Amazing Citarum Lama

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau di Jawa Barat masih banyak kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan alam ini tersembunyi sedemikian rupa sehingga bisa dikatakan tidak terjamah karena belum adanya konsep wisata yang memadai di tempat tersebut. Keterlibatan pemerintah untuk melestarikan tempat-tempat tersebut patut dijadikan prioritas mengingat makin banyaknya masyarakat yang sudah tahu untuk mendatanginya. Tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada peraturan yang jelas, tempat-tempat laksana ‘Hidden Paradise’ itu akan rusak akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

sanghyangtikoropoek

Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek (Sumber foto: Denny)

Salah satu surga yang tersembunyi itu ternyata terdapat di sepanjang Citarum Lama yang tak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling. Di sini terdapat gua purbakala Sanghyang Tikoro (Dewa Kerongkongan) yang memiliki sungai bawah tanah sepanjang 200 meter dan katanya berkaitan erat dengan bobolnya Danau Bandung Purba serta kearifan lokal masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.

T. Bachtiar, salah satu pemandu Jajal Geotrek IV yang mencoba menelusuri sungai Citarum lama sepanjang Sabtu (8/5), mengatakan bahwa orangtua zaman dulu–terutama di daerah Dayeuhkolot dan Majalaya–melarang masyarakat membuang sebatang lidi pun ke aliran Citarum. Para wanita juga tidak boleh mencuci rambut dengan menggerai rambutnya di aliran sungai. “Mungkin khawatir rambut rontok atau lidi tadi hanyut hingga ke Sanghyang Tikoro. Bila terlanjur masuk maka masyarakat sekitar gua akan mendengar suara kesakitan karena kerongkongan sang dewa tersumbat. Mungkin itu cara orangtua dulu mendidik masyarakat supaya tidak buang sampah ke Citarum,” jelasnya.

leuwigobang

Leuwi Gobang (Sumber foto: Denny)

Pada kolom Leisure (Tribun Jabar, 10/5), para ahli geologi dulu berpendapat bahwa Sanghyang Tikoro merupakan tempat bobolnya Danau Bandung Purba. Tapi setelah diteliti, surutnya air di danau tersebut ternyata akibat pembobolan erosi ke hulu punggungan Pasir Kiara dan Pasir Larang. Dari punggungan kedua bukti tersebut air mengalir melalui Citarum Lama. Aliran sungai Citarum Lama memang tidak sederas dulu. Tapi, derasnya aliran sungai ini masih bisa dinikmati sebagai obyek wisata alam menakjubkan, yaitu dari bukti-bukti seperti terbentuknya gua alam di Sanghyang Poek, melubangi batuan yang tingginya mencapai tiga meter di Batu Hiu, atau membelah bukit di Leuwi Malang. Di batuan dasar sungai juga banyak ditemui pula lubang-lubang (pothole) yang terbentuk melalui proses erosi.

leuwimalang

Leuwi Malang (Sumber foto: Denny)

Untuk menelusuri jalur Citarum Lama ini memang diperlukan ketangguhan fisik dan mental, apalagi di musim penghujan yang membuat jalur semakin sulit karena licin. Selain itu, ada beberapa etika tak tertulis yang harus diperhatikan jika akan menjajal jalur ini. Pertama, jangan mengambil apapun kecuali foto. Kedua, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak. Dan ketiga, jangan membunuh apapun kecuali waktu.

treknyah

Jika dilihat pada peta, rute dari utara ke selatan: Sanghyang Tikoro (Sang Dewa Kerongkongan merupakan sungai bawah tanah yang berada di jajaran perbukitan kapur aliran Citarum) – Sanghyang Poek (Sang Dewa Kegelapan berupa gua kapur dan merupakan bekas gua bawah tanah ketika aliran Citarum belum dibendung danau Saguling) – Batu Hiu (Batu berbentuk mulut hiu yang terbentuk oleh pengikisan aliran sungai) – Leuwi Gobang (Leuwi berarti lubuk, yaitu bagian terdalam pada aliran sungai. Di sini terdapat lapisan batupasir berselang-seling dengan batu lempung dalam posisi lapisan hampir tegak menyerupai gobang/pedang) – Leuwi Malang (Malang berarti melintang. Di sini lapisan-lapisan batuannya melintang aliran sungai) – Sanghyang Heleut (Leuwi dengan genangan tenang dan air kehijauan diantara lapisan-lapisan batupasir tebal).

Ada yang berminat mau ke sana?[]

Advertisements

16 thoughts on “Amazing Citarum Lama

  1. Ya Tuhaaaaaaaaaaan!

    Ya Allaaaaaaaaah..

    Subhanallah…

    itu pemandan9annya ba9uus beneer baan9 *terka9umka9um*

    banjir kemarin yan9 dikarawan9 disebabkan oleh meluapnya sun9ai ini yah?

    sayan9 yah akibat ulah manusia ju9a…

  2. >> indah : Yuk, kapan-kapan. Untuk arung jeram tidak bisa, Ndah.
    >> wi3nd : Indah kan, Wi3nd. Bisa jadi, dan memang banjir itu akibat ulah manusia. Makanya, yuk kita jaga lingkungan dengan lebih bijak lagi.

  3. Wuih keren dah pemandangannya….., Photografernya emang sip, dari fecbuknya deny ya, atau gambar ini didapat dari mbah google…

  4. Waduh bang, itu beneran di Indonesia? Serasa lihat foto2 di internet yang milik negara2 di eropa sana.. Indah sekali…

  5. >> zee : Ya, itu di Indonesia khususnya di Jawa Barat. Yang jelas, fotografernya juga berperan sehingga membuat foto2 itu menjadi luar biasa … ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s