Si Manyun dan Si Ingusan (Bintan – 6,5 tahun)

“Kenalkan, namaku Si Manyun. Kamu tahu kenapa aku dipanggil Si Manyun? Karena aku selalu manyun. Kalau diam aku selalu manyun, kalau bicara aku juga manyun, setelah tertawa pun aku juga suka manyun.”

“Kenalkan, namaku Si Ingusan. Kamu tahu kenapa aku dipanggil Si Ingusan? Karena aku selalu ingusan. Suara sentrap-sentrupnya pasti bikin jijik, ya? Maafin, ya. Habis mau gimana lagi?”

Si Manyun dan Si Ingusan pun bermain bersama. Mereka berdua bermain petak umpet. Si Ingusan kesal sekali, karena dia selalu saja kalah. Tempat persembunyiannya selalu saja berhasil ditemukan Si Manyun.

“Kenapa ya, aku selalu ketahuan?” tanyanya heran.

“Karena kamu ingusan,” jawab Si Manyun. “Suara ingusmu kedengaran, jadi aku tahu tempat persembunyianmu.”[]

Diceritakan oleh Bintan Fathikhansa di depan Anindya Rahmakhansa
Ditulis oleh Bang Aswi [16 April 2010]

Advertisements

43 thoughts on “Si Manyun dan Si Ingusan (Bintan – 6,5 tahun)

  1. Hebat bang… ini cerita kedua Bintan yg shinta baca. Dikumpulin aja bang, siapa tau bisa jd buku nantinya… 🙂 Bakat Bintan ternyata mengikuti sang ayah yaaa… Ayo Bintan… Semangat terus buat berimajinasi & membuat cerita… Salut deh, baru 6.5 thn gitu lhoo… 🙂

  2. >> Shinta : Memang dikumpulkan, Shin. Total dah ada 3 cerita. Si Adek pun gak mau kalah, dia dah buat 1 cerita. Yuk, kita bikin buku kolaborasi antara orangtua dan anak … ^_^

  3. >> Shinta : Belum saatnya, Shin. Soalnya baru tadi selesainya. Si Adek juga barusan, gak mau kalah dia. Ini serius, tapi dilemparin aja ke forum PBA, walaupun masing2 1 cerita, kan nantinya jadi banyak.

  4. hihi… lucu,. aku dukung bang 😀
    imajinasi anak2 kadang bisa melebihi kita2 yg dewasa, hehe (iyah gt aku dah dewasa? hahaha)

  5. >> Noel : Belajarlah dari anak kecil….
    >> Shinta : Nanti saja deh, nunggu bola bergulir
    >> Ayu : Terima kasih, Tante
    >> Yuli : Ya, pasti ada. Nurunin Uminya ^_^
    >> Yayuk : Hayu ateuh….

  6. Hehehe, lucu ya kalau denger anak-anak bercerita. Si kembar Kira dan Ziya, 4.5 th, juga lagi rajin-rajinnya tiap sebentar menginterupsi mamanya yang lagi masak, atau lagi nyapu, bahkan kalau biasanya menjelang tidur dibacain cerita, sekarang gantian, mereka yang nanya, “Kira punya cerita tentang seekor kangguru dan singa lho, mama mau dengar?” atau “Ziya punya dongeng tentang puteri di istana dan monster ajaib lho, mama mau dengar?”
    Jadi sambil ngantuk-ngantuk, gantian mamanya ndengerin cerita yang puanjang-puanjang itu, kalau mereka bergiliran sih masih mending, ini masing-masing bareng cerita di telinga kanan dan kiri mamanya, jadi kayak orasi dengan intonasi masing-masing, tambah nggak karuan deh hebohnya hahahaha. ..

  7. >> julie : Bwahahahahaha….
    >> adetruna : Memang seperti itu dan harus kita jaga. Terima kasih….
    >> Eryani : Terima kasih … ^_^
    >> Indah : Wah, kenapa nggak dituliskan semua cerita mereka, Indah? Saya pun mencoba menggelontorkan IDE: bagaimana kalau ada kumpulan buku cerita hasi kolaborasi orang tua dengan anak-anak (terutama yang masih masih di bawah 7 tahun). Penerbit ada yang mau nggak?

  8. >> Imran : Hehehehe … banyak hal tak terduga dari sikap anak2 kita. Tinggal kita sensitif nggak terhadap hal2 yagn seperti itu….

  9. Mbak Indah… salam kenal yaaa… 🙂
    Membaca cerita ttg si kembar, saya bener2 kagum mbak… hebat banget imajinasinya si kembar. Bener kata bang Aswi, dituliskan aja mbak cerita2 mereka. Sayang mbak, kalo cerita2 hebat mereka tidak dikumpulkan. Siapa tahu kalau mereka sudah bisa menulis sendiri, mereka bisa mengembangkannya cerita mereka menjadi sebuah buku. Atau bisa juga seperti idenya Bang Aswi, bikin kolaborasi cerita bersama anatara orangtua & anak… 🙂
    Bang Aswi… Cerita Bintan bener2 keren banget… 🙂
    Mengenai idenya, berarti Shinta & Thia gak bisa ikutan dooong… Thia umurnya 9 tahun… hiks…

  10. >> Shinta : Terima kasih, Shinta. Kata siapa Thia nggak bisa ikutan? Bisa saja, kok, ini kan baru sekadar ide. Mungkin ada masukan dari yang lain ….

