Gathering: Kebersamaan Fantastis

Sosok itu mengernyit. Di kejauhan, seorang kawan berbicara tanpa suara. Bersuara sebenarnya, tapi tak terdengar di telinga sang sosok. Jarak mereka tidak memungkinkan untuk berdiskusi secara normal. Membaca gerakan mulut adalah solusinya. Akan tetapi rumit. Yang ada hanyalah saling tertawa dan lempar-lemparan senyum. Di tengah acara Gathering PBA (Penulis Bacaan Anak) yang superseru (8/1), sosok itu dan kawannya mencoba untuk berkomunikasi, tapi gagal.

Sang kawan, membunuh waktu dan jarak demi acara ini, padahal dia dari Jakarta. Meski acara kumpul-kumpul ini masih tahap regional Bandung, tetapi yang antusias untuk datang banyak juga yang dari luar Bandung. Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tasikmalaya, bahkan yang dari Mojokerto pun ada (yang katanya sudah siap buka cabang di Makassar). Kumpul-kumpul regional Bandung juga tampak pada makanan yang disajikan. Segala macam jajanan tradisional ada di sini.

Sosok itu terlambat datang. Mungkin gara-gara sarapan di Lembang dengan menggowes sepedanya, lalu langsung menuju titik kumpul di Salam Book House. Akan tetapi ini bukan alasan. Cari keringat sudah, jadi tinggal cari ilmu dan keberkahan bersilaturahmi di sana. Kawan-kawan yang hanya bersua di dunia maya menjelma realitas. Mas Ali, Mas Bhai, dan Mas Andi Yudha sebagai sesepuh (yang juga bersepeda). Tak lupa Iwok, Imran, Gianto, Mbak Ari, Shinta, Indah Juli, Kang Ramadhan, Ayu, dll. Asli, sosok itu capek menulis semuanya. Yang belum ditulis, berarti mereka lebih hebat dibanding sosok itu. Yang sudah ditulis, mereka jauh lebih wuedan lagi!

Sosok itu tidak mengerti apa yang dibicarakan Mas Andi. Seingatnya, beliau hanya membagi-bagikan stiker kucingnya yang (katanya) terkenal. Plus menyapa penuh ramah pada sosok itu, tentu saja. Berita di koran malah menyebutkan bahwa masa depan bacaan anak di Indonesia akan lebih cerah. Alhamdulillah. Apalagi saat Iwok maju, sosok itu jauh lebih tidak mengerti. Oleh karena ketidak mengertian itulah, sosok itu mengambil kameranya dan segera berfoto ria sudut-sudut yang dianggapnya tidak menarik bagi orang lain. Oh ya, Iwok saat itu ditodong jadi Ketua Partai Moderat Tasikmalaya. Singkatnya, sih, moderator.

Yang bisa dicatat sosok itu tidak banyak, tapi ini bohong. Tidak ada sebenarnya karena dia tidak merasa mencatat. Pulpen yang dikeluarkan pun hanya dipinjamkan pada seorang kawan yang ingin menulis absen. Itu saja. Mas Bhai hanya mewajibkan para PaBer (sebutan anggota Forum PBA) untuk sering-sering mengunjungi toko buku, mengunjungi situs penerbit dan situs-situs seperti amazon, comingsoon, publishersweekly, atau disney. Juga mempergunakan fasilitas jejaring sosial untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Terakhir, Mas Ali menyemangati beberapa perubahan di tubuh PBA. Di antaranya adalah perubahan dari nama milis menjadi FORUM (bukan komunitas). Ke depannya, mungkin akan dibentuk yayasan. Setiap pameran buku jelas akan diikuti oleh Forum PBA. Workshop kepenulisan jelas menjadi agenda wajib forum ini, begitu pula dengan pemberian penghargaan untuk buku anak terbaik. Yang sedang digodok dan jelas-jelas edan adalah penyusunan 500 e-book dan buku braile anak-anak (bekerjasama dengan Yayasan Tuna Netra di Bandung) serta penyusunan 9 buku oleh 99 penulis. So, apalagi yang tidak hebat dari Forum PBA?[]

Advertisements

18 thoughts on “Gathering: Kebersamaan Fantastis

  1. abaaaaangg.. πŸ™‚

    sosok itu siapa??

    ada kang iwok yaa?
    yang nulis tikil? salam yaaaa he he..

    hemm..suksess yaah bang,semoga anak Indonesia punya bacaan yang tepat πŸ™‚

    kangen ama buku2nya,gokil bikin ngikik bacanya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s