Monster Mood yang Salah Kaprah

Menulislah. Menulis apa saja yang diketahui.
Menulislah apa yang dirasakan hati. Bukan pikiran.
Menulislah dan itulah tulisan terbaik.

Sosok itu bersyukur. Target bulan ini berjalan dengan mulus. Menulis setiap hari selama sebulan telah selesai. 31 tulisan selama 31 hari. Alhamdulillah. Target menulis tiap hari selama setahun telah berkurang satu bulan. Masih tersisa sebelas bulan lagi. Sebelas bulan yang berat pastinya. Tak ada yang pasti, kecuali usaha.

Beberapa murid pada kelas menulis sering bertanya, “Bagaimana mempertahankan mood menulis?” Sosok itu hanya bisa tersenyum. Pertanyaan yang hampir sama dari tahun ke tahun. Meski berbeda tempat atau kota, pertanyaan itu cenderung muncul. Inilah kesalahan pemahaman tentang dunia menulis. Mood, sosok monster yang takperlu ada.

Suasana hati adalah istilah baku dari kata asing itu. Suasana lebih mendekati pada istilah hawa atau udara. Tinggal di perkotaan jelas berbeda suasananya dibandingkan di pedesaan. Kandungan udaranya sudah pasti berbeda. Hawanya tak bisa dibandingkan. Lalu bagaimana dengan atmosfer hati?

Atmosfer hati dipengaruhi oleh polusi pemikiran. Keluar masuknya bergantung pada apa yang diserap. Apa yang sering dilihat, apa yang sering dilihat, apa yang sering dirasakan. Lalu lintasnya begitu fantastis. Kinerja otak tak bisa diukur dengan alat pengukur kecepatan. Sulit untuk memantaunya. Apalagi jika tidak ada jadwal atau schedule yang jelas. Pasti berantakan. Pasti takada tujuan hidup yang jelas.

Manusia pada dasarnya pemalas. Ingin kenikmatan. Ingin terlena. Ingin kedamaian. Dan ketika menulis sangat bergantung pada suasana hati, hasilnya sudah pasti nihil. Paling tidak mendapatkan grafik menurun karena masih ada semangat di langkah awal. Dan di sinilah letak kesalahan para penulis pemula. Kredibilitas menulis terlalu bergantung pada suasana hati.

Sosok itu tak punya resep mutakhir dalam menulis. Kuncinya cuma satu: SCHEDULE. Jadwal yang tetap. Jadwal yang ketat. Semacam pengawal atau alarm pengingat bahwa ada yang harus ditulis setiap pagi setelah bangun tidur. Jika tidak, membuat tulisan cadangan pada hari sebelumnya. Pernah sosok itu membuat empat tulisan untuk empat hari ke depan dalam satu waktu. Ini efektif. Perencanaan yang matang. Tabungan tulisan. “Don’t get it right, just get it written,” kata James Thurber.[]

Advertisements

22 thoughts on “Monster Mood yang Salah Kaprah

  1. iyaa bener banget, bang. kadang saya suka menyalahkan “mood” sebagai faktor kenapa saya nggak nulis sampe berhari2. padahal kalo misalnya kita maksain untuk nulis, ternyata bisa juga. mood itu sebenernya bisa dikalahkan! *motivasi untuk diri sendiri 😀

    3 kalimat awal pembuka itu bagus banget, bang. sukkaaaa 😀

  2. Hi Bang Aswi, lagi ngapain *sumpah dah gw SKSDD pisan hehehe*

    Makasih loh Bang dah mampir ke blog keluaragzulfadhli. Jangan lupa yah ikutan kuisnya 🙂

    Waaaahhhh baca tulisan ini gw jadi ngerasa malu hati. Sepanjang Januari tulisan di blog cuma 1 biji. Padahal ide menulis banyak banget. Selalu ajah ga bisa bagi waktu ngurus anak & rumah jadi kambing hitamnya. Mana mual2 melanda sepanjang masa pula *hehehe, tuh kan alasan muluuuuu*

    Wokeh deh, ekye akan segera mengembalikan semangat menulis yang lenyap entah kenapa. Ikut doain yah Bang.

    Sekian sulu yah Bang kunjungan perdananya. Ini komen apa bikin cerpen yah panjang amith? 🙂

  3. Salam Takzim
    Dari hasil copas link abang sudah saya pasang dgn menggunakan gambar tsb, jika berkenan tukar link saya sangat senang
    Salam Takzim Batavusqu

  4. >> Susan : Hai juga, Susan. Gak papa, lama2 kita juga kenal dekat kok hehehehehe. Gimana kabar Malaysia di sana? Tuh, kan … Btw, itu bukan cerpen kok, masih sekadar prolog novel aja kan. Iya, nanti ikutan lah. Yuk ah, nulis lagi … ^_^

  5. dan (lagi-lagi) sosok itu adalah bang Aswi

    *dulu saya pernah berhasil membuat 6 tulisan dalam sehari, kalo sekarang syusyaaaaaaaah banget! jangankan 6, 1 aja blom tentu! 😦

  6. Mood nulis emang sulit ditebak klo lagi mood tulisan pasti yg berbobot tapi klo nga yg ngeremlah tu mood !

  7. >> jasmine : Insya Allah. Tungguin aja. Dah dapet 6 sponsor. Huhuy! Yuk mari yuuuuk….
    >> day : Nah itulah masalahnya, Yud. Mood jangan dijadikan patokan ^_^

  8. kayak saya bang..
    kalo suasana hati lagi ga beres ya ga menulis. 😦
    besok ada kuis tah bang?mau ah, saya mau ikuut.
    *gelar klasa didepan rumah bang aswi

  9. >> wulan : Gak bener tuh, padahal suasana hati yang jelek harus dituangkan dalam bentuk tulisan ^_^ Silakan dan monggo. Anggap saja rumah sendiri hehehehe….

  10. saya juga sdg menantang diri sendiri, supaya bisa menulis tiap hati atau minimal sekali seminggu, makanya sebagai penambah semangat bikin banner sendiri ” Blogger chalengge 2011″ yah miriplah dgn yg dianjurkan wordpress 😀

  11. “Dan di sinilah letak kesalahan para penulis pemula. Kredibilitas menulis terlalu bergantung pada suasana hati.”

    jujur bang, ini penyakit saya dalam menulis…. ada tips untuk menyembuhkannya bang?

  12. fiiuuhh..telek banged..
    skarang ini aku malah sudah mulai malas menulis..
    terlbih hati yang masih belum berdamai untuk menulis

    meski ide dan kalimat sudah tersusun rapi diotak untuk ditabur dihutan,tapi pas mau nulis langsung bubar 😦

    selamat bang,udah sukses dengan menulis disetiap harinya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s