Berwudhu dengan ‘Tepuk Wudhu’

Setelah azan maghrib, Bibing (5 tahun) yang merupakan putri pertama saya langsung mengajak untuk mengajarinya berwudhu. Sebelumnya saya yang selalu menjelaskan tiap-tiap bagian, namun kali ini saya ingin dia belajar sendiri dari nyanyian yang dia hafal di TPA, yaitu ‘Tepuk Wudhu’. Setelah di kamar mandi, Bibing mulai bernyanyi, “Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan….” Bibing pun langsung cuci tangan. “Berapa kali, Bi?” Saya menjawab, “Tiga kali, nanti semuanya serba tiga kali.” Tak lama Bibing kembali bertanya, “Abis itu?” Saya mengingatkan, “Tadi nyanyiannya gimana?”

“Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur…. Berarti kumur-kumur ya, Bi?” Saya pun mengangguk yang diikuti oleh gerakan Bibing berkumur-kumur. “Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur basuh hidung…. Hidung ya, Bi?” Saya tersenyum sambil mengangguk. Bibing pun membasuh hidungnya sebanyak tiga kali. “Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur basuh hidung basuh muka…. Sekarang muka ya, Bi?” Saya pun hanya menegaskan, “Iyya….” Bibing langsung membasuh mukanya tiga kali. “Terus?” tanyanya lagi.

“Lagunya gimana?” tanya saya. Bibing tertawa, lalu kembali bernyanyi, “Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur basuh hidung basuh muka. Tangan sampai ke siku….” Bibing pun langsung membasuh tangannya sampai ke siku, baik tangan kanan maupun tangan kiri. “Abis itu … Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur basuh hidung basuh muka. Tangan sampai ke siku, kepala dan telinga….” Bibing tersenyum penuh kemenangan. “Habis kepala langsung telinga ya, Bi?” Saya pun hanya bisa tertawa sambil tetap mengangguk.

Dan tanpa disuruh lagi, Bibing kembali bernyanyi, “Tepuk Wudhu! Baca bismillah sambil cuci tangan. Kumur-kumur basuh hidung basuh muka. Tangan sampai ke siku, kepala dan telinga. Tak lupa cuci kaki lalu doa.” Ya, Bibing telah menyelesaikan lagunya dengan sangat baik. Dia pun langsung menyiram kakinya dan selesailah upacara wudhu yang lumayan lama namun membuat hati saya berbahagia. Bahagia karena Bibing telah bisa melakukan wudhunya sendiri dan tentu saja bahagia karena lucu mendengarnya bolak-balik menyanyikan lagu itu dari awal terus. Hahahahaha….[]

NB: Bagi sobat baraya yang tidak mengetahui lagu ini, teriakan ‘Tepuk Wudhu!’ disamakan dengan teriakan ‘Tepuk Pramuka’, sedangkan lanjutannya ingat-ingatlah dengan baik nada lagu berikut ini:

Kalau kau senang hati tepuk tangan … plok-plok-plok
Kalau kau senang hati tepuk tangan … plok-plok-plok
Kalau kau senang hati, ya memangnya begitu
Kalau kau senang hati tepuk tangan … plok-plok-plok

Advertisements

9 thoughts on “Berwudhu dengan ‘Tepuk Wudhu’

  1. sebuah teknik pembelajaran yang mengasyikan sepertinya bang aswi. patut dicoba nih… 🙂

    anak-anak selalu cepat mengingat segala sesuatu yang disajikan dengan menarik. menggubah sebuah lagu yang juga sudah akrab dengannya sebelumnya, merupakan salah satu cara yang efektif untuk itu.

  2. >> vizon : ya, uda. inilah yang luar biasa dari anak. meski lama, tapi membuat dia menyenangkan hingga sampai bisa ^_^ tidak ada salahnya dicoba dan diterapkan pada kehidupan kita di tempat kerja. sesuatu yang dilakukan dengan menyenangkan akan menjadi luar biasa. yuk!

  3. Segala macam ilmu pasti mudah terserap oleh anak-anak selama proses transfer ilmu itu menyenangkan bagi si anak. Setau saya sih begitu. Dan musik/lagu termasuk salah satu cara yang disenangi anak-anak.

  4. Benar kata Uda, memang butuh teknik mengajar yang ringan tapi mengasyikkan untuk dihapal oleh anak-anak. Nice mas. 🙂

  5. bibiiiiiinn9…[bibin9 bintan bukan yah :roll:] ateu ban99anya punya ponakan kaya bibin9.

    pinter uyy da bisa berwudhu sendiri *keprokkeprok*

    la9u eman9 media yan9 efektif yah..
    bibing ateu pinjem yah,nanti ateu mu ajrain ponakan ateu wudhu pake tepuk wudhu kaya bibing,pake gaya rocker yeeaacch :mrgreen:

    abinya bangga yaaaa.. *haluuuuuuuww abaaang,thema ganti neeh? lebih simple dan gampang dibuka he he..

    **anakhutandakembalidudukmaniezdihutannya :mrgreen:**

  6. >> zee : Ya, mari kita didik anak2 kita dengan hati nurani sehingga mereka bisa menjalankan aktivitasnya dengan sangat menyenangkan dan mengesankan.
    >> wi3nd : Wah, ngaku2 tante, nih. Tapi gak apa2. Dah balik toh dari dunia pengasingan. Selamat datang, dan saya pun akan mampir ke hutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s