Ya, Saya Perokok

Bisa jadi semua orang yang mengenal sosok itu akan terkejut. Bagaimana mungkin sosok yang tidak pernah terlihat mengebulkan asap dari mulutnya itu bisa mengaku sebagai perokok? Kecuali mungkin, sosok itu sedang menyeduh teh atau jahe panas kesukaannya. Kepulan asap segar. Bukan kepulan asap rokok.

Sosok itu memang perokok, bahkan berat. Tetapi bukan rokok tembakau yang dijual apa adanya di jalan-jalan. Bukan rokok yang harus meminjam api pada seseorang (sungguh aneh melihat perilaku perokok jenis ini yang tak mampu membeli korek api tetapi mampu beli rokok). Sosok itu bahkan merokok setiap hari. Ya, sosok itu adalah perokok polusi.

Bumi ini telah membuatnya menjadi perokok aktif. Tapi jangan salahkan bumi. Tunjuk saja karena orang itu, perusahaan itu, kendaraan itu, pembakaran itu, dan itu-itu-itu. Polusi udara sudah tersebar dan sumbernya pun menjadi entah. Jadi sulit lagi harus menyalahkan siapa. Semuanya sudah menjadi sistem. Sulit. Sehingga sosok itu pun hanya berbuat sederhana saja. Apa adanya. Ya, sosok itu mulai bersepeda. Setiap hari.

Polusi pun (ternyata) makin menghebat. Bukan hanya pada dimensi air, udara, atau tanah: polusi pun sangat berperan pada dimensi sosial. Polusi Dromosfera. Dromos adalah berpacu atau berlari kencang. Ruang dan waktu telah dicemari oleh polusi kecepatan, yang menyebabkan rusaknya lingkungan dan ruang nyata, yang sebelumnya sangat penting sebagai tempat perenungan, refleksi, sosialisasi, komunikasi, dan interaksi sosial. Kerusakan inilah yang patut kita khawatirkan selain masalah lingkungan bumi. Korbannya bukan hanya kita, tapi (juga) generasi mendatang yang notabene adalah anak dan cucu kita.

Sekali lagi ini adalah masalah yang rumit. Bukan lagi pada sosok-sosok individual tetapi lebih kepada sistem. Sistem yang entah. Tak bisa menyalahkan teknologi yang begitu cepat, tapi kita yang harus merenung. Berkontemplasi. Duduk dengan tenang. Mendekatkan diri pada Zat Sang Maha. Tujuan awal dan akhir kehidupan kita. Dan rumusnya pun (kembali) menjadi sederhana: Mulailah dari diri sendiri. Lingkungan terdekat kita. Keluarga.[]

Advertisements

4 thoughts on “Ya, Saya Perokok

  1. baru tadi pagi saya melihat kendaraan di depan saya buang ‘puntung’ seenaknya…lung depan saya… Rumusnya sederhana: yang buang rokok dirinya dan tidak hanya dia.

    >> Inilah sistem yang semakin memporakporandakan tatanan yang ada T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s