Menulis Itu Mudah, Berlatihlah

Untuk menjadi seorang penulis sebenarnya mudah, asal ada kerja keras atau usaha. Intinya itu saja, niat dulu dikuatkan karena inilah semangat kita nantinya. Jika sudah ada kerja keras, modal awal untuk menulis adalah membaca. Kita sering melupakan hal ini, padahal ada rumusan taktertulis bahwa jika ingin menulis satu buku maka bacalah 10 buku. Bahkan ada yang mengatakan sampai 20 buku atau lebih.

Selanjutnya adalah siap berkompetisi. Berkompetisi di sini bisa berarti berani mengirimkan karya ke media massa, ke penerbit, atau bahkan dibaca oleh orang lain yang terdekat dengan kita. Bisa sahabat, pasangan, atau mungkin orang yang sangat dipercaya. Sedangkan untuk menulis dari mana, coba mulailah dari menulis tentang yang kita ketahui.

Pengalaman sendiri adalah bahan cerita yang tiada habisnya. Spesialisasi adalah kata lainnya. Maka takheran bagaimana tulisan Andrea Hirata begitu mengena di hati, begitu pula dengan tulisan Habiburrahman El-Shirazy. Yang perlu diingat juga adalah jangan pernah menganggap pembaca itu bodoh, sehingga kita pun menceritakan segalanya karena khawatir pembaca tidak mengerti apa yang kita tulis. Di sinilah tulisan kita dianggap menggurui, bukannya mencerahkan.

Menulis juga harus profesional, artinya jika sudah siap menjadi penulis maka siaplah dengan deadline. Memang awalnya menyakitkan dan menyebalkan, tapi itulah tantangan penulis. Kita bekerja di kantor pun juga ada deadline. Begitu pula yang berwiraswasta, pasti ada deadline-nya. Bahkan kita hidup pun sudah di-deadline oleh Allah Swt.

Banyak yang mengatakan bahwa ide itu sulit dicari. Sosok itu mengatakan, “Jangan menunggu ide!” Ide itu banyak dan bertebaran di luar sana. Carilah ide itu tanpa batas. Jika Aa Gym mengatakan jemputlah rezeki maka dalam kepenulisan jemputlah ide itu.

Dan yang terakhir adalah siap berkorban. Jika telah siap menjadi penulis maka siap-siaplah berkorban. Artinya, kita harus siap untuk tetap di depan komputer (untuk menulis), meninggalkan semua aktivitas di luar sana, apakah itu mengurus anak, menonton tv, dll. Namun, ada juga beberapa penulis yang bisa menulis sambil mengurus anak. Yang menjadi pertanyaan, bisakah kita?[]

Advertisements

27 thoughts on “Menulis Itu Mudah, Berlatihlah

  1. dgn niat dan usaha yg ga bisa jdi bisa 🙂
    “Ide itu banyak dan bertebaran di luar sana. Carilah ide itu tanpa batas” <— males penyakitnya :p

  2. >> iyha : Alhamdulillah sudah sampai. Semoga bermanfaat ya …
    >> lidya : Kalau berlatih mengetik ada tuh link-nya. Cari aja di blog ini ^_^
    >> ok : Mari perangi musuh males hihihihihi ….

  3. Setuju …
    Mari kita mulai dengan menulis melalui sarana apa saja …
    Blog salah satunya …

    Sederhana tidak apa-apa
    Yang penting …
    Tidak Bohong …
    Tidak Nyontek …
    Tidak Jorok …

    Salam saya Bang Aswi …

  4. modal awal untuk menulis adalah membaca

    setahuku modal awal menulis itu Pertama Alat Tulis kemudian Media Tulis.
    sementara modal dasarnya adalah akal.

    so??

    😀

  5. jadi kunci kemudahan menulis itu dari berlatih?
    baiklah, saya memang harus berlatih lebih sering lagi,
    lebih rajin lagi, agar bisa menulis lebih baik lagi dan lagi 😀

  6. Memulai untuk menulis -kadang- terasa lebih mudah dibandingkan menjaga konsistensi untuk terus menulis…

    *-sepertinya saya- perlu banyak cermin untuk lebih baik dan percaya diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s