Dan Dia Adalah Pilihan Hidupku

Membangun keluarga bukanlah sekadar tahu bahwa bata, pasir, semen, air, dan kerikil adalah unsur pembangun rumah. Membangun keluarga itu harus memahami ilmu hitung, ilmu tanah, rumus kekentalan campuran, dan segala hal yang mempengaruhi kuat-tidaknya pondasi sebuah rumah. Tidak hanya pondasi, tetapi juga keseluruhan unsur pembangun rumah tanpa kecuali, termasuk bagaimana proses perawatan yang baik agar usianya melewati beberapa generasi.

Sosok itu bukannya tidak tahu mengapa dia memilih pasangan jiwanya sebagai orang terkasih. Alasannya begitu suci. Begitu putih bahwa hatilah yang mampu menjawab itu semua. Bukan ucapan yang bercampur dengan ludah kenistaan. Atau kata-kata yang membuai sang mata hingga menjadi buta. Hatinya begitu menyatu. Hingga kerlingan mata atau senyuman nan indah cukup menjadi jawaban pasti.

Dan sosok itu pun pernah menulis surat pada pasangan jiwanya. Surat kehampaan tak lama setelah keduanya merajut bahtera. Surat pengikat yang meniadakan jarak menjadi kerinduan tak bertepi.

Kadangkala hidup memang tidak seindah yang kita bayangkan. Hidup tidak sesederhana yang kita rasakan dan simpulkan. Hidup tidak semudah yang kita jalankan. Dan hidup tidak seperti buah catur yang susunan jalannya terarah dan sebagaimana mestinya. Akan tetapi inilah hakikat hidup manusia yang sebenarnya. Bersyukurlah karena (masih) bisa merasakan hidup lebih berwarna dan mengasah kita menjadi manusia pembelajar. Bersyukurlah karena dengan hidup ini kita dipertemukan dan saling menyayangi, kemudian kemanusiaan kita diuji lebih dewasa lagi.

Begitulah cinta. Cinta halal yang sudah terikat dengan ikatan pernikahan. Pernikahan yang berlandaskan ketulusan jiwa akan sebuah ibadah yang tidak sepele. Perpisahan lama dan jarak yang jauh, semakin menggelorakan hati. Menggelinjang dan meraba-raba, berharap ada pegangan yang mampu menenteramkan. Cinta yang membuat hati terasa terpotong-potong saat jarak menjadi palang.

Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar di taman hati. Taman itu adalah kebenaran. Yang menumbuhkan, mengembangkan, dan memekarkan bunga itu adalah air dan matahari. Keduanya adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yang bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan manusia. Sepasang kekasih.

Sosok itu sadar bahwa dia hanyalah manusia biasa. Namun sosok itu hanya percaya. Hanya memiliki keyakinan. Pasangan jiwanya adalah manusia luar biasa. Adalah wanita paripurna yang tahu akan kekurangan dirinya. Wanita yang mampu menutupinya dengan segala cahaya kelebihan. Dan ketika keduanya menyatu, cahaya cemerlang pun menyebar mengundang pelangi. Takada yang sempurna. Namun keduanya berusaha saling melengkapi.[]

β€œTakut gagal adalah gagal yang sejati. Hidup adalah gerak, gerak adalah maju, berjuang dan naik, jatuh dan naik lagi. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, sebab gagal dalam kepedulian adalah lebih baik daripada menang dalam kehinaan. Orang yang gagal sekali-kali tidak rugi, selagi dia belum berputus asa.” Dr. Hamka

=================

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan Tanda Cinta di Januari yang diadakan oleh Keluarga Zulfadhli. Semoga keberkahan selalu menyertai pada milad pernikahan mereka yang ke-3. Amin.

Advertisements

20 thoughts on “Dan Dia Adalah Pilihan Hidupku

  1. aih..aih. aih… yang ini gak boleh di review bang dalam lomba itu?
    aih.. aih.. aihhh….
    bagian wanita paripurna nya ityuuuu lohhhhhh!!
    huaaaaa.. huaaa… ampe rasanya pengen nangis baca nya
    *hloh? kok nangis?
    maklum lah bang, bacanya dini hari, habis nelpon si dia yang jauh nya ratusan kilo, terus hujan juga, terus lagi nonton siaran tentang mesir.
    jadi gak tahu deh mau nangis nya kenapa.
    (hahahahhahaha)

    tapi, jujur loh bang tulisan nya apik tenan. besok nek aku bikin undangan, aku pengen bang aswin bikin kata – kata nya di undangan ku ah
    (undangan opo is?)
    πŸ˜€

  2. aaaaaaaaahhh bang aswi, saya baru aja mau bikin postingan yg hampir mirip kayak gini. hehehe. gpp deh πŸ˜€ nggak sama persis kok nanti πŸ˜€

    so sweet banget sih, bang πŸ™‚ semoga menjadi keluarga yg langgeng dunia-akhirat. mudah2an di surga bisa jadi keluarga lagi kayak di dunia ini. amiiinn πŸ™‚

  3. >> ais : Hehehehehehehe … beneran to dadi nangis? Cup-cup-cup, semoga dengan kata-kata ini semua permohonan kita akan keluarga samara benar-benar tercapai. Amin. Ya gak boleh lah diikutin kuis, kan pada periode Januari 2011 saja. Insya Allah ya, semoga lancar ^_^

  4. abinya bibiiing ..:D

    he he..bisa liat abang juga ama teteh πŸ™‚

    hemmm….untaian katanya menggugah jiwa sangad…

    yang lagi ngadain kuis ikutan kuis juga he he…

    good luck bang ..!

  5. Wahhh so sweet fotonya. Santai tapi romantisssss……………. semoga langgeng selamanya bang aswi dan keluarga… πŸ™‚

  6. Bng Aswi, maap banget ekye baru buka blog. Mertoku dateng bo dari tanggal 2, baru balik kemaren (minggu sore). So semingguan deh ga bika blog. Secara gw kan mantu yang baik jadi yah melayani mertua sebaik2nya dah πŸ™‚

    Waaaahhhh mantaaafff euy tulisannya. Suka banget deh Bang. Makasih yah Bang udah berpartisi-sapi. Ekye masukkan dalam daftar peserta yah.

    Salam kenal buat si Teteh. Oya, anaknya sapa namanya? Zahia kan pengen kenalan hehehe genit kaya emaknya

    Otreh deh Bang, sekian dulu kunjungannya. Insya Allah gw ikutan kuisnya.

  7. >> Susan : Otreh deh, dimaapin kok dari jaman belande juga. apalagi urusannya sama mertoku gitu. oh ya, si adek maha namanya anindya, tapi suka dipanggil ade anin. salam juga buat zahia ^_^

  8. Bang Aswi, maap neh ganggu subuh2 gini. Mo nanya nama Teteh sapa? Coz besok kan ada launching nama peserta. MAsa cuma ditulis Teteh ajah. Tengku yah Bang πŸ™‚

    NB: elom selesei euy bikin tulisan buat kuisnya Abang. Insya Allah masih bisa kan ampe tanggal 28 yah?? *harap2 cemas*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s