Menjadi Pemenang dengan Menulis

Sosok itu sempat tidak yakin kalau dirinya menang. Ya, ini ingatan beberapa tahun lalu saat dirinya diberikan kepercayaan menjuarai lomba kepenulisan. Begitu pula saat dirinya juga dipercaya memperoleh beasiswa kepenulisan. Besaran materi jangan ditanya. Baginya, itulah rezeki takterduga yang alhamdulillah mampu menyinari kehidupan rumah tangganya. Waktu telah membuktikannya.

Siapa pun ingin menang. Namun syarat untuk menang pun adalah mengikutinya atau berpartisipasi. Omong kosong jika ada yang ingin menang, tapi takberani terlibat. Menjadi pemenang memang dibutuhkan keberanian. Berani menunjukkan hasil karyanya. Berani mempertanggungjawabkannya. Berani dikritik. Berani untuk menerima kekalahan. Berani berkorban. Berani menang.

Kerja keras sudah pasti harus ditunjukkan. Menjadi pemenang bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan secara tiba-tiba. Ada sebuah pencapaian yang memerlukan perencanaan matang. Ketersediaan informasi dalam memprediksi masa depan adalah kuncinya. Dan ketika teknologi telah mendobrak sekat-sekat masa lalu yang begitu terkotak-kotak, inilah saatnya. Internet telah menembus batas. Jika bukan sekarang, siap-siaplah untuk tertinggal. Menulis adalah salah satu cara untuk meraih keberhasilan itu. Menjadi pemenang tentu saja.

Menulislah dan dunia akan digenggam dengan begitu mudah. Menulislah dan uang pun akan mengalir dengan sendirinya. Menulislah dan takperlu lagi berpeluh ria menantang matahari. Menulislah dan bermainlah dengan kata-kata. Takada kata-kata yang takbisa dikendalikan. Semua sangat tergantung bagaimana kita merangkul dan mengajaknya ke dalam permainan yang indah dan inovatif. Berkreatiflah mengolah kata sehinga takada lagi istilah plagiat atau copy-paste pada tulisan kita.

Kendala dalam menulis adalah wajar. Sama wajarnya jika kita terpeleset ketika sedang berjalan. Sama wajarnya dengan jerawat takterduga muncul di wajah. Kenalilah kendala itu agar kita mampu mengatasinya. Sulit untuk memulai taklagi menjadi masalah. Sulit menentukan tema jangan dianggap. Sulit mendapatkan inspirasi atau ide takperlu dihiraukan. Sulit membuat judul atau sulit mengembangkan tulisan apa lagi.

Tidak ada teori terpenting untuk menjadi seorang penulis. Tidak ada syarat menyulitkan. Kata kuncinya hanya satu, yaitu menulis. Belajarlah menulis, terus-menerus dan berulang-ulang. Makin sering menulis, makin terasah pula kemampuan kita dalam menulis. Dan sekarang, coba tanamkan dalam setiap benak kita: Jadilah pemenang dengan menulis. Itu saja![]

Advertisements

44 thoughts on “Menjadi Pemenang dengan Menulis

  1. dan lama tak menulis pun dapat menurunkan kualitas tulisan (termasuk tidak membaca tulisan), bukan begitu ya bang?
    *pernah merasa seperti itu, lama ga nulis n ga baca, pas nulis kok hasilnya ‘mengecewakan’, menurut takaran diri sendiri*

  2. Pagi Bang..
    Setuju banget Bang,menulis tuh naluri mengalir begitu saja..,pengennya sih selalu menulis,mudah2an bisa untuk mengasah kemampuan agar lebih baik aja ..hehe..
    jadi tambah smangat menulis nih ..

    salam

  3. ah..nnggak salah kayaknya kalo orang cerdas itu senjatanya ada dalam isi2 tulisan yang bermakna dan mengandung arti banyak hal bagi banyak orang…i like this one…

  4. membaca bisa dikatakan hobby utamaku, sedang menulis adalah berikutnya. Berawal dari sering membaca, lama-lama ingin mencoba menulis. Meski tak langsung diterima, terus mencoba hingga akhirnya eramuslim.com dan kotasantri.com pun berkenan menerima. Alhamdulillah, beberapa tulisan bisa disumbangkan di sana.

