng dan cilok. Nyam-nyam. Setelah itu, Jl. Cipaganti pun dihabiskan hingga berbelok ke Jl. Cemara yang menembus ke Jl. Sukajadi. Di sini arus lalu-lintas sangat padat hingga kami pun terpaksa mampir ke sebuah mini market untuk membeli jajanan dan minuman demi Bintan dan Anin. Tak lupa, kami menyempatkan diri berkunjung pada seorang kawan di sebelah mini market tersebut. Bintan dan Anin yang sudah bangun pun langsung asyik bermain di tangga semennya.

Setelah puas mengobrol, kami melanjutkan perjalanan menuruni Jl. Sukajadi hingga memasuki jalan layang Pasupati. Demi menuruti kemauan Umi, kami berhenti sejenak pas di atas Sungai Cikapundung. Betapa senangnya Anin mengetahui kalau dia berada di atas sebuah kali. Kami pun berfoto-foto sejenak. Setelah puas, kami kembali menelusuri jalan layang yang telah menjadi ikon Kota Bandung hingga sampai Gasibu. Dan sesuai rencana, kami pun beristirahat di depan Gedung Sate sambil menikmati lumpia basah yang hangat. Sedaaap! Anin dan Bintan pun asyik bermain-main di pagar sementara saya menjelaskan tentang Gedung Sate yang tampak indah pada malam hari. Kendati samar-samar, akhirnya Bintan dapat melihat bentuk satenya dan dia pun senang bukan kepalang. Begitu pula dengan Anin yang selalu tidak mau kalah.

c-020_gedungsate

Setelah puas, kami bermotor ria kembali hingga perempatan Sulanjana, lalu berbelok ke kiri menikmati keramaian Dago. Saya pun menjelaskan pada Bintan kalau ingin membeli buku bisa mengunjungi salah satu toko buku terbesar di Jl. Merdeka. Sampai jalan yang bersangkutan habis, kami pun berbelok menelusuri Jl. Lembong dan lanjut ke Jl. Tamblong. Perjalanan dilanjutkan ke Jl. Asia Afrika hingga melewati Alun-alun dengan kemegahan dua pilar Masjid Raya Bandung yang menjulang ke angkasa. Dengan beberapa orang yang tidur di emperan toko, saya pun menjelaskan pada Bintan betapa beruntungnya kita. Jl. Otto Iskandardinata (Otista) yang kami lewati sudah begitu lengang. Bahkan, saya pun harus mengurut dada ketika dua orang pekerja malam sudah memamerkan dirinya.

Sampai di Tegallega, kegembiraan Bintan dan Anin pecah. Satu tas bercorak bunga menjadi milik Bintan, begitu pula satu tas bergambar ‘Ben 10’ menjadi milik Anin yang dipertahankannya nangis-nangisan. Setelah selesai akad jual-beli, kami pun bergerak memasuki Jl. BKR yang sangat sepi hingga Jl. Pelajar Pejuang 45. Kami kemudian berbelok ke kanan, memasuki Jl. RAA Martanegara yang jauh lebih sepi, hingga berbelok ke Jl. Turangga yang lumayan rada ramai. Dengan jalan yang masih berlobang-lobang, kami melewatinya dengan sukses (apa coba?) dan dilanjutkan melewati BSM memasuki Jl. Gatot Soebroto.

Sebelum kembali ke rumah, kami pun menyempatkan diri mengunjungi seorang kawan lagi, sambil berbisnis baju rajutan. Lega sudah kami melakukan perjalanan menembus malam. Semuanya puas dan menyenangkan. Sampai di rumah, Bintan dan Anin langsung pamer tas baru mereka, setelah itu mereka pun terkapar di atas ranjang empuknya. Selamat malam, Keindahan. Semuanya jadi jauh lebih indah.[]

Advertisements

8 thoughts on “Perjalanan Membelah Malam

  1. Waaahhhh jalan-jalan malam dengan keluarga memang hiburan indah yang mahal, Bang. Saya saja mau jj malam dgn suami dan anak itu susahhhh sekali, karena di Jkt ini kalau jalan pas weekday ga mungkin, tapi kalo pas wiken kok malas ya krn dijamin ramai dan full. Enakan di rumah saj rasanya hehee…

  2. >> zee : Begitulah, Mbak. Semuanya memang harus dipaksakan. Jika tidak, tentu bawaannya malas dan malas. Hehehehehe, hayu ah, jalan-jalan menyenangkan!

  3. >> depz : Tapi katanya menyeramkan??? Jujur, foto itu bukan saya yang ambil, tapi dapat dari internet yang sudah lupa alamatnya. Mudah2an foto itu bisa menambah suasana cerita ini.

  4. gedung sate malam hari tampak indah dengan lampu lampunya …
    [itu foto yang atas,kereen!]

    simple but nice banged acara jalan jalannya bang,keluarga kecil nan bahagia.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s