Perjalanan ke Senayan

Pukul enam sudah terlewati, dan sosok itu pun mengayuh sepedanya dengan cepat. Pada saat itulah hapenya memperdengarkan lagu Classico dari suara Jack Black. “Ini lagi di jalan. Tunggu ya!” Itulah jawaban sosok itu meski di seberang sana kawannya baru mengucapkan salam. Ya, dia terlambat karena malam sebelumnya tidur terlalu larut.

Minggu pagi itu, sosok itu bersama kawan-kawan sekantornya hendak pergi ke Istora Senayan, menghadiri Islamic Book Fair yang sudah memasuki hari terakhir. Siangnya, akan ada acara launching Miracle The Reference, produk terbaru Syaamil Al-Qur’an yang dibuat oleh sosok itu dan tim. Inilah produk Al-Qur’an yang berisi 22 keunggulan dan berasal dari sumber-sumber yang valid seperti Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, Hadis Bukhari Muslim, pengetahuan ala Harun Yahya, dan lain sebagainya.

Sesampainya di kantor, sosok itu taklagi sempat beristirahat atau sekadar sarapan. Begitu duduk di bangku mobil, perjalanan pun dimulai bersama tujuh orang kawannya. Sosok itu ditunjuk sebagai penunjuk jalan selama di Jakarta meski sudah lama takbersua dengan kota kelahirannya itu. Apalagi selama di sana, sosok itu akan bertemu dengan gadis penyuka es krim coklat meski pada akhirnya gagal. Gadis itu malah keasyikan kopdar dengan sang gerhana dan gadis berceloteh.

Meski berputar-putar sejenak selama di Jakarta karena lupa jalan (yang seharusnya menyusuri jalan Gatot Subroto setelah keluar dari pintu tol Kuningan, ini malah keasyikan menyusuri jalan Kapten Tendean, Trunojoyo, dan berputar-putar di sekitar jalan Hang Tuah, Pakubuwono, yang untunglah langsung ketemu jalan Sudirman), rombongan dari Bandung yang buta Jakarta ini sampai juga dengan selamat tepat pukul sembilan. Kepagian, ya? Pameran buku belum dibuka, dan sosok itu pun langsung memetakan lokasi kejadian hingga mengetahui kalau ada pameran komputer di gedung sebelah alias Jakarta Convention Center.

Bosan dikelilingi buku, sosok itu pun langsung terbang ke JCC. Dengan tiket 15ribu yang menurutnya mahal, sosok itu langsung menongkrongi beberapa produk komputer yang makin canggih. Meski disuguhi beberapa SPG yang aduhai, sosok itu terlalu asyik memelototi dan bertanya-tanya meski budget-nya bukan sangat kurang lagi tapi tidak ada karena memang tidak diniatkan untuk membeli. Mungkin kalau hanya speaker masih bisa dibawa pulang, tapi buat apa kalau di rumah sudah ada yang bersuara?

Banyak hal luar biasa selama di Senayan itu, salah dua di antaranya yang berkesan adalah bisa menyaksikan langsung Izzatul Islam (grup nasyid angkatan pertama) dan membeli dua buku. Mengenai Izzis ini, sosok itu takmau berpanjang lebar menceritakannya, yang jelas grup inilah yang membuat semangat keislamannya jauh lebih memuncak saat masih berstatus mahasiswa di tingkat awal. Dan … dua buku yang dibeli adalah 100 Kisah Jenaka (Dar! Mizan, 2009) karangan Gamal Kamandoko yang cocok sebagai bahan dongeng lucu buat si Kakak dan Adek di rumah nanti serta Anne of Green Gables (Qanita, 2008) karangan Lucy M. Montgomery. Novel klasik (1908) ini konon penjualannya telah mengalahkan Harry Potter, To Kill a Mockingbird, dan Gone with the Wind.

Ah, ingin sekali sosok itu bercerita panjang lebar tentang Anne Shirley, si gadis berambut merah yang lucu itu di sini. Akan tetapi, postingan yang terlalu panjang akan membuat bosan. Mungkin lain kali. Dan ingatlah akan perkataan Anne ini sebelum memasuki dunia Green Gables, “Dengarkan dedaunan yang berbisik dalam tidur mereka. Pasti mereka sedang bermimpi indah!”[]

Advertisements

18 thoughts on “Perjalanan ke Senayan

  1. palagi selama di sana, sosok itu akan bertemu dengan gadis penyuka es krim coklat meski pada akhirnya gagal.
    😀
    *nyengir ngerasa bersalah lagi*
    hahahahahhaa… bang aswiii…
    kalau ke jogja jangan kapok ngabar2in lohhhhh

  2. >> Lidya : Rp299ribu. Diskonnya kurang paham.
    >> ais : Gak ah, ngapain juga ngabar2i? Emang mau nraktir dan diinepin gratis?
    >> archer : Masa? Oh Em Ji ….
    >> ade : Xixixixixixi, kalau tujuannya beli pasti tidak bermasalah uang itu, tapi kalau gak ada yang dibeli ya asa percuma ….

  3. Wah,, asikkk,, rupanya kemaren jadi ke Senayan ya bang?? 🙂
    sayang gak bisa ketemuan ya bang, mungkin lain kali kalo si kecil udah berojol.. 🙂

    ditunggu cerita anne si rambut merahnya ya bang.. 🙂

  4. izzis…wah lama ga liat,,iya nasyid pertama senangkatan snada ya bang…
    wah walopun lokasinya depan kantor saya ga pergi ke bookfair kali ini,,,buku di rumah masih banyak blm dibaca juga,,hehe

  5. >> jasmine : Iya, kepengen benget ketemu sama si Puteri kecil ini ^_^ Doanya saja biar kita bisa ketemuan ….
    >> Masbro : Kalau diundang kayaknya bisa lebih cepat tuh (sambil dibiayai akomodasinya hehehehehe …)

  6. wah, emang blom rejeki kopdaran ya bang 😀
    padahal saya juga udah diajakin suami tuh kemarin
    tapi kaga jadi 😛
    ada untungnya kaga jadi, kaga keluar duit tiga puluh rebu xixixi

    jadi kapan tulisan tentang shirley si rambut merah bang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s