Anagram: Cerdas Bermain Kata-Kata

Pada satu malam, saya kedatangan tamu istimewa dari Jakarta. Salah satunya adalah Mbak Magda yang sedang mengadakan penelitian tentang kebiasaan menulis di kalangan FLP, dan saya adalah salah satu dari 30 orang yang dipilihnya. Penelitian ini berhubungan dengan tesisnya di UI. Tak lupa, ia pun mengajak putra bungsunya (Iqbal) dan seorang psikiater dari UI. Setelah berakrab ria, saya pun diwajibkan mengisi beberapa kuesioner yang luar biasa melelahkan pikiran. Salah satu dari kuesioner itu adalah menuliskan sebuah kata yang diawali oleh dua huruf. Kedengarannya mudah, tapi di sinilah tantangan yang sebenarnya.

Dua huruf itu tidak boleh merupakan suku kata yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari suku kata yang lebih dari dua huruf. Jika misalnya dua huruf itu adalah K dan A, maka kata yang dipilih tidak boleh KAMAR, KADAL, atau KARUNG (kata KAMAR terdiri dari suku kata KA dan MAR). Kata yang dipilih sebaiknya adalah seperti KAMBING, KARNO, atau KANCIL (kata KAMBING terdiri dari suku kata KAM dan BING). Semudah itu? Tidak juga. Setelah itu, saya pun harus memilih kata selain nama orang, nama merek, atau nama hewan. Wih! Dalam waktu tiga menit, saya pun berpikir keras untuk mendapatkan kata-kata seperti KAKTUS, KALDU, KAMPER, KARTU, KARDUS, KASTI, dan lain-lain.

Alhamdulillah, saya pun tidak kesulitan karena hal ini telah menjadi kebutuhan saya sehari-hari, yaitu bermain dengan kata. Otomatis, kata yang dipilih adalah harus terdiri dari tiga huruf yang lazim dipakai. Berdasarkan urutan abjad, saya pun menggunakan KAK, KAL, KAM, KAN, dan seterusnya. Bagi seorang penulis, bermain dengan kata-kata adalah syarat yang harus dikuasai. Penguasaan kata-kata akan terlihat jika seorang penulis memang telah menulis setiap hari. Sama halnya dengan bersepeda atau berenang yang dilakukan setiap hari, tentu pelakunya akan semakin ahli.

Tentang permainan kata-kata ini, saya pun jadi teringat dengan anagram dan scrabble. Anagram adalah permainan kata-kata dengan cara mengatur hurufnya sedemikian rupa dengan jumlah yang sama sehingga didapatkan kata-kata lain yang berbeda arti. Contohnya adalah KAPAL, LAPAK, PALAK, dan KALAP. Seorang ahli anagram biasa disebut anagrammatist. Jenis permainan kata lainnya adalah scrabble yang melibatkan 2-4 orang pemain di atas sebuah papan bujur sangkar yang berisi 225 kotak. Masing-masing pemain secara bergiliran meletakkan huruf-huruf yang dipunyai ke kotak-kotak tersebut secara mendatar atau menurun agar terbentuk kata-kata umum yang disepakati.

Menurut sejarahnya, anagram dikenal sejak zaman Nabi Musa karena adanya istilah “Themuru” yang digunakan untuk mencari arti yang tersembunyi dari beberapa nama. Akan tetapi, anagram yang paling terkenal adalah istilah yang diperkenalkan oleh Pilates (dalam bahasa Latin), yaitu “Quid est veritas?” dan jawabannya adalah “Est vir qui adest”. Terjemahan bebasnya adalah apa (sebenarnya) kebenaran itu? (Kebenaran) adalah seseorang yang (saat ini) berada di sini.

Sebagai seorang “sufi”, rasanya tak pantas kalau saya tidak menyebutkan beberapa film yang menggunakan anagram sebagai daya tariknya. Ya, saya adalah seorang sufi alias suka film ^_^. Ada tiga film yang akan saya ceritakan; dua film sangat terkenal sedangkan yang satu lagi termasuk film baru dengan tokoh utama seorang aktor terkenal. Ketiga film itu adalah “Da Vinci Code” yang merupakan adaptasi dari novel Dan Brown, “Harry Potter and The Secret of Chamber” yang juga adaptasi dari novel J.K. Rowling, dan “Shutter Islands” yang tokoh utamanya diperankan oleh Leonardo Di Caprio.

