Rezeki Takkan Kemana

Sosok itu menjadi teringat. Kenangan hampir tujuh tahun yang lalu. Subuh belum beranjak jauh, tapi pintu kamar sudah diketuk. Kakak ipar ingin meminjam tas ransel. Tujuannya adalah Gasibu (sebuah halaman tepat di depan Gedung Sate, Bandung). Bersama kedua orang kawannya, dia ingin mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh salah satu provider telepon.

Jelas aneh. Ketiganya termasuk orang-orang yang jarang bangun pagi. Bukan kebetulan kalau ketiganya masih bujangan. Singkat cerita, sepulang dari acara syukuran seorang kawan, sosok itu dikejutkan oleh ketiganya. Sebuah kunci motor raksasa dari stereofoam bertengger di teras, belum tiga ponsel keluaran terbaru berpindah dari satu tangan ke tangan yang lainnya. Ya, mereka berhasil menjadi juara umum pada lomba yang dimaksud.

Rezeki di pagi hari. Jika manusia ingin memperolehnya, raihlah dengan sekuat tenaga. Bangunlah di pagi hari, saat sebagian manusia masih asyik menarik selimut. Makna pagi hari pun bisa jadi hanya sekadar simbolis. Tidak harus menunggu matahari terbit. Bangun tengah malam pun dianggap bangun pagi. Bekerja demi keluarga di saat banyak manusia asyik bergelung dengan bantal dan guling. Tukang kacang rebus yang pernah disebut Emha termasuk di dalamnya. Makna sebenarnya dari rezeki di pagi hari.

Apabila sosok itu harus bekerja hingga larut malam untuk membuat materi kepelatihan, tentu yakin dengan konsep itu. Sang Maha tidak akan membiarkan hamba-Nya yang telah berusaha. Begitupula pada saat sosok itu harus bangun pagi-pagi. Dan memang, sosok itu pun mendapatkan rezeki takterduga dari hasil kepelatihan menulis pada minggu lalu. Rezeki yang harus diiringi dengan sujud bahwa semua ini adalah kehendak Sang Maha. Asal berusaha, rezeki takkan kemana.

Rezeki materi tidak usah disebutkan. Rute mengasyikkan menjadi tambahan info yang mahal. Dan pelatihan itu membawa berkah bagi sosok itu untuk menjajal rute bersepeda keesokan harinya. Bangun di pagi hari, sosok itu pun mulai memanen keringat. Menjajal tanjakan baru seorang diri. Luar biasa. Bahkan, rute yang seharusnya tidak menjadi tujuan malah tercapai juga dengan prestasi yang alhamdulillah. Begitupula setelahnya.

Setelah berlelah membuang keringat demi ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, sosok itu mampir ke PMI. Apalagi kalau bukan Palang Merah Indonesia. Sudah menjadi jadwal rutin kalau kawan-kawan pesepeda Bandung mendonorkan darahnya per 2,5 bulan sekali. Namun sosok itu tidak. Telah tiga kali gagal diterima. Pertama karena minum obat tiga hari sebelumnya. Kedua pernah sesak nafas selama sebulan sebelumnya. Dan ketiga karena darah tinggi yang tidak disangka-sangka setelah bersepeda. Alhamdulillah kali ini tidak. Sosok itu lolos sensor. Dan darah O pun berpindah ke labu 250 mL. Niat berbagi pun tercapai. Rezeki di pagi hari.[]

Advertisements

16 thoughts on “Rezeki Takkan Kemana

  1. intinya ga usah ngoyo ya bang?…jalanin aja hidup ini dengan sungguh sungguh, insya Allah rezeki akan kita jemput dengan sendirinya….

  2. Saya setuju, rejeki takkan kemana… jadi ga perlu yang namanya korupsi atau nyolong sandal di masjid. Tapi kita harus tetap berusaha dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini.

  3. >> Liza : Selamat! Ya, kurang lebih begitu pepatah lamanya…
    >> Necky : Tetap harus ngoyo lah, namanya perjuangan ya harus bekerja keras dan cerdas…
    >> Irawan : Betul! Sangat setuju sekali…

  4. kalo ga tidur sampe pagi itu tetep dapet rejeki ga bang? 😀

    pengen deh donor darah, tapi sayang ga pernah lolos sensor karena berat badan dibawah standar dan darah rendah.. *hiks*

  5. bangun pagi di sini tentu bukan sekedar bangun lebih awal kemudian ‘ndomblong’ tapi lebih dari sekedar itu, bangun lebih awal dan bekerja lebih keras, bila perlu sebelum orang lain melakukaknnya atau dengan kata lain segera tapi juga jangan tergesa-gesa karena rejeki tak akan kemana, yang penting kita berusaha dan berdoa.

  6. >> pethakilan : Tinggal meresapinya saja ^_^ Insya Allah kalau diusahakan dan diniatkan dengan baik, pasti bisa!
    >> abi sabla : Ya, memang seperti itu. Kerja keras!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s