Bencana Alam: Aroma dalam Film

Bencana (alam) selalu menyuguhkan berita yang menyesakkan dada. Secanggih apapun teknologi yang telah diterapkan manusia, tetap tidak mampu memprediksi atau memperkirakan kedatangannya. Hingga kini—meski peralatan untuk mendeteksi bencana sudah mendekati akurat—datangnya bencana alam secara pasti tetap menjadi misteri. Dan di baliknya, bencana alam selalu menyuguhkan bermacam-macam cerita. Hal inilah yang memunculkan ragam film tentang bencana alam.

Berbicara tentang film, tidak akan lepas dengan istilah genre. Genre lebih memudahkan orang untuk memilah-milah jenis film apa yang diminati. Beberapa genre yang paling dikenal adalah anak/kartun, drama/komedi, horor, aksi, dan dokumenter. Pembagian ini berdasarkan dari jenis cerita dan peruntukannya. Sedangkan teknis pembuatannya—apakah menggunakan tokoh manusia atau teknologi komputer (3D)—tidak termasuk ke dalamnya.

Film yang paling banyak diminati tentang bencana alam biasanya akan menonjolkan sisi manusiawinya karena bencana alam selalu berhubungan dengan kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda, dan lain-lain. Tidak hanya bencana alam, peristiwa bencana yang tidak disebabkan oleh peristiwa alam pun juga menarik dijadikan film. Misalnya saja tentang peristiwa kecelakaan yang terjadi di pesawat, kapal laut, atau di jalan raya.

Twister dan Dante’s Peak

Salah satu film tentang bencana alam adalah Twister (1996), yaitu tentang peristiwa angin puting beliung atau tornado. Film yang dibintangi oleh Helen Hunt dan Bill Paxton ini disutradarai oleh Jan de Bont berdasarkan skrip yang ditulis oleh Michael Crichton dan Anne-Marie Martin. Efek yang menarik tentang kedahsyatan angin digambarkan begitu realistis berkat pengarahan dari sang master efek, Steven Spielberg, yang turut menjadi bagian dari tim produser eksekutif selain Walter Parkes, Laurie MacDonald, dan Gerald R. Molen.

Twister menceritakan tentang tim pengejar angin tornado yang ingin mengumpulkan data lebih akurat tentang angin tersebut dengan cara memasukkan sebuah alat ke dalam angin tornado. Ketegangan mengejar angin tornado itu, juga dibumbui dengan kisah hubungan Jo (Helen Hunt) dan Bill (Bill Paxton) yang sedang diambang perceraian, termasuk persaingan memperkenalkan alat-alat pencatat data antara mereka berdua dengan Dr. Jonas Miller (Cary Elwes).

Sedangkan film lainnya, khususnya tentang gunung berapi, adalah Dante’s Peak (1997) yang diperankan oleh Pierce Brosnan, Linda Hamilton, dan Charles Hallahan. Film yang disutradari oleh Roger Donaldson dan ditulis oleh Leslie Bohem ini menceritakan tentang sebuah kota kecil bernama Dante’s Peak, Washington, yang dikenal tenang dan berada di kaki sebuah gunung yang tidak aktif, yaitu St. Helen. Film ini mengingatkan kita pada peristiwa meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang termasuk gunung berkategori B, yaitu menyimpan potensi berbahaya sewaktu-waktu.

Dante’s Peak menceritakan tentang sebuah tim peneliti gunung (volkanologis) yang salah satunya adalah Dr. Harry Dalton’s (Pierce Brosnan). Berdasarkan data, memang tidak ada aktivitas yang memungkinkan gunung bersangkutan akan meletus, tetapi tidak dengan feeling Dalton yang meyakini bahwa warga Kota Dante’s Peak harus mengungsi. Semuanya hampir saja terlambat dan di film inilah kita bisa merasakan degupan jantung yang cepat saat musibah terjadi di tengah kota yang padat. Belum lagi usaha Dalton menyelamatkan keluarga Rachel (Lina Hamilton), sang walikota Dante’s Peak.

Menariknya Film tentang Bencana Alam

Film tentang bencana (alam) memang sangat menarik, apalagi jika disuguhi oleh cerita drama yang terkandung di dalamnya. Semua begitu manusiawi dan apa adanya saat orang-orang yang terlibat di dalamnya mengeluarkan emosi yang jujur. Pada saat inilah karakter tiap orang akan terlihat begitu jelas dan nyata.

Kita tak pernah tahu kapan pasti yang tepat adanya bencana. Semuanya terjadi begitu saja di depan mata, tanpa sempat kita menguraikan kata ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ hal ini bisa terjadi. Di sinilah kita menyadari betapa kerdilnya kita, dan di sisi lain kita baru menyadari bahwa ada yang lebih Mahakuasa di dunia ini. Inilah momen dimana semua orang menyadari keberadaan Tuhan.

