Kitab Berbohong #3

Minggu pagi yang cerah, keesokan harinya. Burung-burung pagi asyik berterbangan dengan lincahnya, meliuk melewati dahan-dahan pepohonan. Angin bertiup perlahan, sementara awan juga sedikit bergerak ke arah utara. Sinar matahari belum menyengat. Beberapa warga sedang membersihkan halamannya. Beberapa juga terlihat sedang membersihkan selokan dan jalan yang terletak tepat di depan rumahnya. Ada ibu yang sedang bergegas pulang dari berbelanja, namun ada juga yang sebaliknya, baru berangkat berbelanja. Juga terlihat beberapa ibu muda sedang menggendong anak-anaknya yang masih kecil sambil menyuapkan bubur sarapannya. Pagi yang indah untuk bersosialisasi.

Di dalam sebuah rumah yang terletak di Blok E bernomor 15 terlihat seorang anak lelaki yang berusia sekitar 6 tahun sedang asyik menonton televisi. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi lewat 3 menit. Acara kegemarannya adalah Doraemon.

Dengan tergopoh-gopoh, Nobita berlari menuju rumahnya. “Saya pulang!” teriaknya memasuki rumah. Tak ada yang menjawab. Nobita celingukan ke segala arah mencari ibunya dan Doraemon. Tidak ada siapa-siapa. Ia pun tersenyum. “Asyik, tidak ada yang mengganggu. Aku bisa istirahat seharian,” ujarnya sendiri. Dan di dalam kamar, Nobita langsung merebahkan tubuhnya.

Di luar rumah, ibunya baru pulang dari pasar dan melihat sepatu Nobita. Ia pun langsung berteriak, “Nobita! Kamu sudah pulang.”

Nobita masih asyik tidur.

“Nobita!” teriaknya lagi. Nobita terkejut.

“Waduh, gawat. Ibu pulang,” serunya cemas berlari ke sana-sini. Tak lama ia pun menemukan cara untuk selamat, dan langsung berpura-pura mengerjakan PR di meja belajarnya.

“Nobita!” teriak ibunya memasuki kamar. Dan ia tersenyum melihat Nobita sedang belajar.[]

Advertisements

9 thoughts on “Kitab Berbohong #3

  1. >> catatanpelangi : Selalu dan hingga hari ini ^_^
    >> jasmine : Sebenarnya banyak film kartun yang takpantas untuk anak-anak sehingga takdapat disimpulkan bahwa film kartun sudah pasti aman untuk anak-anak ya … itu hanya beberapa adegan yang kecolongan.
    >> hilsya : Karena itulah kita harus kritis melihat sebuah tayangan …

  2. >> lidya : Sebenarnya itu episode Doraemon beberapa tahun yang lalu. Sekarang dah jarang nonton TV ^_^
    >> liza : Belajarlah tiap hari dan dari mana saja hehehe …

  3. Hehehe, makanya Zahia cuma gw kenalin sama Barney, Bang. Aplaagi pilem kartuns ekarang kaya Bernard Bear, iiihhh ga banget deh. Kalo Khrisna masih mendingan ada pesan moralnya.

    Iya Bang, sebagai ortu kita emang harus selektif untuk memberikan tontonan kepada anak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s