Pelarian yang Entah

Aku terus berlari. Tidak peduli dengan tatapan heran orang-orang. Mereka tidak tahu apa yang terjadi padaku. Dan aku yakin kalau mereka juga tidak peduli. Biarlah dunia ini menjadi milikku dan mereka. Tetapi duniaku terpisah dari dunia mereka.

Aku menjerit. Dialog batinku berakhir pada kata ‘Mama’. Mama tidak boleh tahu. Tidak boleh! Aku menangkupkan diri pada badan jalan. Menangis dan meratap. Orang-orang berhenti. Bertambah ramai. Dan berkerumun. “Apa!” teriakku pada mereka. Aku berdiri dan berlari lagi. Menyeruak dan memukul, agar bisa diberi jalan. Terus berlari. Sejauh-jauhnya.

Aku tersenyum. Senyum dalam menangis. Maafkan Dini, Ma. Dini telah menghentikan dan mengambil kebahagiaan Mama. Dini juga tidak ingin. Tetapi Dini terpaksa. Najis itu yang telah memaksa Dini, Ma. Tangisku berderai. Bayangan Mama terpampang jelas di mataku. Akhirnya letihku menyambut.

Aku diam. Lelah yang amat sangat pada hati dan jiwaku. Kupandangi kali yang menghitam dan juga bergeming. Sampah dan bangkai kini tidak lagi mengocok perutku. Aku telah membuat bangkai di rumahku sendiri. Aku tertawa. Aku telah menciptakan bangkai! Terbahak pada kelucuan dunia. Pada keadaan yang sudah membusuk. Tidak ada orang yang mendengar. Sepi.

Aku masih bergeming. Lalu berjingkat dan naik ke pagar jembatan. Maafkan Dini, Ma. Aku yakin bahwa dunia ini indah. Sangat-sangat indah.[]

Advertisements

10 thoughts on “Pelarian yang Entah

  1. Salam Takzim
    Dini memang kamu mau kemana, pulang nak hari sudah malam
    Emak ikut berlari dibelakang Dini, sambil menangis
    Cerita yang membuat terenyuh hati bang
    Salam Takzim Batavusqu

  2. >> Batavusqu : Hatur nuhun dan salam takzim juga. Semoga mendapatkan sesuatu dari cerita ini meski hanya sekadar fiksi.
    >> zee : Xixixixixi, emang Dini mau lompat. Gak ada narasinya, kan?
    >> boyin : Halah, ini lagi ^_^ Kejadiannya dini hari tuh hehehehe…

  3. ngapain naik pagar jembatan?
    jembatan mana dulu neeh din?

    tapi seru juga seeh,boogie jumping ajah din,kereen he he..

    **mama pasti ndak papa kalu baoogie jumping,palingan basah doang kecemplung air sungainya hihhi..

  4. >> ais : Waduh, meni repot-repot. Hatur nuhun dan langsung menuju ke TKP.
    >> Sya : Tahu aja ^_^ Mau bantuin?
    >> wi3nd : Iyaaaaaa, mau boogie jumping. Tapi pasti gak balik lagi wong pendek dan banyak sampahnya ^_^
    >> ibnu : Iyaaaa, emang buat ngilangin stres aja. Ini juga tulisannya gak ada tujuan lain hehehehe
    >> Dina : tanyain ateuh, sugan teh sodaraan hehehehe … cuma beda a sama i aja kan namanya … ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s