Adek Anin yang Tomboy

“Tadi aku maen layangan.” Adek Anin bersuara. Posisi duduknya terlihat gagah. Bersandar pada tembok di kamar kecil. Sosok itu menoleh, lalu memosisikan tubuhnya agar dapat berhadapan. “Adek maen layangan?” Sosok itu kembali menegaskan apa yang baru didengarnya. Adek Anin mengangguk. “Maen layangan sama siapa?” Sosok itu kembali bertanya.

“Budi,” jawabnya. “Sama siapa lagi?” Adek Anin tampak berpikir, lalu katanya, “Sama Ivan, sama Bayu, sama Budi, sama ….” Dan sederet nama kawan-kawannya pun disebut. Takada nama perempuan. Sosok itu mencoba menyelidik lebih jauh. “Adek senang maen sama laki-laki?” Dia pun mengangguk. “Kalo sama perempuan?” Adek Anin berbisik, “Aku suka maen sama laki-laki. Aku suka maen sama perempuan.”

Sosok itu mencoba bertanya lagi, “Adek suka maen layangan apa maen boneka?” Adek Anin menjawab, “Aku suka maen layangan.” Sosok itu pun bertanya kenapa. Jawabnya, “Biar aku cepet gede.” Sosok itu tersenyum. Diusapnya rambut si bungsu. Ya, Adek Anin memang berbeda jauh dengan Kakak Bibing. Postur tubuhnya dalam berbagai gaya menunjukkan sifat maskulin. Gagah. Rambutnya yang pendek (karena sulit tumbuh) seakan-akan semakin menegaskan dirinya tomboy. Takjarang beberapa kawan sosok itu selalu menyangkan kalau Adek Anin laki-laki. Sosok itu hanya bisa tersenyum.

Adek Anin sering membuat kawan laki-lakinya menangis. Meski dia pun juga kadangkala menunjukkan sifat kelembutannya. Terhadap saudara-saudaranya yang lebih kecil pun dia sangat protektif. Sifatnya sukar ditebak. Apabila saudara-saudaranya asyik bermain bersama, dia kadang menyendiri dengan permainannya sendiri. Permainan yang selalu membuat para tante atau para orang dewasa yang melihatnya sampai berteriak karena khawatir. Pilihan mainannya takjauh dari mobil, pistol, dan sejenisnya. Berbanding terbalik dengan kakaknya yang feminin habis.

Sosok itu menghela nafas. Setiap anak memiliki karakter yang khas. Cara mendidiknya begitu mengalir. Apa adanya. Takterlalu memaksa dan cenderung membiarkan. Sambil mencoba berdiskusi dengan pasangan jiwanya koridor-koridor apa saja yang harus diterapkan pada mereka. Beberapa bisa jadi salah, tapi sosok itu terus belajar yang terbaik. Bismillah. Semoga apa yang diterapkannya tidak terlalu melenceng. Agar mereka menjadi anak-anak yang mandiri dan tidak disetir oleh keegoisan orangtuanya.

Dan kini … Adek Anin tengah bermanasik haji di Tegallega. Dengan jilbab putih dan syal hitam berlogo Al-Furqan, tempatnya menuntut ilmu keagamaan. Dia begitu sangat cantik. Kecantikan seorang Anindya Rahmakhansa a.k.a. Nindya Rahmani.[]

Advertisements

24 thoughts on “Adek Anin yang Tomboy

  1. Janganlah terlalu dicemaskan, terus pantau dan arahkan saja Bang! Insya Allah, seiring dengan usia dan pemikirannya, dik Anin akan tetap menjadi muslimah yang cantik lahir dan batin. Insya Allah, amin.

  2. sama kayak anakku, karena temen2nya kebanyakan laki2 jadi kayak tomboy….bahkan kemarin2 ini kencing nya pun berdiri, tapi untunglah sekarang udah mau nongkrong…

    mudah2an seiring perkembangan usianya dik Anin akan mengerti perbedaan antara laki2 dan perempuan, dan smoga kelak menjadi wanita cantik yang berakhlak mulia. amin

  3. Setiap anak unik & khas. Kita hanya bisa membengkokkan sedikit demi sedikit agar menjadi jiwa yang kita inginkan dan diterima masyarakat. Dan kreativitas orang tua sangat dibutuhkan.
    Anin, semoga kamu menjadi anak yg solekhah, mandiri dan berhasil menaklukkan masa depan kelak.

  4. >> mama ina : Hehehehehe, ada yang sama juga ya … semoga begitu pula dengan Adek Anin. Amiiin …
    >> susi : Alhamdulillah, terima kasih atas doanya. Amin….

  5. Ya ampun, adek anin, kok kayak tante waktu kecil sih?? hihihi… *jadi malu sendiri* tapi, tenang aja bang, nanti kalo dah gede juga bisa berubah, *heleh, kayak tante iyha dah berubah aja, hahah*..

    eh, BTW namanya kok 2 ya bang?? 🙂

    salam sayang buat anin tomboy, moga tambah pinter.. 🙂

  6. >> iyha : Banyak juga yang tomboy ya hahahaha. Yang pertama adalah nama yang diinginkan tapi di akte sudah tertulis nama yang kedua ^_^
    >> Lidya : Mau besanan? Xixixixi ….

  7. bener bang, biarkan anak berkembang dengan apa ada nya, sebagaimana dia ada nya,
    cukup memberitahukan apa – apa yang benar dan apa – apa yang salah
    *saah.. sok tahu sekali si ais, punya anak ajah belon!

  8. ih pasti lucu deh…dek anin…tapi seneng saya klo liat anak kecil yang kek gitu,,jadi ga di nakalin temen cowok nya hehehe

  9. >> ais : Gak papa, ini jadi pembelajaran buat kita semua ^_^
    >> jasmine : Amiiiin … insya Allah.
    >> anugrah : Hehehehehe, punya pengalaman dengan cewek tomboy?

  10. sudah dewasa,, ciri khas seorang individu memang berbada-beda,, ketika remaja, sifat tersebut bisa saja berubah pak..

    btw,, bpk mau pesen kaos blogger indonesia ndak? sekalian bisa untuk promosi offline.. hehe :D.. cek blogku ya.. postingnya disini

  11. Hmm Adek Anin bagus tomboy,tante nchie suka banget..
    Lucu kalo liat anak tomboy,..
    Tapi nanti seiring waktu pasti bisa berubag dengan sendirinya,kaya tante iyha ciyee..

    salam buat adek anin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s