Bercengkerama di Darajat Pass

Sabtu yang melelahkan. Sabtu yang menyenangkan. Keduanya didapatkan sekaligus hanya dari silaturahmi. Sosok itu bahagia. Paling tidak keluarganya merasakan kegembiraan yang lebih buat mereka (dapat) bertamasya ke Garut. Liburan mendadak yang sangat mengesankan.

Adalah acara liburan kawan-kawan sang pasangan jiwa. Mereka adalah mahasiswa Poltek Al-Islam semester pertama. Beragam usia di sana. Inilah uniknya. Sangat berbeda dengan tempat perkuliahan kebanyakan yang mahasiswanya rata-rata adalah freshgraduate SLTA. Di sana, mereka berbeda karakter karena faktor usia yang masih belia sampai yang telah memiliki anak. Dari yang murni kuliah sampai yang sambil bekerja. Semua bercampur dijadikan satu kelas. Termasuk sang pasangan jiwa.

Berbekal apa adanya kami berangkat. Kakak Bibing dan Adek Anin tentu senang tiada tara. Para ABG pun mewarnai perjalanan menyejarah ini. Satu mobil dan satu motor berangkat dari Bandung. Ada sang pemalu. Sang pelahap makanan. Juga sang penyanyi yang begitu hapal banyak lagu. Takhanya lagu-lagu terkini tapi juga lagu-lagu daerah dari beragam wilayah. Dan suaranya patut diberi tanda dua jempol. Like this!

Pemandian air panas adalah tujuannya. Bukan pemandian yang biasanya seperti Sabda Alam atau di sekitarnya. Berkunjung dari satu rumah ke rumah lain takdapat dihindari. Mahasiswa asgar pun dikunjungi dan diminta untuk berkumpul. Jadilah kami tertawa dan bergosip bersama. Sosok itu pun membaur membicarakan hal yang sebelumnya asing baginya. Sebuah pengalaman baru dan menyenangkan. Mendengarkan nyanyian merdu di sepanjang jalan. Rombongan ceria mengesankan membelah kota.

Darajat Pass adalah tempat wisata subhanallah. Sosok itu pun takjub. Baru kali ini dia menapakinya. Ingatannya meraba Lembang atau Pangalengan. Akan tetapi ini lebih indah. Asli, sosok itu baru mengetahuinya. Sistem pertanian mendekati vertikal. Hawa dingin menusuk. Juga kabut menengah mencipta semacam gerimis kecil. Angin kencang pun mewarnai. Suasana desa yang masih asri. Takbising macam Lembang kini. Jalur curam penanjakan membuat jantung tertahan berdetak. Takjauh dari gerbang PLTP Chevron. Di Bukit Kamojang.

Trip satu hari pun terlewati. Kondisi fisik yang melelahkan memaksa kami untuk menginap. Menjelang tengah malam baru menapaki rumah seorang kawan di Excello Indah. Perjalanan pulang pada kondisi seperti itu tentu takdapat dipaksakan. Jadilah kami melepas lelah di atas kasur di atas permadani nyaman. Semua terlelap. Berganti suara mendengkur yang mewarnai malam.

Satu perjalanan menyejarah terlampaui. Pagi ini kami menyiapkan diri untuk kembali ke Bandung. Terima kasih untuk kawan-kawan baru sosok itu. Tri, Tika, Wawaw, Kang Adam, Sidik, Indah, Tia, Topik, dan Epril. Belum kawan-kawan yang telah menunggu di Garut seperti Laras, Torik, Ridwan, Dadan, Melinda, dan Aneu sang tuan rumah. Sosok itu senang. Pengalaman bersama ABG dirasakan kembali. Kakak Bibing dan Adek Anin senang bukan main. Sang pasangan jiwa bahagia. Alhamdulillah.[]

Advertisements

15 thoughts on “Bercengkerama di Darajat Pass

  1. Pengalaman bersama ABG dirasakan kembali

    hhhmmm.. hmm… udah lewat berapa dekade Bang?
    ahahhahahaha….
    siik besok kalau maen ke bandung bareng jasmine, bisa diajak ke sana
    *ngarep*

  2. Nggak ada fotonya Bang?
    tapi dari ceritanya yang Subhanallah,jadi mupeng kesana saya Bang..
    Saya mau dong diajak kesana juga..
    Barengan sama mbak Ais boleh tuh Bang
    hihihiih

  3. >> akhmad : Itulah, saya pun baru denger dan alhamdulillah langsung mengetahuinya. Salam kenal kembali.
    >> ais : Iya, okelah. Siap-siap maen lagi bersama ABG ^_^
    >> apikecil : Iya, fotonya belum di-update. Okelah kalau materi dan waktunya cocok hehehehe ….

  4. Aslkm. Halo Bang, seru yah wikennya πŸ™‚ Kakak Bibing & Adek Anin mandi ga di pemandian air panasnya?

    Gw belom pernah tuh Bang kesono. palingan ke Ciater hehehe

    Oya Bang, udah ada launching nama peserta kuis & nilai tukar RM ke Rupiah. Tapi pengumuman pemenangnya mah tetep tanggal 26

    Sekalian mo minta maap poto Abang gw edit untuk mengecilkan size tanpa izin sebelumnya. Ga marah kan Bang? Maap yaaaa πŸ™‚

  5. >> Susan : Wlkmslam, apa kabar, Teh? Ya, Kakak Bibing dan Adek Anin sudah pasti menceburkan diri dengan senangnya. Hanya 5ribu perak loh. Gak papa, Teh. Silakan saja demi kepentingan di sana…
    >> Abi Sabila : Sudah diupload ^_^ Silakan menikmati…
    >> Heru : Hayu atuh main lagi ke Jawa Barat. Saya pun belum menikmati semuanya…

  6. Saya 2 hari setelah lebaran sempet maen kesana, pemandangannya sih bagus banget tapi saya kecewa sekali kok orang Garut tidak ramah, malah jual paksa air minum bagi tiap mobil yang lewat, kalau tidak dibeli mereka (preman&pemuda) disana berkata kasar walaupun terhadap orang tua. Wisata Garut bisa mati gara-gara orang seperti ini. kalau saya sempet tanya2 itu pemuda daerahnya Kampung Kapakan apakah disana tidak ada aparat? ataukah aparatnya lemah?. harusnya mereka ditangkap pihak aparat khususnya militer biar tau rasa.

  7. >> Evan : Mereka hanyalah oknum yang tidak memahami amanah. Semoga orang tersebut makin berkurang dan habis. Amin.
    >> huntto : Mantap! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s