Pada film “Da Vinci Code”, anagram yang paling dikenal adalah ‘O, Draconian Devil’ dan ‘Oh, Lame Saint’ yang ternyata adalah misteri kata dari ‘Leonardo Da Vinci’ dan ‘The Monalisa’. Pada film “Harry Potter and The Secret of Chamber”, anagram yang paling dikenal adalah ‘Tom Marvolo Riddle’ yang merupakan nama asli dari ‘I Am Lord Voldemort’. Sedangkan pada film “Shutter Islands”, Di Caprio memerankan tokoh polisi bernama Edward Daniels yang sedang menyelidiki hilangnya Rachel Solando di pulau terpencil yang hanya berisi penjara misterius semacam sanatorium. Namun, dia pun dituduh sebagai pasien yang sudah tinggal di pulau tersebut selama dua tahun, kendati baru tinggal di sana selama dua hari. Dia dituduh sebagai pasien bernama ‘Andrew Laeddis’ (anagram dari ‘Edward Daniels’) yang telah membunuh istrinya, ‘Dolores Chanal’ (anagram dari ‘Rachel Solando’). Kalimat menarik yang ada pada bagian akhir film ini adalah: Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik? Tertarik menonton film ini? Atau sobat baraya memiliki anagram lainnya yang lebih menarik?[]

Advertisements

15 thoughts on “Anagram: Cerdas Bermain Kata-Kata

  1. mana yaaahh..

    *lagi folus dikontes dulu bang he he*

    makasi review pilmnya,ntar klu acara da selse baru dech

    >> Belum, Wi3nd. Kalau mau, yang ada di komentar blog harum hutan aja diambil hehehehe….

  2. saya udah nonton semuanya,emang keren2 tuh semua filmnya. dan kata2 terakhir di film shutter island emang masih terngiang2 di benak saya hingga kini 😉

    btw soal sufi,ternyata kita sama ya bang? saya juga sufi alias suka fulus asli hehehe

    tapi masih penggemar film juga sih 😀

    >> Sama lah, ya sufi … ya sufu ^_^

  3. kalo gitu aku non sufi bang
    karena ga suka film hehehe

    >> Hehehehe … masing2 punya pilihan, tapi hebat bisa bikin cerita dengan begitu luar biasa ^_^

  4. film pilihannya bagus-bagus,
    kemaren nyampe rumah jam berapa? belum sore kan?

    >> Wah, apa kabar, Mas. Alhamdulillah sampai rumah siang meski terjebak macet di Cadas Pangeran karena longsor. Hatur nuhun pada Mas sekeluarga karena sudah dibuat repot selama saya di Kuningan … ^_^

  5. Bang Aswi adalah seorang SUFI..? suka film. Abang nih! Nuhun bang, atas ilmunya..

    >> Memperdalam sufi untuk mempertajam kepenulisan

  6. wah… dulu jaman SD suka main anagram tuh bang… tp kyknya namanya bukan anagram deh… lupa shinta… xixixi…
    tp emang seru banget bermain dg kata2… 🙂
    btw thanks for sharing… 🙂

    >> Apa ya? Hehehehehe … sama2 ^_^

  7. Bang Aswi, psst!! aku masih on the road nih. ntar ada yang nyontek loh heheheh

    >> Tenang saja, Mbak. Namanya tes psikolgi mah gak bakal bisa dibohongin meski dah belajar beberapa kali juga ^_^

  8. saya tertarik metode permainan anagram ini dalam penelitian saya untuk skripsi loh mbak…
    bole berbagi ilmu soal anagram kan mbak, via telpn atw email 🙂
    terima kasih….

    >> Ini nanyanya ke siapa ya, Mbak? Ke saya atau Mbak Magda?

  9. Anagram? Oh, ada, ada. Pantun pula (sekadar hiburan, Pak Aswi 😀 ).
    “Bir macarin sambel”
    “Mari main scrabble”
    :mrgreen:
    Malas! (Eh maaf, salah). Maksud saya: ‘Salam!’

    >> Hatur nuhun atas tambahan anagramnya. Keren!

  10. kyagnya msarakat kota malang ahli anagram smua . kan mreka sring bolak balik kata. “tahes sam” (sehat mas) 🙂

    >> Hahahaha … bisa-bisa-bisa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s