Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga

Seorang anak perempuan berusia sekira 9 tahun meluncur dengan sangat cepatnya–diperkirakan lebih dari 30 km/jam–menyusuri Jl. Ir. H. Djuanda hanya dengan menggunakan sepatu roda. Sepatu roda?! Ya, jika kita membayangkan jalan Dago yang sering macet tentu mustahil ada seorang anak bersepatu roda yang berani menyusuri jalan tersebut dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, itulah salah satu pemandangan yang terjadi saat uji coba Dago Car Free Day kemarin (25/04).

Anak perempuan tersebut tidak sendirian. Dengan seragam birunya, dia bersama rekan satu tim sepatu rodanya mencoba meramaikan acara bebas kendaraan bermotor pada jalan yang kanan kirinya penuh dengan beberapa tempat mendulang uang yang selalu ramai di penghujung minggu itu. Tidak hanya mereka, hadir juga pada hari itu satu keluarga dengan kereta bayi yang ditarik sepeda. Isinya pun dua anak balita yang begitu menikmati perjalanan itu. Benar-benar menyenangkan dan menyegarkan.

Banyak komunitas yang hadir dan muncul pada acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh mayoritas orang yang terus menyuarakan ‘Ayo peduli pada lingkungan! Saatnya meminimalisasi polusi demi anak-cucu kita di masa yang akan datang!’ itu. Selain komunitas fotografi yang biasa hadir pada acara-acara yang mengundang banyak orang, hadir pula beberapa komunitas pesepeda Bandung seperti Bike to Work (B2W) chapter Bandung, Paguyuban Sapeda Bahuela (PSB), Bandung Cycle-Chic, dan lain-lain. Wakil Gubernur Jawa Barat (Bpk. Dede Yusuf) dan Wakil Walikota Bandung (Bpk. Ayi Vivananda) pun turut meramaikan pagelaran tersebut yang sedianya akan di-launching pada 9 Mei nanti.

(Sumber foto: Galih)

Benar apa yang dikatakan oleh Jan Ghell, seorang arsitek terkemuka dari Denmark, yang mengatakan bahwa ada konsep lain dalam membangun jalan, yaitu undangan. Artinya, kalau kita mau mengundang pengendara sepeda, bangunlah jalur khusus sepeda. Termasuk dalam hal ini adalah menciptakan jalur yang bebas kendaraan bermotor seperti Dago Car Free Day ini. Namun, kalau mau mengundang pengendara bermotor, bangunlah jalan tol, jalan layang, atau terowongan. Dengan kata lain, jumlah pengendara sepeda secara otomatis akan meningkat bila di kota bersangkutan ada jalur khusus bersepeda. Sebagai contoh di Bogota, sebelum ada jalur khusus sepeda, pengendara sepeda hanya 4% saja. Akan tetapi setelah ada jalur khusus sepeda, dalam waktu lima tahun sudah naik menjadi 14 persen dari total perjalanan.

Bogota berubah 1995 saat dipimpin oleh Walikota Antanus Mockus. Ia yang juga merupakan guru besar Matematika Universitas Columbia, berjanji akan mengubah kebiasaan masyarakat Bogota menjadi lebih baik lagi. Janji tersebut kemudian diteruskan dan berusaha diimplementasikan oleh Enrique Penalosa saat terpilih menjadi walikota pada 1998. Kini,  lajur pedestrian dan sepeda di Bogota telah menjadi bagian penting dari akses lalu lintas. Jalur-jalur pedestrian dan sepeda itu bahkan menembus berbagai kawasan dan permukiman Bogota. Mereka membuat beberapa regulasi yang berkaitan dengan ini. Setiap hari Minggu misalnya, jalan raya dijadikan jalur khusus sepeda yang dikenal sebagai Ciclovias. Jalan itu tertutup untuk angkutan bermotor dan hanya diperbolehkan untuk pedestrian, pesepeda atau peseluncur dengan sepatu roda atau skateboard. Kegiatan ini telah diikuti oleh dua juta orang dan mereka yakin kalau jumlah ini adalah yang terbesar dalam gerakan bebas berkendaraan bermotor di dunia. Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tua muda, bahkan anak-anak, banyak yang bersepeda, termasuk juga ada yang sembari mengasuh anak balitanya dengan menggunakan sepatu roda atau sepeda mini. Mereka sangat menikmati kegiatan bebas kendaraan bermotor ini.

Para pesepeda, pejalan kaki, orangtua yang mengasuh anaknya, pesepatu roda, fotografer, bahkan para pekerja salah satu pom bensin pun menyempatkan untuk bermain bola di jalan raya sebelum tempat kerjanya buka, para pebulutangkis dadakan, dan lain-lain adalah tunas-tunas yang tak pernah kelihatan. Kini, tunas-tunas itu pun bermunculan dan kelak akan terus tumbuh jika kegiatan Car Free Day semakin digiatkan. Insya Allah, kegiatan ini akan merambah juga pada jalur Simpang Lima – Alun-alun, Jl. Braga, dan jalan-jalan lainnya jika dianggap berhasil. Bukan hanya itu, waktu pelaksanaan pun bisa diagendakan menjadi seminggu sekali jika ternyata seluruh komponen masyarakat mendukung dan meramaikannya.

Lina, salah seorang polwan yang bertugas mengatakan merasa senang dengan kegiatan ini. Dirinya dan juga rekan-rekan kepolisian lainnya berencana akan ditugaskan dengan memakai sepatu roda demi memantau kegiatan ini pada 9 Mei nanti. Tentu akan menjadi pemandangan yang menarik karena pada uji coba kemarin pun, beberapa anggota polisi sudah mulai berani meminjam sepeda dan mengendarainya. Semoga, ini menjadi langkah baik untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat Kota Bandung yang sudah jengah dengan kemacetan dan cuaca panas yang semakin menyengat. Mari kita ramaikan dan gaungkan acara Car Free Day pada 9 Mei 2010 nanti. Beritahu keluarga, saudara, teman-teman, dan siapa pun yang dikenal maupun tidak dikenal. Semoga Bandung bisa menjadi kota yang lebih baik lagi bagi masyarakatnya. Mohon doanya.[]

NB: Artikel ini juga dimuat di Kompasiana.com

l-010_kompasiana

Advertisements

15 thoughts on “Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga

  1. Di kota saya, Samarinda, dalam beberapa bulan ini juga telah diterapkan car free day tiap hari minggu. Dan saya pikir kegiatn ini benar2 positif serta bisa mengurangi dampak pemanasan global

  2. >> Ifan : Ya, insya Allah dengan kegiatan seperti ini, minimal dampak polusi bisa dikurangi dan masyarakat mendapatkan apa yang diinginkan, yaitu bisa menghirup udara bebas di jalan raya meski hanya beberapa jam saja.

  3. Kita berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan baik dari segi komunitas maupun cakupan wilayah yg dijadikan daerah bebas kendaraan bermotor…Saat ini baru di beberapa daerah saja yg sudah melakukan percobaan seperti ini…Selamat! semoga ke depannya semakin sukses…

  4. >> Rita : Amiiiiin, dan semoga kegiatan ini mamicu daerah-daerah lain untuk mengikutinya. Masyarakat pun juga mau meramaikan dan mendukungnya. Insya Allah….

  5. >> antown : Ya, mudah2an ini bisa menjadi percontohan yang baik bagi kota-kota lain. Lagi jenuh dan bosan aja, Man, tapi belum saya otak-atik lagi ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s