Banyak sekali film-film yang menceritakan tentang bencana (alam). Hampir semuanya kurang lebih menceritakan kisah yang mirip. Ada bencana, ada emosi, ada konflik interaksi, ada luapan kegembiraan dan kesedihan, ada rasa miris, ada perasaan ketidakberdayaan, aksi penyelamatan, dan lain-lain. Meskipun beberapa film menawarkan rasa ‘pahlawan’ yang tiba-tiba saja muncul, tetapi kebanyakan film jenis drama ini cenderung menawarkan rasa ‘apa adanya’. Justru inilah yang menarik.

Beberapa Daftar Film tentang Bencana

Selain kedua film itu, ada beberapa film drama tentang bencana alam yang layak ditonton, yaitu Armageddon, The Day After Tommorow, The Core, Deep Impact, Meteor: Path to Destruction, Krakatoa: The Last Days, Volcano, Earthquake, Children of Men, 2012, dan lain-lain. Bukan hanya itu, beberapa film tentang bencana alam juga kadang-kadang melibatkan alien seperti pada Knowing, Independence Day, The Day The Earth Still Stood, War of the Worlds, dan lain-lain.

Tidak hanya bencana alam, film yang berhubungan dengan bencana juga layak untuk ditonton dan dinikmati. Yang paling melegenda adalah Titanic (1997) yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet. Film yang memenangkan 11 penghargaan Academy Award ini masuk dalam kategori box office terbesar dalam sejarah perfilman dunia, yang kemudian dikalahkan oleh Avatar (2009). Film-film sejenis dan layak untuk ditonton adalah The Poseidon, Crash, Daylight, dan lain-lain.[]

NB: Ada kesalahan pencatatan sehingga sosok itu tidak menyadari telah kehilangan satu tulisan. Sampai hari ini (13/1) baru ada 12 tulisan yang dimuat, seharusnya ada 13 tulisan. Tulisan tentang film inilah yang harus dibayarnya. Semoga target satu tulisan perhari tetap tercapai. Amin.

Advertisements

12 thoughts on “Bencana Alam: Aroma dalam Film

  1. aku suka film drama bang!
    (iyah, drama romantis yang menye’ menye’ dan drama komedi yang lucu)
    kalau boleh jujuuur… aku gak suka film tentang bencana alam, soalnya tahu itu film boongan (emang ada film beneran yang kamu tonton is?)
    tahu siih.. semua film yang aku tonton itu boongan…
    hehehhehe..
    satu – satu nya yang aku nikmati saat nonton fillm bencana adalah efek nya. kereen…

    >> Yang penting suka nonton kan ^_^ apalagi pake menye-menye segala hehehehe….

  2. film bencana terakhir yang saya tonton 2012, yang paling berkesan The Day After …. Kapan ada film bencana dibuat di Indonesia, dulu ada Krakatau, meski tak fantastik namun layak tonton.

    >> Entah kapan lagi. Yang jelas, film bencana dibuat agar kita semua bisa memahami dan mengetahui bagaimana sebenarnya yang terjadi (paling tidak mendekati).

  3. pertama baca uraian ini, dikepala langsung muncul Dante’s Peak (mungkin krn Pierce Brosnannya kali :D)..
    sy justru ga mau nonton 2012 cm baca referensinya aja,,

    >> Dan akhirnya diulas juga ya hehehehe ….

  4. saya tertarik nonton film tentang bencana terutama yang diangkat dari kisah nyata ttp bisa dibilang sangat jarang nontonnya krn memang ga pernah ngikuti perkembangan dunia film he… 🙂

    >> Suka ya, meski tidak mengikuti perkembangan ^_^ Kayaknya kumaha rame aja xixixi

  5. the day after tomorrow itu yang paling serem
    dan pas nonton dalem hati ngucap2 terus semoga gak merasakan kejadian kaya gitu bang 😀

    >> Amiiiiiiiiiiiin, Jul….

  6. amiinn..

    dante peaks yang pierce.b aku nonton bang,keren..!
    takut takut gitu nontonya..
    amargedoon..hemmm..inimah film punya kenangan *tsaah jieeee..

    tentu sajah tidak ada yang bisa menandingi kuasaNYA untuk urusan bencana dan segalanya,sekalipun manusia membuat alat…

    salam untuk sosok itu,semangaaadd!!
    he he

    >> Penggemar film juga rupanya. Jiah! Siapa ya sosok itu?

  7. saiia termasuk model yang gag mau ketinggalan sama tipe pilem dengan tema seperti ini ketimbang harus ngeliad action2 hero beterbangan sana sini kang.. selalu banyak hikmah pelajaran yg bisa kita ambil, mengajarkan peduli sama alam dsb dll 🙂

    >> Setuju banged!

  8. Seru bang kalo nonton film yg menguras adrenalin, halahhh padahal cuman nonton 😀 tapi suka banget film-film yg bertemakan alam, dan laga… apa hubungannya?

    >> Menguras? Kayak bak mandi aja hehehehe … Hubungannya apa ya?

  9. ada lagi, satu film dari jepang, setengah tentang bencana alam, setengah kisah tentang tenaga penyelamatan judulnya 252 signal of life, recommended 😀

    >> Wah, jadi pengen tahu. Punya gak filmnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s