  11. Boleh, ntar Kakak Akbar bikin cerita tentang bebek berenang di sungai trus ketemu burung. Burungnya nanya, “Hai, bebek! Kamu lagi apa?” Bebeknya jawab, “Aku lagi berenang, kalau kamu lagi apa?” “Aku lagi cari makan,” kata burung. “Mau nggak makan ikan-kan kecil bareng aku?” tanya bebek lagi. “Nggak, makasih. Kalau aku makannya biji-bijian.” “Oh gitu. Ya udah, kita main sama-sama aja, yuk!” “Ayo…”

    Ini cerita Akbar 3 tahun 🙂

  12. >> Ayu : Wah, asyik-asyik-asyik. Yuk, dikumpulin ceritanya dan kita ramaikan kolaborasi cerita antara anak dan orangtua. Rame ceritanya, Yu … ^_^

  13. Wah asik.. hayu lah aku ikut mendukung aja, soalnya Bintan kecilku (iya namanya sama spt nama anak Bang Aswi, baru ngeh niy ;)) baru 10 bulan ni, blm bs cerita 😀
    Ayo ayo dikumpulin ceritanya supaya jadi bukunya. Semangat! (Klo bhs kaskus: ane bantu sundul aja gan.. hehe..)
    Love,
    VLa

  14. >> Vlara : Wah, ternyata ada juga yang nama anaknya sama dengan nama anakku hihihihihi … salam kenal kalau begitu. Terima kasih sudah mendukungnya ^_^

  15. kok ceritanya bs sama ma masa kcl aku ya?xixixi..jadi inget tmn d tk dulu yg ingusan..ingsrak ingsrek tapi sambil manyun…slm cubit buat bintan.

  16. Jadi inget waktu aku dan 3 anakku kemarin mau ke dokter gigi buat cek.
    Shirin (3 th) ngotot banget dan merasa cantik dengan jepit rambut merah yang sebenarnya adalah jepit jemuran buluk.
    Atha(5 th) : Malu-maluin! Lepas, dik!
    Shirin: NGGAK MAU! Biar cantik!
    Shadra (8 th) : Biarin aja. Itu kan Harajuku Style!
    Ibu : Gubrakk..

  17. Haha…lucu bgt, Mb. Bener tuh harajuku an. Sadar mode, anak2nya.
    Eh, anakku yang no 2 Fiqrie (2 thn 3 bln) suka cerita gini : Pada suatu hari…ada bebek, ada angsa di kuali, ada kura-kura, ada buaya. (tamat)
    Lucu bgt liat mukanya kalo lagi ngedongeng gitu.

  18. >> Yuniar & Ayu : Hahahahahahaha … luar biasa anak2 kita ya? Tolong dicatat semua ya ceritanya. Insya Allah bermanfaat. Kalau tidak ada penerbit yang melirik, minimal bisa menjadi kenangan yang TERINDAH buat mereka saat sudah besar nanti ^_^

  19. Hahahaha.. iya, lucu-lucu banget deeeeeh.. jd gemesss! Pdhl cm ngebayangin. . Gmn klo ngeliat langsung ya 😀

    Btw ni aku juga ikutan nyimpan cerita Bintan kecil lagi ah. Tapi berhubung Bintan belum bisa ngomong banyak [baru mama, papa, bu (ibu), yah (ayah), nenen, cah (basah), toh (jatoh), apa (kalau dipanggil)], jadi di cerita ini mamanya aja yang iseng, ibaratnya nge-dubbing- in, hehehe..

    -VLa-

  20. halo teman2, saya punya murid, namanya Ken-Ken, umur hampir 6 tahun dia berkebutuhan khusus (autis), tp sdh cukup lancar membaca & menulis, jg berhitung. suatu hari, Selasa 27 April 2010, aku buka salah satu judul serial Barney terjemahanku judulnya “Pergi ke Kebun Binatang”. di salah satu halaman ada gambar (foto) empat ekor jerapah. Aku tanya, “Ken-Ken, berapa ekor jerapahnya?” Dia lalu mulai menghitung ekornya, lalu dijawabnya, “Tiga,” karena seekor di antaranya tidak terlihat ekornya (jerapahnya hadap ke depan). oh… aku baru sadar bahwa selama ini aku hanya menggunakan kalimat, “Ayo hitung (sambil menyebut suatu objek, termasuk binatang)”, atau “Berapa…” tanpa menggunakan kata “ekor” sebagai satuan untuk objek binatang, sehingga selama ini Ken-Ken hampir selalu menjawab dengan benar

  21. Lia, kabarnya, anak autis itu justru lebih detail dr anak biasa ya?
    Muridmu cerdas.

  22. aku gak tau pasti mbak Niar
    aku sendiri blm smpat baca buku2 ttg autisme (payah ya, mengingat aku sdh ngajar Ken2 setahun lebih) tapi dia tetaplah pintar dan punya keunikan jg

  23. Weiss, cerdas. Kadang2 anak2 dengan kebutuhan khusus mampu melihat sisi lain yg lolos dari pengamatan kita. Buktinya KenKen bisa sangat jeli dengan kalimat dari gurunya. Salam ya buat KenKen.

  24. >> Lia : Wah, kisah keseharian yang menakjubkan. Kecerdasan anak ada pada tempatnya, bukan kita yang menentukan.
    >> Yuniar : Semua anak2 cerdas, termasuk yang autis ^_^
    >> Fifi : Setuju….

  25. Wah ponakan aku udah pinter nulis, semangat terus ya bin.
    Salam buat keluarga di Bandung.

  26. >> Heru : Wah, apa kabar, Mas? Lama tak bersua di dunia online. Iya, mohon doanya. Semoga keluarga di Suralaya pun sehat-sehat semua … ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s