    Benar kata sahabat semua, jarang membaca, jarang menulis secara otomatis akan menurunkan kualitas tulisan itu sendiri. Jadi, membaca dan menulis semestinya berjalan beriringan, saling melengkapi.

  5. >> jasmine : Masa tidak jelas. Menulis selalu ada hasilnya, kalau tidak jelas mungkin kita yang belum menyadarinya…
    >> hanyanulis : Semoga saya bisa mencerdaskan banyak orang, bukan untuk diri sendiri ^_^
    >> abisabila : Betul banget! Menulis tanpa membaca sama saja berenang tanpa bisa mengambang. Tenggelam …

  6. Saya suka menulis, Bang. Sekarang sih sudah jadi penulis, walaupun masih menulis di blog sendiri… Berharap semoga tahun ini bisa jadi tahun yang baik untuk membuahkan tulisan lagi. πŸ™‚

  7. Tentu saja mesti ikutan lomba ya, supaya bisa menang, haha πŸ˜€
    Sekali dua kali kalah, bukan masalah… yang penting terus belajar tuk membuat tulisan terbaik πŸ™‚

  8. Iya tingkatkan terus berkaryanya, kalau sahabat kaya nanti jangan lupa usi ya?
    Terima kasih atas masukan dan dorongannya menjadi seorang penulis gampabg-gampang susah karena memerlukan fikiran yang kreatif pula.
    Salam kenal ya mas πŸ™‚

  9. >> kakaakin : Itulah yang terpenting. Berani ikut lomba ^_^
    >> andi : memang, segalanya bermula dari proses. Dan Sang Maha pun menilai prosesnya bukan hasil.

  10. duh merinding bacanya bang, apa karena ada angin semilir masuk ke jendela yah πŸ˜€ . suka dengan kata2nya “Kata kuncinya hanya satu, yaitu menulis. Belajarlah menulis, terus-menerus dan berulang-ulang” , mudah2an saya bisa belajar jadi pemenang dari menulis.aamiin πŸ™‚

  11. Saya pernah ditegor orang ketika saya salah mengenai salah satu informasi…teman saya bilang begini, “Makanya baca dooong.” PLAK! Laksana tamparan telak tak hanya di pipi tapi dalam hati

    Ayo membaca!!!

  12. >> andi : Meski sedikit tapi ada pergerakan yang berarti. Harus ikut ya? ^_^
    >> atmo : tapi juga harus ada rambu-rambu agar tidak kebablas.
    >> dina : Awas, nanti masuk angin hehehe….
    >> ade : Mari membaca dan dilanjutkan dengan menulis. Sip lah!

  13. Keberanian!

    Saya sungguh merasakannya ktka ada keinginan mengikuti lomba2 nulis… Kadang maju mundur, ktka akhrnya ikut, saya merasa sudah menang,memenangkan keberanian itu! πŸ™‚

  14. >> jasmine : Hayu atuh kalau kamu jadi penulis mah. Gak usah maluuu….
    >> sayekti : Sangat betul sekali. Yuk ah berani melangkah!
    >> masbro : Hayuuuuuuu….

  15. betul Bang… yang paling penting adalah mencoba…

    jadi pengen ikutan lomba beat blog juga, hihihi… masih ada 2 hari.. ayo semangat….! πŸ˜€

  16. Ayo semangat nulissss..
    menjadi pemenang dalam kontes menulis itu sebagai api semangat kita untuk tetap semangat dalam menulis..
    bukan begitu Bang??

  17. Setuju Bang. At least kalo pun ga menjadi pemenang lomba kita bisa menjadi pemenang terhadap diri sendiri. Lagian dengan menulis kan pengalaman2 yang terjadi dan kita alami bisa diabadikan melalui tulisan tersebut, buat dibaca anak cucu di kemudian hari πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s