Merevisi Kehidupan dan Tulisan

“Revision is one of the true pleasures of writing. I love the flowers of afterthought.” ~Bernard Malamud

Mau nulis apa hari ini? Sosok itu mengernyit. Mungkin menulis tentang lalat yang terbang merendah. Aroma kue bolu mengundangnya untuk mendekat. Kepakannya begitu cepat dan mencipta suara dengung yang khas. Tangan sosok itu pun mengibas. Sang lalat menjauh, melewati pintu dan terbang entah kemana. Sosok itu lalu menggigit kue bolu yang ada di tangannya. Asap mengepul dari cangkir susu coklat semakin menambah seleranya bersarapan.

Keseharian kita semakin monoton? Tentu peristiwa di atas menjadi takbermakna karena sudah menjadi sesuatu yang klasik. Begitu-begitu saja. Bangun pagi, beraktivitas di kamar mandi. Sambil bersantai, mencoba menikmati secangkir kopi atau coklat panas. Ditemani kue bolu atau roti atau gorengan hangat. Takada yang baru. Yah, inilah kehidupan.

Akan tetapi, cobalah menuliskannya. Tuliskan dari sudut pandang tertentu. Tuliskan dengan gaya penceritaan yang berbeda. Bisa satu hari ini, bisa dua hari kemudian. Menulis tiap hari? Siapa takut … pasti bisa. Percayalah bahwa ketika kita menuliskan kisah keseharian yang tampak monoton, ada sesuatu yang takterkatakan di sana.

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospection.” ~Anaïs Nin

Ya, ada pencerahan saat kita menuliskan kisah kehidupan kita sendiri. Ada perbaikan atau introspeksi pada kehidupan kita. Revisi kehidupan, tentu saja. Dan ke depannya, percayalah bahwa hidup kita pun akan semakin baik karena teringat dengan tulisan sebelumnya, bahwa harus ada yang diperbaiki jika terdapat kesalahan. Maka menulislah dan rasakan kehidupan dua kali. Rasakanlah.

Sosok itu menyarankan bahwa revisi juga harus ada pada tulisan. Takheran kalau tulisan-tulisannya di blog ini terus mengalami perbaikan. Menulis di notepad atau di program pengolah kata lainnya pada awalnya. Takharus langsung di kolom penulisan blog. Setelah selesai, dibaca kembali, lalu perbaiki jika ada kesalahan. Memang tidak ada yang bebas 100% dari kesalahan. Akan tetapi, minimal kita membiasakan diri untuk melakukan perbaikan. Revisi. Merevisi kehidupan dan tulisan kita.[]

Advertisements

15 thoughts on “Merevisi Kehidupan dan Tulisan

  1. sip, revisi perlu kita lakukan tiap hari, sebagai ajang perbaikan, sebagai bahan perenungan atau bahkan sebagai pembangkit kenangan, yang pasti, perputaran hidup tak akan pernah berganti bila sudut pandang kita tetap sama.. 🙂

  2. iyaa bener bgt, bang
    saya ngerasain. setelah saya semakin sering nulis, rasanya kok tulisan saya lebih enak dibaca yah. dulu, pertama kali saya nulis, rasanya tuh ga layak muat. kadang2 suka ketawa aja kalo baca tulisan sendiri 😀
    revisi kehidupan. harus dan harus selalu direvisi 🙂
    terima kasih pencerahannya 🙂

  3. revisi untuk perbaikan menyempurnakan tulisan maupun kehidupan lebih sempurna, itu sebuah usaha untuk meningkatkan mutunya… baik sekali untuk saya coba lakukan bang aswi… 🙂

  4. merevisi sgala aspek dalam kehidupan memang penting, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, tul kan bang!!!
    btw, nama saya di blogroll kurang U nya bang, hhee

  5. >> jasmine : Alhamdulillah sudah merasakannya sendiri. Insya Allah semakin berkah ya tulisannya. Yuk, sambil merevisi kehidupan kita.
    >> mamah aline : Insya Allah. Ini pun ajakan untuk diri sendiri….
    >> bangauputih : Hehehehehe, diperhatiin juga. Mungkin terburu-buru ya ^_^

  6. Saya setuju…
    Menuliskan kembali kehidupan kita merupakan bentuk lain dari introspeksi juga. Bahkan bisa lebih sistematis dan dapat dengan mudah menemukan jika ada titik2 yang salah (insya Allah) 😀

  7. Merevisi tulisan seperti halnya merevisi sebuah kehidupan
    apabila ada sesuatu yg tak sesuai, harus segera kita perbaiki agar kebahagiaan dapat kita jelang…
    apapun bentuknya, memandang sesuatu dr sudut pandang yg berbeda menurut saya adalah sebuah keindahan tersendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s