Lupa: Penyakit yang Bikin Ketawa

Asli! Lupa kadang-kadang bisa membuat kita tertawa. Hal ini bisa terjadi jika kondisinya memungkinkan. Namun tak jarang penyakit ini malah menimbulkan efek yang sangat tidak ingin diingat-ingat lagi. Ya, lupakan saja. Oke, kita fokuskan saja pada lupa yang dapat membuat kita tertawa.

Pada suatu sore, seorang kawan mengatakan pada sosok itu bahwa ia sedang berpuasa. It’s not a big deal. Sampai kemudian keduanya masuk ke Dapla untuk sekadar chit-chat di tempat yang lebih enak. Setelah menemukan tempat yang pas, keduanya pun asyik berdiskusi.

Tak berapa lama, seorang kawan yang lain datang sambil membawakan sekumpulan teh panas. Ini benar-benar sekumpulan karena terdiri atas tiga teko kecil dan enam cangkir mungil. Chit-chat pun berlanjut dan tanpa sadar masing-masing mulai menyeduh teh. Dan sosok itu melihat kawan yang tadi mengaku berpuasa juga asyik menyeduh teh dan langsung meminumnya.

“Loh, katanya tadi puasa?” tegur sosok itu. Dan sang kawan pun terkejut bukan kepalang. Asli! Bisa jadi ia ingin sekali memuntahkan air yang sudah diminumnya. Yang jelas, cangkir teh yang dipegangnya langsung diletakkan pada tempatnya semula dan ia memukul lengan sosok itu sambil tertawa terbahak-bahak. Mungkin itulah caranya menyembunyikan rasa malu.

Seorang kawan yang lain lebih-lebih lagi penyakit lupanya. Pada saat makan siang kemarin, ia makan di tempat biasa. Ada banyak kawan yang biasa makan di sana, termasuk sosok itu. Kelebihan tempat makan itu meski sekelas warteg namun berbentuk rumah, adalah kita bisa makan di ruang tamunya sambil berchit-chat tanpa batas. Dan begitulah asyiknya kami makan di sana. Diskusi menyegarkan pun keluar dengan sendirinya. Pembicaraan hangat waktu itu adalah tentang seorang ulama yang bercerai.

Tanpa terasa, waktu pun berlalu. Tibalah saatnya masing-masing melapor kepada ibu warung agar makanan yang dimakan sesuai dengan jumlah uang yang keluar. Ya, namanya juga prinsip jual-beli. Selesai makan dan (tentu saja) selesai membayar, beberapa orang membentuk kelompok kecil untuk melanjutkan diskusi sambil berjalan. Tak dinyana, kawan yang pelupa langsung berteriak kaget. “Motor!”

Lho, ada apa dengan motor? Ya, sang kawan pun berlari lagi ke tempat makan biasa itu. Rupa-rupanya, motornya tertinggal di sana. Inilah akibatnya kalau tidak terbiasa makan siang pakai motor, ujug-ujug harus pakai motor pada siang kemarin. Dan sosok itu mengira, kisah-kisah lucu masih bertebaran di sini-sana seputar penyakit lupa. Mungkin sobat baraya punya salah satunya? Coba sharing saja di sini, lalu kita bisa tertawa bersama.[]

Advertisements

17 thoughts on “Lupa: Penyakit yang Bikin Ketawa

  1. hihiii, setujuu… inget banget kemarin senin juga niatnya mau puasa, tapi pas bersih2 botol saos, malah sempat di tolet ke mulut, wkwk.. sayangnya pedes rasanya coba pas itu bersih2 botol kecap, lebih enak kayanya 😀

  2. Bang,
    Lupa motor itu yang bahaya… untung belum sampai jauh dia berjalan… kalo gak…. gimana itu nasib motornya. 🙂

  3. >> zizima : Huehehehehehe, samaan ya ternyata. Lebih enak lagi kalau lupanya sampai makan satu piring ^_^
    >> zee : Nah itulah. Ada yang lebih parah lagi, lupa sama pasangan sendiri. Nah lho?!

  4. sering sekali bertemu dengan penyakit lupa ini, bang :). lupa ninggalin dompet di sepeda, lupa naruh kacamata, lupa meletakkan kunci. wuah..lupa..lupa..

  5. >> fety : Iya, namanya juga lupa ^_^
    Bahkan, yang ekstrem pun ada dimana seorang kawan lupa nyimpen motor dan sudah sampe lapor polisi segala. Weleh!

  6. baca postingan ini, saya jd inget sama gebetan saya yg pelupa ^_^ *curcol :p

    pengalaman lupa saya: salah masuk kelas pas kuliah, gara2 lupa ruang kelasnya dmn. hehhehehe 😀

  7. lupa, apapun rasanya tapi sesungguhnya adalah juga nikmat dari Allah SWT. Bayangkan bila kita tak dianugerahi lupa, akan dikemanakan rasa sedih, kecewa, dan juga marah. bahkan dengan lupa, terkadang Allah menyelamatkan kita dari satu bahaya. So, syukurilah apa yang dianugerahkan ALlah, termasuk lupa.

  8. Memang banyak kejadian lucu yang bisa kita temui gara2 penyakit lupa ini 🙂
    saudara saya pernah panik saat sedang berbelanja di supermarket. Ia merasa kehilangan barang belanjaan yang dibelinya sebelumnya di toko sebelah. Pembeli lain turut mencari2, satpampun dikerahkan. Beberapa saat kemudian ia baru menyadari, bahwa barang tersebut dititipkan di tempat penitipan barang… *geleng2*
    Padahal sudah menggemparkan supermarket 😀

  9. Salam kenal sebelumnya….wah kalau pengalaman soal kelupa’an banyak.salah satunya yg paling parah….waktu itu abis pake motor lgsung masuk rumah lupa nyabut kunci motor,yg terparkir didepan rumah…..pas mau dipakai baru inget kunci belum dicabut setelah dicek ehh motor raib.Ternyata e ternyata disembunyiin bokap….parah hati udah deg-deg’an takut ilang

  10. Setiap orang pernah lupa, ini lumrah, manusiawi. Jadi tidak harus selalu marah bila orang lain terlupa. Mengapa harus marah, lha wong kadang lupa malah bisa bikin ketawa akhirnya, meski panik sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s