Nikmat yang Terlupakan

Sosok itu tercenung. Baru kemarin suaranya menggelegar, menggema ke seantero jagad audio. Baru kemarin ia bisa berorasi dengan mantra-mantra sihirnya pada wilayah kekuasaannya. Baru kemarin ia berasyik-masyuk dengan keromantisan vokalnya. Baru kemarin ia bercengkerama dengan bahasa indahnya di setiap ikatan empat mata. Dan baru kemarin ia bisa menghipnotis sang kekasih dengan bahasa puitis nan anggun. Baru kemarin.

Kini sosok itu tercenung. Betapa berharganya harga suara yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Betapa mahalnya bisa mengatakan “Aku tidak tahu” atau mengatakan “Aku pasti bisa”. Betapa menggairahkannya saat ia bisa mengucapkan “Aku cinta padamu” atau “Tanpamu, apalah aku” pada sang kekasih.

Sosok itu semakin tercenung. Betapa suara adalah kenikmatan yang tak dapat digantikan dengan apapun di dunia. Nikmat yang terlupakan. Nikmat yang ditertawakan, lalu berjuta-juta mulut menangis saat ia telah tiada. Terlambat.

NB: Jika ada Toko Suara di dunia ini, tentu akan banyak orang yang akan mengantre untuk membelinya. Percayalah.

Advertisements

6 thoughts on “Nikmat yang Terlupakan

  1. jika ada toko suara..
    heemm..mungkin aku akan membelinya,satu sajah…

    abaaaaaaaaaaaaaaaang……..!
    *alahamdulilah suara aku masih ada neeh bang,abang mau?
    aku akan berbagi,sedikit,setidaknya abang bisa bersuara 🙂

    bang get well soon yaaa 🙂

  2. >> Ade Truna : Begitulah … hehehe. Amin, makasih ya doanya.
    >> Zee : Iya, radang ternggorokan dan diharuskan puasa biacara oleh dokter. Makasih ya tipsnya ^_^
    >> Wi3nd : Mau dong – mau dong – mau dong. Makasih ya, doanya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s