Takut Gagal

Gagal adalah sebuah momok. Kata sederhana yang dapat membuat setiap manusia menjadi enggan dan (bahkan) mundur untuk melangkah. Dan, memang tidak ada manusia di muka bumi ini yang mau gagal. Semua ingin menjadi oposisinya. Semua ingin berhasil.

Tak banyak yang tahu tentang kisah nyata seekor Hemidactylus dari Jepang. Orang Indonesia sangat mengenal dari suara dan kelebihannya yang dapat merayap di tembok-tembok rumah. Yups, inilah kisah penuh hikmah dari seekor cecak. Hewan kecil yang tak mengenal kata gagal.

Seseorang di Jepang menemukan seekor cecak yang terpaku di tembok rumahnya yang hendak dirobohkan. Dan dia baru sadar bahwa paku itu ditempelkan sejak lima tahun yang lalu. Dia sangat ingat benar, sehingga bertambah ketakjubannya bahwa cecak yang terpaku itu masih hidup!

Tak lama diamati, ternyata rahasia cecak itu bisa hidup ada pada kawannya yang datang. Seekor cecak lainnya datang dengan makanan pada mulutnya. Dari sanalah sang cecak yang tertusuk paku itu bisa hidup. What amazing life! Kedua cecak itu telah menunjukkan bukti oposisi dari kata gagal.

Selain kisah di atas, cecak pun memiliki keberlangsungan hidup yang luar biasa. Sudah tahukah bahwa makanan cecak itu nyamuk? Jika sudah, secara logika tentu sulit untuk diterima bahwa cecak yang hanya bisa menempel pada tembok dapat menangkap nyamuk yang kemampuan terbangnya sangat luar biasa.

Sebagai manusia yang dikaruniai akal, sosok itu merasa malu pada cecak. Mengapa ia harus takut gagal untuk berwiraswasta? Mengapa seorang kawan harus takut gagal dalam memilih jodohnya? Mengapa banyak orang yang takut gagal saat berhadapan dengan sesuatu yang menjadi penghalang? Bukankah kisah cecak di atas bisa menjadi kekuatan untuk jangan takut gagal?

Berusahalah. Berikhtiarlah. Tanamkan azzam untuk terus berusaha dan jangan pernah takut gagal. Gagal adalah kewajaran dan takut gagal adalah kemunduran. Takut gagal adalah kekalahan yang prematur. Sangat terlalu dini untuk kalah sebelum berjuang. Ingat, Sang Maha selalu melihat proses, bukan hasil![]

Advertisements

11 thoughts on “Takut Gagal

  1. >> Tiyha : Yups, betul sekali. Kendati saya sendiri gak pernah tahu jenis kelamin kedua cecak itu … ^_^
    >> UR : Dan kedua sifat itu bisa diminimalisir lho, tentunya dengan strategi tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s