Selalu Ada yang Baru

Gatal rasanya tidak bersepedaan. Apalagi bagi sosok itu. Sepeda adalah kebutuhannya sehari-hari. Sampai-sampai, ada kawan sepeda malah menyebut bahwa sepeda atau kegiatan bersepeda sebagai istri kedua. Mayoritas. Ini fakta. Dan lama tak bersepeda ke daerah-daerah terpencil serta menantang, membuat sosok itu pegal-pegal. Lalu jadilah Minggu kemarin, dia bersama kawan-kawan dari Threeple-C menjajal trek Selatan melewati beberapa pebukitan kecil di daerah Cibodas dan Soreang.

Pagi pun disambut dengan terburu-buru. Tidur terlalu larut membuat sosok itu menjadi terlambat bangun. Dan semuanya pun bergerak begitu sangat cepat. Mempersiapkan ini-itu yang diperkirakan diperlukan selama di perjalanan. Sekira setengah tujuh, sosok itu telah membelah kota yang baru menguap. Kecepatan tinggi diupayakan agar dia tidak terlalu terlambat, kendati tak apalah terlambat asal jangan ditinggal. Pesan tak disampaikan bahwa dia ikut, membiarkan hal itu menjadi kejutan bagi kawan-kawannya.

Alhamdulillah tidak terlambat. Masih ada yang lebih terlambat lagi. Bersalam-salaman sambil tersenyum ceria, adalah ciri khas dunia sosialita para pehobi ngagowes ini. Waktu pun berlanjut, setelah prolog-aturanmain-doa dilantunkan, bergeraklah rombongan yang berjumlah tepat 30 orang. Jalur yang akan dilewati adalah Cikondang – Batujajar – Cipatik – Cibodas – Soreang (Stadion Si Jalak Harupat). Dan sudah pasti sosok itu akan melewati Pameuntasan untuk menuju kediamannya.

= ada yang fair, namun ada juga yang tidak fair =

Yang perlu dicatat dari trip ini adalah adalah daerah Cibodas dan Dukuh. Kang Coe mengatakan ini adalah Rolling Track, meminjam istilah para pesepeda road yang suka balapan. Jalurnya adalah naik dan turun tiada henti. Bahkan, ada rute yang bukan U lagi bentuknya, tapi sudah V. Setelah turunan yang tajam, selamat menikmati tanjakan yang juga curam. Namun disinilah nikmatnya. Dengan bersepeda, selalu saja ada yang baru dalam setiap rutenya. Letih pasti, tapi kepuasan di hati sungguh takternilai.

Dan sosok itu begitu meruah. Apalagi saat melewati single track yang aduhai setelah diguyur hujan, pemandangan yang subhanallah, aliran sungai yang masih tergolong jernih di sisi jalan dengan aktivitas warga seperti mencuci, juga megahnya Stadion Si Jalak Harupat sebagai tanda berakhirnya trip kali ini. Tepat pukul 12 saat matahari berada di atas kepala. Doa penutup pun dilantunkan. Luar biasa. Hingga di tengah jalan, sosok itu harus berehat di tukang es kelapa muda dan goyobod khas Kliningan (gokil) untuk sekadar menghilangkan dahaga. Alhamdulillah.[]

Advertisements

11 thoughts on “Selalu Ada yang Baru

  1. Sudah lama sekali saya tidak bersepeda. terakhir bersepeda sekitar 8 – 9 tahun lalu. Melihat foto-foto ini timbul rasa rindu. Apa kabar sepedaku, apakah kau masih mampu mengantarku menempuh jalur-jalur penuh kenangan itu?

  2. >> sedjatee : insya Allah, selama masih ada udara segar, tanjakan dan turunan mengasyikkan, dan tentu saja kesehatan dari Sang Maha … ^_^
    >> dina : so pasti, so … apa hobimu, din?

  3. Wah,,seru nih Bang..
    aku juga suka bersepeda bang
    sepeda BMX-ku warna kuning dan kuberi nama Nona..
    heheheheh
    tapi sekarang lagi sakit dia Bang, ban-nya kempes..
    hehehe
    tapi ntar tak benerin, biar bisa goes..goes lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s